Proposal GOMENTHOK UMK Lolos Pendanaan Nasional, Dorong Pendidikan Kesetaraan Gender Sejak Dini

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Universitas Muria Kudus (UMK) berjudul “GOMENTHOK: Revitalisasi Budaya dan Internalisasi Nilai Golok-Golok Menthok Melalui Pengembangan Modul Guna Mencegah Diskriminasi Gender pada Anak Usia Dini” dinyatakan lolos pendanaan tingkat nasional tahun 2026. (Foto: Istimewa)

Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Universitas Muria Kudus (UMK) berjudul “GOMENTHOK: Revitalisasi Budaya dan Internalisasi Nilai Golok-Golok Menthok Melalui Pengembangan Modul Guna Mencegah Diskriminasi Gender pada Anak Usia Dini” dinyatakan lolos pendanaan tingkat nasional tahun 2026. (Foto: Istimewa)

Jurnalpantura.id, Kudus – Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Universitas Muria Kudus (UMK) berjudul “GOMENTHOK: Revitalisasi Budaya dan Internalisasi Nilai Golok-Golok Menthok Melalui Pengembangan Modul Guna Mencegah Diskriminasi Gender pada Anak Usia Dini” dinyatakan lolos pendanaan tingkat nasional tahun 2026.

Penelitian ini digagas oleh tim mahasiswa Program Studi Psikologi UMK yang diketuai oleh Muhammad Ilzam Fata, bersama anggotanya yaitu Devi Noor Zamroni, Ary Widiastuti, dan Dewi Khumaeroh.

Proyek inovatif ini berjalan di bawah pendampingan intensif dari Mohammad Khasan, selaku Dosen Psikologi Sosial UMK.

Lahirnya ide ini bukan sekadar gagasan sembarangan, melainkan hasil pengamatan mendalam terhadap potensi budaya dan masalah sosial yang terjadi di Kabupaten Kudus.

Berdasarkan kondisi riil di lapangan, kelestarian tradisi ini sudah mengalami penurunan yang sangat signifikan. Dari 123 desa yang tersebar di Kabupaten Kudus, saat ini hanya tersisa sekitar 5 desa saja yang masih rutin melaksanakan tradisi Golok-Golok Menthok.

Ketua Tim Peneliti, Muhammad Ilzam Fata mengungkapkan, ide ini awalnya muncul dari tugas akhir mata kuliah Psikologi Budaya. Saat ujian lisan, dosen penguji melihat potensi besar dari topik tersebut untuk dikembangkan menjadi proposal PKM.

Ilzam kemudian menjelaskan keterkaitan erat antara tradisi lokal ini dengan isu kesetaraan gender:

“Arti kata ‘Golok’ melambangkan penindasan, sedangkan ‘Menthok’ berarti berhenti atau berakhir, sehingga tradisi ini merepresentasikan berakhirnya penindasan terhadap perempuan. Selain itu, keterkaitannya juga ditunjukkan melalui aspek storytelling (penuturan cerita) yang biasa dibawakan dalam tradisi ini, yang mengisahkan bagaimana Nabi Muhammad SAW mengangkat kesetaraan gender pada zaman dahulu,” ujarnya.

Mengenai alasan pemilihan anak usia dini (PAUD) sebagai sasaran utama, Ilzam menegaskan bahwa timnya ingin mengambil langkah preventif (pencegahan).

Selama ini, program penanganan kekerasan terhadap perempuan di Kudus mayoritas masih bersifat kuratif atau penanganan setelah kejadian terjadi.

Baca Juga :  Lepas 2.222 Mahasiswa KKN, Rektor IAIN Kudus Pesan Jangan Terlibat Politik Praktis di Grobogan

“Berdasarkan teori ekologi perkembangan Bronfenbrenner yang menjadi landasan riset kami, masa anak usia dini merupakan fase yang sangat krusial dalam proses internalisasi nilai-nilai moral pada anak. Nilai yang ditanamkan di lingkungan mikro seperti sekolah dan keluarga akan membentuk pola pikir makro budaya di masa depan,” tambah mahasiswa Psikologi UMK tersebut.

Sebagai dosen pendamping sekaligus ahli di bidang Psikologi Sosial, Mohammad Khasan menjelaskan bahwa proyek ini memiliki nilai strategis yang sangat tinggi dalam menjembatani nilai budaya dengan isu sosial kontemporer.

Menurutnya, tradisi lokal bukan sekadar aspek seremonial, melainkan sebuah wadah penyimpanan nilai-nilai kehidupan yang sangat kaya.

“Sebagai ahli Psikologi Sosial, saya melihat bahwa nilai-nilai sosial dan norma budaya terbentuk dan diwariskan melalui proses interaksi dan sosialisasi. Golok-Golok Menthok adalah bukti bahwa masyarakat Kudus sejak lama telah memiliki pemahaman mendalam tentang kesetaraan dan penghormatan terhadap perempuan. Melalui program ini, kami tidak hanya melestarikan budaya, tetapi mengaktifkan kembali nilai-nilai sosial tersebut sebagai fondasi pembentukan karakter anak sejak dini,” jelasnya.

Program yang dijadwalkan berjalan selama satu tahun anggaran 2026 ini akan berfokus pada pengembangan produk berupa Modul Pembelajaran GOMENTHOK.

Modul ini dirancang secara khusus agar sesuai dengan tahap perkembangan anak melalui aktivitas yang menyenangkan, serta dilengkapi dengan Buku Cerita Bergambar (Picture Book) dan Panduan Guru.

Proses pengembangannya sendiri menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation).

Nantinya, modul pembelajaran berbasis budaya ini akan diuji cobakan secara langsung di RA Terpadu Nurul Huda, Kabupaten Kudus.

Luaran dari penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan modul yang valid serta efektif, sehingga siap menjadi model rujukan bagi pemerintah daerah dalam menyusun program pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. (J05/A01)

Berita Terkait

Bukan Kaleng-Kaleng, Mahasiswi Bisnis Digital UMKU Borong 3 Prestasi Nasional
Refleksi September Hitam, DEMA Fakultas Syariah UIN Sunan Kudus Kritik Jejak Rezim Militer
BLDF Gandeng UMK Dorong Mahasiswa Ubah Kepedulian Lingkungan Jadi Aksi Nyata
Masta-PMB UMKU 2026/2027 Dimulai, Mahasiswa Baru Siap Bergerak dan Berkarya
Wabup Kaimana Hadiri Wisuda UIN Sunan Kudus, Apresiasi Beasiswa Penuh bagi Mahasiswa Papua Barat
Kuliah Sambil Jadi Atlet, Evyta Novellia Persembahkan Prestasi di Taekwondo
Mahasiswa UIN Sunan Kudus Kembangkan PASPLDV dan MAPETA untuk Pembelajaran Matematika yang Lebih Interaktif
Mahasiswa UMK Angkat Batik Pesisir Muria Lewat Produk Fashion Ramah Lingkungan
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Bukan Kaleng-Kaleng, Mahasiswi Bisnis Digital UMKU Borong 3 Prestasi Nasional

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Refleksi September Hitam, DEMA Fakultas Syariah UIN Sunan Kudus Kritik Jejak Rezim Militer

Sabtu, 12 September 2026 - 19:40 WIB

BLDF Gandeng UMK Dorong Mahasiswa Ubah Kepedulian Lingkungan Jadi Aksi Nyata

Senin, 7 September 2026 - 21:51 WIB

Masta-PMB UMKU 2026/2027 Dimulai, Mahasiswa Baru Siap Bergerak dan Berkarya

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:26 WIB

Wabup Kaimana Hadiri Wisuda UIN Sunan Kudus, Apresiasi Beasiswa Penuh bagi Mahasiswa Papua Barat

Berita Terbaru