Tekan Emisi Karbon, RS Mardi Rahayu Kudus Mulai Operasikan PLTS Atap 416 kWp

- Jurnalis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RS Mardi Rahayu, Kudus, meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 416 kWp sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi energi dan mendukung operasional yang lebih berkelanjutan. (Foto: J05)

RS Mardi Rahayu, Kudus, meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 416 kWp sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi energi dan mendukung operasional yang lebih berkelanjutan. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus — RS Mardi Rahayu, Kudus, meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 416 kWp sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi energi dan mendukung operasional yang lebih berkelanjutan.

PLTS tersebut dikembangkan melalui kerja sama dengan PT Mitra Solar Radians (Solar Radiance) dengan skema kerja sama selama 25 tahun.

Dengan skema tersebut, sistem PLTS Atap ini diproyeksikan menghasilkan sekitar 584,40 MWh energi listrik per tahun dan menghindari emisi sekitar 521 ton CO₂ per tahun, atau sekitar 12.077 ton CO₂ selama masa kerja sama.

Angka tersebut setara dengan manfaat lingkungan seperti penanaman sekitar 309.661 pohon selama 25 tahun.

Sebagai rumah sakit yang beroperasi selama 24 jam, kebutuhan energi menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung keberlangsungan pelayanan kesehatan.

RS Mardi Rahayu berkomitmen menuju Rumah Sakit Hijau (Green Hospital) melalui sejumlah langkah, seperti penggunaan lampu LED, pemanfaatan flushing air daur ulang, penyediaan EV charging station, serta pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Pemanfaatan energi surya menjadi salah satu langkah yang ditempuh RS Mardi Rahayu untuk mengoptimalkan pengelolaan energi sekaligus mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam kegiatan operasional rumah sakit menuju Green Hospital.

Direktur Utama RS Mardi Rahayu, dr. Pujianto menyampaikan bahwa kebutuhan energi yang berkelanjutan perlu berjalan seiring dengan upaya rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan.

“Sebagai rumah sakit yang beroperasi 24 jam, kebutuhan energi kami cukup besar. Karena itu, kami ingin meningkatkan efisiensi energi sekaligus berkontribusi terhadap lingkungan. PLTS menjadi salah satu langkah nyata kami menuju rumah sakit yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujarnya, Kamis, 1/10/2026.

Pengembangan PLTS Atap ini melibatkan Solar Radiance dalam rangkaian proses, mulai dari perencanaan, instalasi, hingga commissioning. Dalam pelaksanaannya, aspek keselamatan, kebutuhan teknis, serta keberlangsungan operasional rumah sakit menjadi bagian dari koordinasi kedua pihak.

Bagi RS Mardi Rahayu, pemilihan Solar Radiance sebagai mitra PLTS tidak hanya mempertimbangkan aspek teknologi, tetapi juga kompetensi, pengalaman, kualitas layanan, keselamatan, serta kemampuan Solar Radiance dalam memahami karakteristik operasional rumah sakit.

Baca Juga :  Rayakan Hari Pers, PWI Kudus bersama Pemkab Hijaukan Lereng Muria

“Kami berharap PLTS ini dapat memberikan manfaat efisiensi energi dan ekonomi dalam jangka panjang, sekaligus menjadi awal bagi berbagai inovasi berkelanjutan di RS Mardi Rahayu,” tutup Dr. Pujianto.

Pemanfaatan PLTS Atap juga menjadi salah satu langkah konkret RS Mardi Rahayu dalam mengembangkan operasional yang lebih efisien sekaligus memperkuat perhatian terhadap lingkungan menuju Green Hospital.

“Kerja sama PLTS antara RS Mardi Rahayu dan Solar Radiance terus berlanjut. Saat ini kami sedang merencanakan proyek PLTS tahap kedua di gedung parkir dan gedung rawat inap Betania yang masih dalam tahap pembangunan,” ujar Pujianto.

Sementara itu, Head of Business Development Solar Radiance, Billy Jayadi menyebut bahwa, pengembangan PLTS di lingkungan rumah sakit memiliki tantangan tersendiri.

Berbeda dengan fasilitas umum lainnya, pekerjaan konstruksi dan instalasi harus dilakukan dengan tetap mempertahankan keberlangsungan pelayanan kesehatan yang beroperasi selama 24 jam.

Dalam proyek ini, Solar Radiance mencatat 9.405 work manhour dengan 100 persen zero accident. Seluruh rangkaian pekerjaan dilaksanakan tanpa mengganggu aktivitas pelayanan RS Mardi Rahayu.

“Bagi Solar Radiance, pencapaian 9.405 work manhour dengan 100 persen zero accident menunjukkan pentingnya disiplin dan perencanaan dalam menjalankan proyek, terlebih di lingkungan rumah sakit yang beroperasi 24 jam. Kami percaya keselamatan dan keberlangsungan operasional pelanggan harus menjadi bagian dari setiap tahapan proyek. Pencapaian ini juga menjadi fondasi bagi kami untuk membangun kemitraan jangka panjang dengan RS Mardi Rahayu,” ujar Billy.

Efisiensi energi bagi RS Mardi Rahayu tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan biaya operasional, tetapi juga menjadi bagian dari strategi keberlanjutan rumah sakit.

Dengan kebutuhan energi yang terus berkembang, pemanfaatan sumber energi terbarukan menjadi salah satu pendekatan untuk mendukung keberlangsungan operasional dalam jangka panjang.

Kerja sama ini juga mencerminkan semakin luasnya penerapan solusi energi surya pada sektor yang membutuhkan keandalan operasional secara berkelanjutan.

Melalui pengalaman dalam pengembangan PLTS, Solar Radiance mendukung pelanggan dalam merancang dan mengimplementasikan solusi energi surya yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing fasilitas. (J05/A01)

Berita Terkait

Polisi dan Relawan RRM Bersama Warga Bersihkan Masjid Al Ihsan Getaspejaten
Kudus ASIK Hadir di UTMM 2026, Sampah Peserta Dipilah dan Ditukar Merchandise
Kresek.id Edukasi Siswa SMP 1 Jati Kudus tentang Pilah Sampah dan Daur Ulang
60 Personel Dikerahkan, Pemkab Kudus Kawal Kebersihan Pasca Konser Guyon Waton
Kudus Gencarkan Penghijauan, Target Tanam 50 Pohon Setiap Jumat
Bupati Kudus Respons Kritik Penanaman Pohon di Jalan, Siap Evaluasi
Uji Labkesda Tak Buktikan Sumur Warga Trengguli Tercemar Limbah IPAL SPPG
BLDF Gandeng UMK Dorong Mahasiswa Ubah Kepedulian Lingkungan Jadi Aksi Nyata
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Polisi dan Relawan RRM Bersama Warga Bersihkan Masjid Al Ihsan Getaspejaten

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Kudus ASIK Hadir di UTMM 2026, Sampah Peserta Dipilah dan Ditukar Merchandise

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Kresek.id Edukasi Siswa SMP 1 Jati Kudus tentang Pilah Sampah dan Daur Ulang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Tekan Emisi Karbon, RS Mardi Rahayu Kudus Mulai Operasikan PLTS Atap 416 kWp

Minggu, 27 September 2026 - 03:41 WIB

60 Personel Dikerahkan, Pemkab Kudus Kawal Kebersihan Pasca Konser Guyon Waton

Berita Terbaru