Jurnalpantura.id, Kudus – Sekelompok mahasiswa dari kelompok 2 kelas B4TMR Program Studi Tadris Matematika UIN Sunan Kudus berhasil mengembangkan dua inovasi media pembelajaran matematika, yaitu alat peraga PASPLDV dan platform e-learning MAPETA.
Pengembangan ini dilakukan pada semester genap Tahun Akademik 2025/2026 sebagai solusi nyata atas problem pembelajaran pada mata kuliah Bahan dan Media Ajar Matematika.
Media pembelajaran ini dikembangkan untuk membantu siswa dalam memahami materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) yang selama ini masih dianggap cukup sulit oleh sebagian siswa.
Dalam materi SPLDV tidak hanya menuntut kemampuan berhitung, tetapi juga pemahaman konsep serta ketepatan dalam menentukan langkah penyelesaian.
Sebelum mengembangkan media pembelajaran, para mahasiswa terlebih dahulu melakukan observasi di MTs Miftahut Tholibin pada April 2026.
Kegiatan tersebut dilakukan melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru matematika, serta penyebaran angket kepada siswa. Observasi ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan pembelajaran matematika di sekolah, khususnya pada materi SPLDV.
Berdasarkan data angket terhadap siswa kelas VIII, ditemukan fakta bahwa mayoritas siswa menganggap matematika sebagai pelajaran yang sulit.
Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) dan Aljabar menempati urutan tertinggi sebagai materi yang paling momok bagi siswa, dengan persentase kesulitan masing-masing mencapai 37,5% dan 33,3%.
Guru Matematika MTs NU Miftahut Tholibin, Ibu Putri Ani, S.Pd., mengungkapkan bahwa materi yang bersifat abstrak seperti persamaan sering kali membuat siswa bingung karena lemahnya kemampuan dasar aritmetika dan kurangnya visualisasi konkret dalam proses belajar mengajar
Menanggapi kebutuhan tersebut, mahasiswa menciptakan PASPLDV, sebuah alat peraga fisik yang dirancang khusus untuk memvisualisasikan konsep SPLDV secara konkret. Melalui alat ini, siswa tidak sekadar menghafal rumus, melainkan dapat melihat langsung hubungan antarvariabel dan proses penyelesaian langkah demi langkah.
“Kami menemukan bahwa 38,9% siswa lebih mudah memahami matematika jika dibantu alat peraga atau benda nyata. Oleh karena itu, PASPLDV hadir untuk mengubah materi abstrak ini menjadi pengalaman belajar yang lebih visual dan interaktif,” ujar Siti Aisyah, salah satu mahasiswa pengembang.
Selain alat peraga, mahasiswa juga mengembangkan MAPETA, sebuah media pembelajaran berbasis e-learning yang memuat materi pembelajaran, contoh soal, latihan, dan aktivitas interaktif. Media ini dapat diakses secara daring dan fleksibel sehingga para siswa memiliki kesempatan belajar tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga secara mandiri di luar kelas
Langkah inovatif mahasiswa ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari pihak madrasah.
Kepala MTs NU Miftahut Tholibin, Bapak Noor Anis, S.Ag., M.Si., menyatakan bahwa sekolah sangat terbuka terhadap kehadiran media pembelajaran berbasis teknologi baru buatan mahasiswa.
“Fasilitas sekolah seperti proyektor dan lab komputer sudah memadai, namun tantangannya adalah bagaimana menghadirkan metode yang membuat anak senang. Kami sangat berterima kasih atas inovasi dari mahasiswa UIN ini. Ini adalah terobosan yang membuat matematika tidak lagi menjadi momok yang menakutkan bagi anak-anak,” tutur Bapak Noor Anis saat diwawancarai.
Melalui kolaborasi nyata antara mahasiswa dan sekolah ini, kehadiran PASPLDV dan MAPETA diharapkan mampu mendobrak kejenuhan belajar, meningkatkan keaktifan siswa di kelas, serta menjadi alternatif media pembelajaran matematika yang efektif, menyenangkan, dan tepat sasaran.










