Gelontorkan Rp 5 Miliar, PT Djarum Bangun 100 RSLH di Kudus

- Jurnalis

Kamis, 12 Desember 2024 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu RSLH di Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus (Foto:istimewa)

Salah satu RSLH di Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus (Foto:istimewa)

Jurnalpantura.id, Kudus – Program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH), menjadi bukti PT Djarum dalam pengentasan kemiskinan ekstrem (PKE) di Jawa Tengah.

Kali ini PT Djarum & Kopi Tubruk Gadjah merenovasi dan membangun ulang 100 hunian yang berada di Kabupaten Kudus dengan total biaya lebih dari Rp5 miliar.

Jumlah anggaran tersebut terbagi untuk masing-masing rumah berkisar Rp53 juta.

Penerima bantuan RSLH, tersebar di 9 kecamatan yang terdiri dari 19 rumah di Kecamatan Undaan, 16 rumah di Kecamatan Gebog, 16 rumah di Kecamatan Bae, 14 rumah di Kecamatan Kaliwungu, 11 rumah di Kecamatan Jati, 8 rumah di Kecamatan Mejobo, 6 rumah di Kecamatan Kota Kudus, 5 rumah di Kecamatan Dawe, dan 5 rumah di Kecamatan Jekulo.

Salah satu penerima bantuan program RSLH PT Djarum ialah Noor Huda dari Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog. Meski difabel, dalam kesehariannya ia gigih mencari rezeki dengan berprofesi sebagai tukang cukur. Huda merasa bersyukur kini huniannya menjadi nyaman dan aman untuk ditempati.

“Sebelumnya rumah saya kurang layak ditempati karena seperti mau roboh. Kalau hujan angin itu sedih, air pada masuk. Rumah ini cuma kamar satu dan ruang tamu ditempati sama saya, istri, dan dua anak. Dengan bantuan ini saya bersyukur banget alhamdulillah. Sekarang tidur jadi nyenyak sekeluarga, berbeda jauh banget. Sekarang di plafon dan sudah tidak bocor. Terima kasih kepada PT Djarum semoga semakin sukses dan bermanfaat bagi semua orang yang membutuhkan,” ujar Huda usai serah terima simbolis dari PT Djarum kepada penerima bantuan RSLH yang diselenggarakan pada Kamis, 1212/2024 di Pendopo Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Deputy General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto simbolis menyerahkan sertifikat RSLH kepada warga (Foto:istimewa)

Seremoni tersebut juga turut dihadiri oleh Penjabat (Pj) Bupati Kudus Muhamad Hasan Chabibie, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kudus, jajaran pemerintah kabupaten bersama dinas terkait, serta perwakilan dari kecamatan dan desa setempat.

Pj Bupati Kudus Muhamad Hasan Chabibie menyambut positif konsistensi PT Djarum dalam program RSLH sebagai upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kudus.

Ia berharap agar para penerima bantuan dapat merasakan manfaat dan bisa hidup lebih baik. Di samping itu, ke depannya program ini dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat kurang mampu dan berjalan secara berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi langkah nyata dan kepedulian PT Djarum untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di Kabupaten Kudus. Melalui program RSLH ini, kami harap penerima bantuan dapat lebih produktif dan ke depannya semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat ini. Sehingga mereka yang berpenghasilan rendah dapat merasakan hunian yang aman, sehat, dan nyaman,” ungkap Hasan.

Baca Juga :  Digeber Mulai Hari Ini, Sub Pin Polio Putaran Kedua di Kudus Sasar 97.018 Anak

Sementara itu, Deputy General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto mengatakan program kolaboratif RSLH yang dijalankan bersama Bappeda Kab. Kudus dan Dinas PKPLH Kab. Kudus ini merupakan kelanjutan dari Juli 2024 lalu, yang merenovasi dan membangun ulang 80 rumah di Kabupaten Kudus dengan total anggaran tak kurang dari Rp4 miliar.

Pj Bupati Kudus Muhammad Hasan Chabibie (Foto:istimewa)

Lewat program ini, PT Djarum melakukan bedah rumah sehingga hunian tersebut memenuhi tiga hal dasar yakni Sehat, Aman, dan Nyaman.

“Program renovasi rumah ini tak lepas dari upaya PT Djarum untuk ambil bagian dalam program pengentasan kemiskinan ekstrem agar masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan memiliki rumah yang layak huni. Khusus di Kudus yang merupakan kantor pusat kami, kegiatan ini adalah upaya PT Djarum dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat Kota Kretek,” ucap Budiharto.

Selain PT Djarum, bantuan RSLH kali ini juga berasal dari Kopi Tubruk Gadjah. Adapun rinciannya yaitu sebanyak 76 rumah dari PT Djarum, dan 24 rumah dari Kopi Tubruk Gadjah (PT Sumber Kopi Prima). Di samping itu, juga berkolaborasi dengan Bappeda Kab. Kudus dan Dinas PKPLH Kab. Kudus.

Program ini menerapkan total intervensi sehingga penerima bantuan tidak perlu mengeluarkan biaya sama sekali untuk proses pembangunan, serta melibatkan masyarakat di lingkungan sekitar dalam proses pembangunan.

“Ini merupakan bentuk komitmen dari PT Djarum untuk menyukseskan program RSLH. Secara bertahap dan berkelanjutan, kami akan terus menjalankan program ini di berbagai kabupaten Jawa Tengah agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat. Kami beraharap agar program tahun depan berjalan lancar dan tepat sasaran,” pungkas Budiharto.

Sejak tahun 2022, tercatat PT Djarum lebih dulu telah melakukan renovasi maupun membangun ulang sebanyak 270 rumah di berbagai kabupaten di Jawa Tengah.

Program ini telah menyasar empat kabupaten yaitu Kudus (215 rumah), Pemalang (20 rumah), Blora (15 rumah), Demak (10 rumah), Rembang (5 rumah) dan Grobogan (5 rumah).

Di tahun 2025, PT Djarum berencana melanjutkan program RSLH ke 350 rumah yang meliputi 300 rumah di Kudus (200 rumah dari PT Djarum dan 100 rumah dari Polytron), 30 rumah di sekitar Kudus, 20 rumah di Jawa Tengah. (J02/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 236 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru