Jurnalpantura.id, Kudus – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kudus mulai diperluas kepada kelompok 3B yang meliputi ibu hamil, ibu melahirkan, dan balita. Hingga saat ini, cakupan penerima manfaat dari kelompok tersebut diperkirakan telah mencapai sekitar 50 persen.
Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mencatat, dari total sekitar 11 ribu sasaran kelompok 3B, kurang lebih 6.000 orang telah mendapatkan manfaat program MBG. Para penerima tersebut memperoleh makanan bergizi sebanyak enam kali dalam sepekan.
Kepala DKK Kudus, dr. Abdul Hakam, mengatakan capaian tersebut menunjukkan adanya perkembangan dalam pelaksanaan MBG untuk kelompok di luar sasaran anak sekolah. Menurutnya, cakupan penerima kelompok 3B saat ini sudah lebih dari separuh sasaran.
“3B itu kita kemarin ketemu dengan DPR, mengadakan pertemuan dengan DPR, itu sudah bagus, sedikit-sedikit. Sekitar lebih dari 50 persen yang sudah,” ujar dr. Hakam saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa, 15/9/2026.
Hakam menjelaskan, pada tahap awal pelaksanaan MBG, penyaluran makanan bergizi lebih banyak difokuskan kepada anak-anak di lingkungan sekolah. Setelah program berjalan, sasaran kemudian diperluas dengan memasukkan kelompok 3B sebagai penerima yang perlu mendapatkan perhatian.
“Ya itu baru sekitar tiga bulan ini programnya sudah mulai intensif menyasar kelompok 3B, sekitar 50 persen yang sudah tersentuh di Kudus,” jelasnya.
Ia berharap kelompok 3B ke depan mendapat perhatian lebih besar dalam pelaksanaan MBG. Sebab, ibu hamil, ibu melahirkan, dan balita dinilai membutuhkan pengawalan asupan gizi agar kebutuhan nutrisi mereka dapat terpenuhi dengan baik.
“Seperti ibu hamil itu kan memang butuh asupan gizi yang seimbang, tapi ini sudah mulai ke arah sana. Ibu hamil yang dapat itu sejak hamil di trimester pertama,” tuturnya.
Selain memperluas cakupan penerima, DKK Kudus juga membuka ruang konsultasi bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang membutuhkan pendampingan terkait pemenuhan gizi sesuai standar.
Hakam mengingatkan agar persoalan dalam penyediaan makanan MBG dapat dicegah sejak awal, termasuk kejadian keracunan yang pernah terjadi sebelumnya.
Saat ini terdapat 108 SPPG yang aktif beroperasi di Kabupaten Kudus. Seluruhnya berperan dalam menyediakan dan mendistribusikan MBG kepada masyarakat, termasuk kelompok 3B, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat menuju Generasi Emas 2045. (J05/A01)










