Jurnalpantura.id, Kudus – Taman Bojana yang berada di pusat Kabupaten Kudus berpeluang mengalami perubahan pengelolaan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus tengah membuka kesempatan bagi investor untuk mengelola aset tersebut agar pemanfaatannya dapat lebih maksimal.
Saat ini, Taman Bojana masih dikenal sebagai salah satu sentra kuliner khas Kudus. Sejumlah makanan tradisional seperti soto kerbau dan nasi pindang menjadi bagian dari aktivitas perdagangan di kawasan tersebut
Kabid Pengelolaan Aset Daerah pada Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus, Marinda Agustina, mengatakan pengelolaan Taman Bojana sejauh ini belum berjalan secara maksimal.
Karena itu, Pemkab Kudus mulai menawarkan pengelolaan aset tersebut kepada pihak investor. Selain tetap mempertimbangkan fungsi kuliner, pemerintah juga membuka peluang agar kawasan itu dikembangkan menjadi bangunan hotel.
“(Investor) ini masih nonformal, belum ada surat yang masuk tapi insyaallah semoga ada yang nyangkut. Karena di sini kan lokasinya strategis jadi memang kalau cuma jadi Taman Bojana sayang,” ujar Marinda, Kamis, 1/10/2026.
Berdasarkan hasil penilaian aset yang dilakukan melalui Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), nilai aset tersebut mencapai Rp280.745.000. Sementara itu, lahan Taman Bojana yang berada di kawasan pusat kota memiliki luas sekitar 3.400 meter persegi.
Jika nantinya terdapat investor yang resmi mengelola Taman Bojana, Pemkab Kudus berencana melakukan pembongkaran bangunan yang ada saat ini. Material hasil pembongkaran tersebut kemudian akan dilelang, sehingga pihak investor nantinya hanya menyewa lahan milik pemerintah daerah
“Kalau Taman Bojana yang mengelola saat ini kan Dinas Perdagangan, kalau mau disewakan otomatis bangunannya akan kami bongkar dan lelangkan. Jadi pihak ketiga yang akan berminat akan menyewa tanahnya,” jelas Marinda.
Rencana pengembangan menjadi hotel muncul karena letak Taman Bojana dinilai strategis dan berada di kawasan pusat kota. Di sisi lain, kebutuhan terhadap fasilitas akomodasi berupa hotel di Kabupaten Kudus juga menjadi salah satu pertimbangan dalam penjajakan investasi tersebut.
Meski demikian, Pemkab Kudus tetap mempertimbangkan keberadaan para pelaku usaha kuliner yang selama ini menggantungkan aktivitas perdagangan di Taman Bojana.
Apabila investor nantinya mengajukan proposal secara resmi, pemerintah berkomitmen tetap memberikan ruang bagi mereka. Salah satu hal yang masih dibahas adalah penentuan lokasi sementara yang dapat digunakan para pedagang selama proses pengembangan Taman Bojana berlangsung. (J05/A01)










