BLDF Gandeng UMK Dorong Mahasiswa Ubah Kepedulian Lingkungan Jadi Aksi Nyata

- Jurnalis

Sabtu, 12 September 2026 - 19:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Narasumber berdialog dengan mahasiswa UMK dalam rangkaian program Green Campus Sadar Lingkungan, mendorong generasi muda menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Foto: JP

Narasumber berdialog dengan mahasiswa UMK dalam rangkaian program Green Campus Sadar Lingkungan, mendorong generasi muda menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Foto: JP

Jurnalpantura.id, Kudus – Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) menggandeng Universitas Muria Kudus (UMK) untuk mendorong mahasiswa tidak berhenti pada kepedulian terhadap persoalan lingkungan, tetapi mampu menerjemahkannya menjadi aksi nyata.

Upaya tersebut diwujudkan melalui program Green Campus Sadar Lingkungan yang digelar di lingkungan UMK, Sabtu 12/09/2026.

Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mendapatkan pemahaman, meningkatkan kapasitas, sekaligus terlibat langsung dalam berbagai kegiatan pelestarian lingkungan.

Program Officer BLDF, Dandy Mahendra, mengatakan Green Campus Sadar Lingkungan merupakan program baru yang mulai dikembangkan tahun ini. Konsepnya tidak hanya mengandalkan kegiatan diskusi atau seminar, tetapi memiliki sejumlah tahapan yang mengarahkan mahasiswa hingga menghasilkan aksi nyata.

“Mulai tahun ini kita mulai program baru namanya Green Campus Sadar Lingkungan. Di dalamnya tidak cuma talkshow, tetapi memang ada lima tahap,” kata Dandy.

Ia menjelaskan, tahapan pertama adalah Green Orientation yang menyasar mahasiswa baru melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Pada tahap tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan isu-isu lingkungan melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Setelah mendapatkan pemahaman dasar, mahasiswa akan mengikuti Green Narrative. Tahapan ini difokuskan untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan menyampaikan isu lingkungan melalui narasi yang menarik dan relevan.

Menurut Dandy, kemampuan menyampaikan pesan lingkungan menjadi penting karena generasi muda saat ini memiliki banyak informasi, tetapi belum tentu semuanya mampu mengemas informasi tersebut agar mudah diterima masyarakat.

“Generasi muda saat ini mungkin ilmunya sudah banyak, tetapi mereka tidak tahu bagaimana cara menyampaikannya. Jadi akan kita dampingi,” ujarnya.

Tahap berikutnya yakni Green Leadership Conference. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa akan mendapatkan penguatan pengetahuan dan kapasitas kepemimpinan agar mampu menjadi penggerak dalam persoalan lingkungan.

Selanjutnya, mahasiswa akan diarahkan mengikuti Green Action. Pada tahapan ini, peserta diberikan kesempatan untuk turun langsung melakukan kegiatan lingkungan, seperti penghijauan, penanaman mangrove, maupun bentuk aksi lain yang disesuaikan dengan kebutuhan wilayah.

Sementara tahap akhir berupa Green Impact Project. Mahasiswa nantinya diminta menyusun proposal yang berisi gagasan untuk menyelesaikan persoalan lingkungan di sekitar kampus.

Proposal yang masuk akan melalui proses kurasi. Gagasan terpilih kemudian mendapatkan dukungan untuk direalisasikan dan dinilai berdasarkan pelaksanaan serta dampak yang dihasilkan.

“Teman-teman akan menyusun proposal. Setelah kita kurasi, kita memberikan dukungan untuk menjalankan proposal itu. Setelah dilakukan, akan diberikan nilai,” terang Dandy.

Ia berharap hasil dari proyek mahasiswa tersebut dapat memberikan solusi terhadap persoalan lingkungan yang sederhana namun nyata di lingkungan kampus. Program tersebut juga diharapkan terus berputar setiap tahun sehingga mahasiswa dari angkatan berikutnya dapat mengembangkan gagasan baru.

“Harapannya setiap tahun kampus mendapat ide-ide baru, mahasiswa juga mendapat pengalaman baru tentang lingkungan, dan tahun berikutnya juniornya lagi akan melanjutkan,” katanya.

Dandy menyebut UMK merupakan salah satu perguruan tinggi yang menjadi sasaran program Green Campus Sadar Lingkungan. Sebelumnya, program serupa telah dijalankan di Universitas Diponegoro dan salah satu perguruan tinggi di Solo. Setelah UMK, program tersebut juga direncanakan menyasar kampus lainnya.

Baca Juga :  Lepas 2.222 Mahasiswa KKN, Rektor IAIN Kudus Pesan Jangan Terlibat Politik Praktis di Grobogan

Dalam kegiatan di UMK, BLDF turut menghadirkan Pandawara Group sebagai narasumber. Kehadiran kelompok yang dikenal melalui berbagai aksi lingkungan tersebut diharapkan dapat membuat pesan mengenai kepedulian lingkungan lebih dekat dengan generasi muda.

Dandy menilai pendekatan penyampaian isu lingkungan perlu mengikuti perkembangan zaman agar lebih mudah diterima mahasiswa. Menurutnya, figur seperti Pandawara dapat membantu memperluas pengaruh pesan lingkungan kepada generasi muda melalui cara yang relevan dan menarik.

Anggota Pandawara Group, Muchamad Ikhsan Destian, mengatakan mahasiswa mempunyai posisi strategis sebagai agen perubahan. Karena itu, mahasiswa perlu diberikan kesempatan untuk terlibat dalam aksi sekaligus membawa gagasan pelestarian lingkungan ke masyarakat.

“Mahasiswa sebagai agen perubahan punya tanggung jawab bagaimana melakukan sesuatu terhadap lingkungan, mulai dari rekomendasi untuk kampus ataupun nantinya bisa terjun langsung ke masyarakat,” ungkap Ikhsan.

Ia menjelaskan, Pandawara sendiri menjalankan sejumlah program yang mencakup aksi lingkungan, peningkatan kesadaran, edukasi, pengembangan komunitas, hingga kolaborasi.

Berbagai pendekatan tersebut dilakukan untuk mendorong masyarakat agar tidak hanya memahami persoalan lingkungan, tetapi juga ikut mengambil tindakan.

Ikhsan menambahkan, kegiatan Pandawara tidak hanya berfokus di satu wilayah. Sejak 2022, berbagai aksi lingkungan telah dilakukan dan dikembangkan melalui kolaborasi dengan komunitas di sejumlah daerah di Indonesia.

Menurutnya, respons masyarakat terhadap gerakan lingkungan pada awalnya cukup beragam. Namun, berbagai tanggapan tersebut dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki program dan menghasilkan kegiatan yang semakin bermanfaat.

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMK, Prof. Dr. Ir. Sugeng Slamet, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pembelajaran kepada mahasiswa baru mengenai kehidupan kampus, termasuk pentingnya menjaga lingkungan.

Ia menjelaskan, UMK secara rutin melaksanakan PKKMB bagi mahasiswa baru. Dalam rangkaian tersebut, mahasiswa juga mendapatkan pembekalan mengenai organisasi, pengembangan kapasitas diri, pelayanan kampus, hingga kondisi lingkungan di sekitar perguruan tinggi.

“PKKMB menjadi upaya bagaimana kita mengenalkan kehidupan kampus, baik dari sisi pembelajaran, pelayanan, berbagai macam organisasi kegiatan mahasiswa, termasuk lingkungan kampus yang harus dipahami oleh mahasiswa,” jelas Sugeng.

Menurutnya, kolaborasi UMK dengan BLDF memberikan nilai tambah karena mahasiswa sejak awal perkuliahan telah diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian alam.

Sugeng menilai persoalan lingkungan saat ini menjadi tantangan bersama. Kondisi alam yang mengalami berbagai perubahan menjadi momentum untuk mengajak generasi muda memahami pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.

Ia menyebut UMK juga memiliki sejumlah kegiatan yang dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam pelestarian lingkungan. Di antaranya melalui penghijauan lahan, kegiatan bina desa, serta Kuliah Kerja Nyata (KKN).

“Program ini sangat berkelanjutan. Bina desa, KKN, dan kegiatan mahasiswa lainnya juga menjadi upaya bagaimana membantu pelestarian lingkungan di wilayah-wilayah desa,” pungkasnya. (J02/A01)

Berita Terkait

Bukan Kaleng-Kaleng, Mahasiswi Bisnis Digital UMKU Borong 3 Prestasi Nasional
Polisi dan Relawan RRM Bersama Warga Bersihkan Masjid Al Ihsan Getaspejaten
Kudus ASIK Hadir di UTMM 2026, Sampah Peserta Dipilah dan Ditukar Merchandise
Kresek.id Edukasi Siswa SMP 1 Jati Kudus tentang Pilah Sampah dan Daur Ulang
Refleksi September Hitam, DEMA Fakultas Syariah UIN Sunan Kudus Kritik Jejak Rezim Militer
Tekan Emisi Karbon, RS Mardi Rahayu Kudus Mulai Operasikan PLTS Atap 416 kWp
60 Personel Dikerahkan, Pemkab Kudus Kawal Kebersihan Pasca Konser Guyon Waton
Kudus Gencarkan Penghijauan, Target Tanam 50 Pohon Setiap Jumat
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Bukan Kaleng-Kaleng, Mahasiswi Bisnis Digital UMKU Borong 3 Prestasi Nasional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Polisi dan Relawan RRM Bersama Warga Bersihkan Masjid Al Ihsan Getaspejaten

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Kudus ASIK Hadir di UTMM 2026, Sampah Peserta Dipilah dan Ditukar Merchandise

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Kresek.id Edukasi Siswa SMP 1 Jati Kudus tentang Pilah Sampah dan Daur Ulang

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Refleksi September Hitam, DEMA Fakultas Syariah UIN Sunan Kudus Kritik Jejak Rezim Militer

Berita Terbaru