Jurnalpantura.id, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengerahkan 60 personel untuk memastikan kebersihan kawasan Alun-alun Simpang Tujuh tetap terjaga setelah konser Charly Setia Band dan Guyon Waton, Sabtu (26/9/2026) malam.
Pengawalan kebersihan tersebut dilakukan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus melalui penerapan konsep Gerakan Zero Waste selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Untuk mendukung pengelolaan sampah, sejumlah Eco-Station ditempatkan di beberapa titik di sekitar lokasi konser. Fasilitas tersebut digunakan sebagai tempat masyarakat membuang sekaligus memilah sampah berdasarkan jenisnya.
Upaya menjaga kebersihan juga melibatkan masyarakat. Sejumlah penonton terlihat memanfaatkan Eco-Station yang telah disediakan untuk membuang sampah setelah menikmati pertunjukan.
Selain Eco-Station, petugas juga mengoperasikan tim Eco-Patrol. Relawan tersebut berkeliling di sekitar kawasan acara sembari membawa kantong sampah untuk mengumpulkan sampah yang ditemukan serta mengajak pengunjung menjaga kebersihan.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Ruang Terbuka Hijau (PPRTH) Dinas PKPLH Kudus, Mukhlisin, mengatakan sebanyak 60 personel dilibatkan dalam pengamanan kebersihan konser.
“Total ada 60 personel yang kami terjunkan malam ini,” ujar Mukhlisin.
Menurutnya, puluhan petugas tersebut ditempatkan pada beberapa sektor agar proses pengumpulan dan pengangkutan sampah dapat berjalan secara maksimal.
Sebanyak 15 personel bertugas di area utama konser. Sementara 28 petugas lainnya ditempatkan di kawasan luar alun-alun yang menjadi area penyangga, termasuk sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi kegiatan.
Dua personel lainnya mendapat tugas sebagai pengemudi truk pengangkut sampah. Sedangkan 15 personel merupakan relawan Eco-Patrol yang berasal dari UIN dan jajaran PKPLH.
“Petugas kami bagi di area utama, area penyangga, pengangkutan sampah, serta relawan Eco-Patrol. Mereka bergerak selama kegiatan berlangsung,” jelasnya.
Penerapan konsep Zero Waste tersebut tidak hanya menitikberatkan pada keberadaan petugas kebersihan. Peran serta para pengunjung juga menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi kawasan Simpang Tujuh di tengah tingginya jumlah masyarakat yang datang.
Melalui penyediaan Eco-Station dan aktivitas Eco-Patrol, Pemkab Kudus berupaya mendorong kesadaran masyarakat untuk membuang dan memilah sampah pada tempat yang telah disediakan.
Dengan langkah tersebut, kawasan Simpang Tujuh diharapkan tetap terjaga kebersihannya meski digunakan sebagai lokasi kegiatan yang mendatangkan ribuan pengunjung. Konser pun tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk mengedukasi pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. (J02/A01)










