Jurnalpantura.id, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menyiapkan langkah untuk mengatasi gangguan lalat di SD 3 Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kudus.
Salah satu upaya yang diusulkan yakni menyediakan alat pembasmi serangga atau insect killer di setiap kelas guna membantu mengendalikan populasi lalat di lingkungan sekolah.
Wakil Bupati Kudus sekaligus Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG), Bellinda Birton, meninjau kondisi sekolah tersebut menyusul gangguan lalat yang sempat menjadi perhatian publik.
Persoalan ini turut menjadi sorotan setelah beredar video yang memperlihatkan siswa menyantap makanan dari program MBG di tengah banyaknya lalat.
Bellinda mengatakan, jumlah lalat yang berasal dari aktivitas peternakan ayam di sekitar sekolah mulai berkurang. Meski demikian, upaya pengendalian masih perlu dilanjutkan agar kondisi lingkungan sekolah semakin nyaman bagi siswa dan tenaga pendidik.
“Alhamdulillah, lalat-lalat yang terdampak dari kandang itu sudah berkurang, meskipun belum habis,” ujar Bellinda seusai meninjau kondisi lingkungan SD 3 Bulungcangkring, Senin, 19/10/2026.
Sebagai langkah lanjutan, penyediaan insect killer menjadi salah satu usulan yang dibahas bersama pihak sekolah dan instansi terkait. Alat tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi gangguan lalat di ruang kelas, terutama saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Bellinda juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan makanan yang dikonsumsi para siswa melalui program MBG.
Menurutnya, keberadaan lalat di sekitar makanan perlu menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu kebersihan dan menimbulkan risiko kesehatan apabila tidak ditangani dengan baik.
“Jangan sampai makanan yang disediakan untuk anak-anak terkena lalat dan kemudian dikonsumsi. Amit-amit, nanti ada anak-anak yang sakit,” ungkapnya.
Selain menyiapkan upaya pengendalian di sekolah, Pemkab Kudus juga menyoroti keberadaan peternakan ayam di sekitar lokasi.
Dari total 21 kandang ayam yang berada di kawasan tersebut, delapan kandang telah ditutup atas permintaan warga yang terdampak langsung dan berdasarkan persetujuan pemilik kandang.
“Yang lain tidak ditutup karena sudah terlanjur terisi dan jaraknya cukup jauh dari pemukiman,” tambah Bellinda.
Di sisi lain, sejumlah pemilik peternakan mulai menjalin kerja sama dengan pemerintah dan masyarakat untuk menekan populasi lalat.
Pemerintah desa juga membentuk tim bina lingkungan sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan kawasan serta mendorong penanganan yang melibatkan berbagai pihak.
Pemkab Kudus berharap pemilik kandang, warga, pemerintah desa, dan instansi terkait dapat terus bersinergi dalam mengatasi persoalan tersebut.
Pemilik peternakan diharapkan melakukan penyemprotan secara rutin, misalnya setiap pekan, serta mendukung penyediaan sarana pengendalian lalat apabila dibutuhkan.
Melalui langkah bersama ini, gangguan lalat di SD 3 Bulungcangkring dan permukiman sekitarnya diharapkan semakin berkurang sehingga kegiatan belajar dan pelaksanaan program MBG dapat berlangsung dengan lebih nyaman. (J05/A01)










