Refleksi September Hitam, DEMA Fakultas Syariah UIN Sunan Kudus Kritik Jejak Rezim Militer

- Jurnalis

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus menggelar Refleksi September Hitam dengan tema “Merawat Ingatan adalah Perlawanan” di depan Fakultas Syariah, Kamis, 1/10/2026. (Foto: Istimewa)

Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus menggelar Refleksi September Hitam dengan tema “Merawat Ingatan adalah Perlawanan” di depan Fakultas Syariah, Kamis, 1/10/2026. (Foto: Istimewa)

Jurnalpantura.id, Kudus – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus menggelar Refleksi September Hitam dengan tema “Merawat Ingatan adalah Perlawanan” di depan Fakultas Syariah, Kamis, 1/10/2026.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan refleksi mengenai sejarah, kemanusiaan, dan persoalan sosial.

Dalam kegiatan itu, mahasiswa membentangkan kain bertuliskan “Rezim Militer” dengan mencoret kata “militer”. Selain itu, sejumlah tulisan seperti “#September Hitam Mimbar Bebas”, “Hidup Rakyat”, dan “Mahasiswa Melawan” turut ditampilkan sebagai bagian dari ekspresi dalam kegiatan refleksi.

Aksi tersebut menjadi simbol sikap kritis mahasiswa terhadap persoalan kekuasaan dan sejarah yang dinilai perlu terus diingat. Melalui tema yang diangkat, mahasiswa menempatkan ingatan sejarah sebagai bagian dari proses pembelajaran agar berbagai persoalan kemanusiaan tidak sekadar menjadi catatan masa lalu.

Kegiatan yang berlangsung bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila tersebut juga menjadi momentum untuk mengaitkan refleksi sejarah dengan nilai-nilai kehidupan berbangsa.

Nilai kemanusiaan, keadilan, dan tanggung jawab sosial menjadi bagian dari pesan yang disampaikan sepanjang rangkaian acara.

Ketua DEMA Fakultas Syariah sekaligus Koordinator kegiatan, Dzuizzi Syarof, membuka acara melalui prolog yang mengantarkan peserta pada pembahasan mengenai September Hitam.

Rangkaian tersebut dilanjutkan dengan penampilan puisi dan teatrikal sebagai bentuk ekspresi mahasiswa terhadap berbagai persoalan sejarah dan kemanusiaan.

Baca Juga :  Kenalkan Ratu Kalinyamat, Mahasiswa Unisnu Diterjunkan Ke Masyarakat

Suasana semakin dinamis ketika memasuki sesi Mimbar Bebas atau Orasi. Ketua Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) Fakultas Syariah dan mahasiswa umum diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan serta gagasan mengenai persoalan sosial secara terbuka.

Dzuizzi Syarof menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak dimaksudkan sekadar mengenang peristiwa masa lalu. Menurutnya, sejarah perlu dipahami secara kritis agar mahasiswa dapat mengambil pembelajaran dari berbagai persoalan yang pernah terjadi.

“Merawat ingatan bukan sekadar mengingat masa lalu. Ingatan harus menjadi bagian dari pembelajaran agar mahasiswa mampu melihat persoalan kemanusiaan dan keadilan secara kritis serta bertanggung jawab,” ujar Dzuizzi.

Setelah sesi mimbar bebas, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama Wakil Dekan I Fakultas Syariah, H. Nur Aris.

Forum tersebut membahas makna refleksi sejarah dan relevansinya dengan kehidupan mahasiswa, termasuk pentingnya membangun nilai kemanusiaan, keadilan, kebersamaan, serta tanggung jawab sosial.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan tabur bunga dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada para korban berbagai peristiwa sejarah.

Melalui refleksi, seni, orasi, dan diskusi, DEMA Fakultas Syariah UIN Sunan Kudus mengajak mahasiswa untuk terus merawat ingatan kolektif sekaligus membangun kesadaran kritis terhadap persoalan sosial.

Pesan “Mengingat Adalah Melawan” dan “Suara Ini Tidak Akan Pernah Padam” menjadi penegasan yang mengiringi penutupan kegiatan. (J05/A01)

Berita Terkait

Bukan Kaleng-Kaleng, Mahasiswi Bisnis Digital UMKU Borong 3 Prestasi Nasional
BLDF Gandeng UMK Dorong Mahasiswa Ubah Kepedulian Lingkungan Jadi Aksi Nyata
Masta-PMB UMKU 2026/2027 Dimulai, Mahasiswa Baru Siap Bergerak dan Berkarya
Wabup Kaimana Hadiri Wisuda UIN Sunan Kudus, Apresiasi Beasiswa Penuh bagi Mahasiswa Papua Barat
Kuliah Sambil Jadi Atlet, Evyta Novellia Persembahkan Prestasi di Taekwondo
Mahasiswa UIN Sunan Kudus Kembangkan PASPLDV dan MAPETA untuk Pembelajaran Matematika yang Lebih Interaktif
Mahasiswa UMK Angkat Batik Pesisir Muria Lewat Produk Fashion Ramah Lingkungan
Proposal GOMENTHOK UMK Lolos Pendanaan Nasional, Dorong Pendidikan Kesetaraan Gender Sejak Dini
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Bukan Kaleng-Kaleng, Mahasiswi Bisnis Digital UMKU Borong 3 Prestasi Nasional

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Refleksi September Hitam, DEMA Fakultas Syariah UIN Sunan Kudus Kritik Jejak Rezim Militer

Sabtu, 12 September 2026 - 19:40 WIB

BLDF Gandeng UMK Dorong Mahasiswa Ubah Kepedulian Lingkungan Jadi Aksi Nyata

Senin, 7 September 2026 - 21:51 WIB

Masta-PMB UMKU 2026/2027 Dimulai, Mahasiswa Baru Siap Bergerak dan Berkarya

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:26 WIB

Wabup Kaimana Hadiri Wisuda UIN Sunan Kudus, Apresiasi Beasiswa Penuh bagi Mahasiswa Papua Barat

Berita Terbaru