Mahasiswa UIN Sunan Kudus Kembangkan PASPLDV dan MAPETA untuk Pembelajaran Matematika yang Lebih Interaktif

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa dari kelompok 2 kelas B4TMR Program Studi Tadris Matematika UIN Sunan Kudus (Foto:Istimewa)

Mahasiswa dari kelompok 2 kelas B4TMR Program Studi Tadris Matematika UIN Sunan Kudus (Foto:Istimewa)

Jurnalpantura.id, Kudus – Sekelompok mahasiswa dari kelompok 2 kelas B4TMR Program Studi Tadris Matematika UIN Sunan Kudus berhasil mengembangkan dua inovasi media pembelajaran matematika, yaitu alat peraga PASPLDV dan platform e-learning MAPETA.

Pengembangan ini dilakukan pada semester genap Tahun Akademik 2025/2026 sebagai solusi nyata atas problem pembelajaran pada mata kuliah Bahan dan Media Ajar Matematika.

Media pembelajaran ini dikembangkan untuk membantu siswa dalam memahami materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) yang selama ini masih dianggap cukup sulit oleh sebagian siswa.

Dalam materi SPLDV tidak hanya menuntut kemampuan berhitung, tetapi juga pemahaman konsep serta ketepatan dalam menentukan langkah penyelesaian.

Sebelum mengembangkan media pembelajaran, para mahasiswa terlebih dahulu melakukan observasi di MTs Miftahut Tholibin pada April 2026.

Kegiatan tersebut dilakukan melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru matematika, serta penyebaran angket kepada siswa. Observasi ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan pembelajaran matematika di sekolah, khususnya pada materi SPLDV.

Berdasarkan data angket terhadap siswa kelas VIII, ditemukan fakta bahwa mayoritas siswa menganggap matematika sebagai pelajaran yang sulit.

Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) dan Aljabar menempati urutan tertinggi sebagai materi yang paling momok bagi siswa, dengan persentase kesulitan masing-masing mencapai 37,5% dan 33,3%.

Guru Matematika MTs NU Miftahut Tholibin, Ibu Putri Ani, S.Pd., mengungkapkan bahwa materi yang bersifat abstrak seperti persamaan sering kali membuat siswa bingung karena lemahnya kemampuan dasar aritmetika dan kurangnya visualisasi konkret dalam proses belajar mengajar

Menanggapi kebutuhan tersebut, mahasiswa menciptakan PASPLDV, sebuah alat peraga fisik yang dirancang khusus untuk memvisualisasikan konsep SPLDV secara konkret. Melalui alat ini, siswa tidak sekadar menghafal rumus, melainkan dapat melihat langsung hubungan antarvariabel dan proses penyelesaian langkah demi langkah.

Baca Juga :  TIM KKN UMK : Pelatihan Pemasaran Digital Pada UMKM Al Falah Snack

“Kami menemukan bahwa 38,9% siswa lebih mudah memahami matematika jika dibantu alat peraga atau benda nyata. Oleh karena itu, PASPLDV hadir untuk mengubah materi abstrak ini menjadi pengalaman belajar yang lebih visual dan interaktif,” ujar Siti Aisyah, salah satu mahasiswa pengembang.

Selain alat peraga, mahasiswa juga mengembangkan MAPETA, sebuah media pembelajaran berbasis e-learning yang memuat materi pembelajaran, contoh soal, latihan, dan aktivitas interaktif. Media ini dapat diakses secara daring dan fleksibel sehingga para siswa memiliki kesempatan belajar tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga secara mandiri di luar kelas

Langkah inovatif mahasiswa ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari pihak madrasah.

Kepala MTs NU Miftahut Tholibin, Bapak Noor Anis, S.Ag., M.Si., menyatakan bahwa sekolah sangat terbuka terhadap kehadiran media pembelajaran berbasis teknologi baru buatan mahasiswa.

“Fasilitas sekolah seperti proyektor dan lab komputer sudah memadai, namun tantangannya adalah bagaimana menghadirkan metode yang membuat anak senang. Kami sangat berterima kasih atas inovasi dari mahasiswa UIN ini. Ini adalah terobosan yang membuat matematika tidak lagi menjadi momok yang menakutkan bagi anak-anak,” tutur Bapak Noor Anis saat diwawancarai.

Melalui kolaborasi nyata antara mahasiswa dan sekolah ini, kehadiran PASPLDV dan MAPETA diharapkan mampu mendobrak kejenuhan belajar, meningkatkan keaktifan siswa di kelas, serta menjadi alternatif media pembelajaran matematika yang efektif, menyenangkan, dan tepat sasaran.

Berita Terkait

Bukan Kaleng-Kaleng, Mahasiswi Bisnis Digital UMKU Borong 3 Prestasi Nasional
Refleksi September Hitam, DEMA Fakultas Syariah UIN Sunan Kudus Kritik Jejak Rezim Militer
BLDF Gandeng UMK Dorong Mahasiswa Ubah Kepedulian Lingkungan Jadi Aksi Nyata
Masta-PMB UMKU 2026/2027 Dimulai, Mahasiswa Baru Siap Bergerak dan Berkarya
Wabup Kaimana Hadiri Wisuda UIN Sunan Kudus, Apresiasi Beasiswa Penuh bagi Mahasiswa Papua Barat
Kuliah Sambil Jadi Atlet, Evyta Novellia Persembahkan Prestasi di Taekwondo
Mahasiswa UMK Angkat Batik Pesisir Muria Lewat Produk Fashion Ramah Lingkungan
Proposal GOMENTHOK UMK Lolos Pendanaan Nasional, Dorong Pendidikan Kesetaraan Gender Sejak Dini
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Bukan Kaleng-Kaleng, Mahasiswi Bisnis Digital UMKU Borong 3 Prestasi Nasional

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Refleksi September Hitam, DEMA Fakultas Syariah UIN Sunan Kudus Kritik Jejak Rezim Militer

Sabtu, 12 September 2026 - 19:40 WIB

BLDF Gandeng UMK Dorong Mahasiswa Ubah Kepedulian Lingkungan Jadi Aksi Nyata

Senin, 7 September 2026 - 21:51 WIB

Masta-PMB UMKU 2026/2027 Dimulai, Mahasiswa Baru Siap Bergerak dan Berkarya

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:26 WIB

Wabup Kaimana Hadiri Wisuda UIN Sunan Kudus, Apresiasi Beasiswa Penuh bagi Mahasiswa Papua Barat

Berita Terbaru