Jurnalpantura.id, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus mendorong pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar hingga ke mancanegara. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui pembinaan ekspor bagi pelaku usaha yang digelar pada Selasa, 29/9/2026.
Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai peluang dan berbagai hal yang perlu dipersiapkan untuk memasuki pasar internasional.
Pemkab Kudus melihat potensi produk lokal cukup besar untuk dikembangkan menjadi komoditas ekspor.
Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Fitrianto, menyampaikan pembinaan tersebut dilaksanakan lantaran banyak produk buatan pelaku usaha Kudus memiliki kualitas serta karakteristik yang menarik.
“Dari Dinas Perdagangan Kudus melaksanakan kegiatan pembinaan ekspor bagi pelaku usaha di Kudus, karena kami melihat bahwa produk-produk usaha dari pelaku usaha di Kudus sangat berkualitas dan unik,” ujar Fitrianto.
Menurut Fitrianto, perluasan pasar menjadi semakin penting di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan. Ketika daya beli masyarakat mengalami penurunan, pelaku usaha perlu mencari peluang pasar baru agar kegiatan usahanya tetap dapat berkembang.
“Kami berinisiatif, manakala nanti dalam kondisi ekonomi saat ini masih sulit, daya beli menurun, ini ada kesempatan yaitu menggarap pasar melalui ekspor,” katanya.
Pembinaan ekspor tersebut diikuti puluhan pelaku usaha secara langsung. Sebanyak 35 peserta hadir dalam kegiatan tatap muka, sedangkan peserta lainnya mengikuti pembinaan secara daring melalui Zoom Meeting karena kapasitas peserta yang hadir secara langsung terbatas.
Untuk memperkuat materi pembinaan, Dinas Perdagangan Kudus menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi di bidang ekspor.
Narasumber tersebut berasal dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Jawa Tengah serta perwakilan Trade Export Surabaya yang berada dalam binaan Kementerian Perdagangan.
Fitrianto berharap pembinaan tersebut tidak berhenti pada pemberian materi, tetapi mampu mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produknya.
Dengan demikian, produk yang selama ini hanya menyasar pasar lokal dapat memiliki peluang untuk menjangkau konsumen di luar negeri.
“Harapannya memang pelaku usaha ada support kembali, semangat untuk meningkatkan usahanya agar naik kelas, yang semula hanya tingkat lokal ini bisa menarik di tingkat global,” jelasnya.
Dinas Perdagangan Kudus juga menyiapkan langkah lanjutan bagi pelaku usaha yang berminat mengembangkan pasar ekspor. Setelah pembinaan, pihaknya akan melakukan pemantauan sekaligus memberikan pendampingan, terutama berkaitan dengan perizinan dan legalitas usaha.
“Produk yang menjadi sasaran pembinaan cukup beragam, mulai dari sektor fesyen, kriya, hingga produk nonkriya,” tambahnya.
Selain pendampingan secara langsung, Pemkab Kudus akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk membantu mempromosikan produk potensial melalui portal pemasaran produk ekspor.
Upaya tersebut diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk bagi produk ekonomi kreatif yang selama ini belum banyak tersentuh pasar internasional. (J05/A01)










