IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

- Jurnalis

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IGD RSUD dr Loekmonohadi Kudus dipadati pasien. (Foto: J05)

IGD RSUD dr Loekmonohadi Kudus dipadati pasien. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus mulai dipadati pasien seiring meningkatnya angka kesakitan sejak awal September 2026. Rata-rata kunjungan pasien ke IGD saat ini mencapai 32 hingga 40 orang per hari.

Plt Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, dr. Andini Aridewi mengatakan peningkatan kunjungan tersebut terlihat dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan, saat ditemui pada Selasa, 29/9/2026, terdapat 38 pasien yang sedang mendapatkan penanganan di IGD.

“Di IGD sendiri berkisar sekitar 32 sampai 40 rata-rata per harinya. Saat ini ada 38 pasien,” ujar Andini.

Menurutnya, meningkatnya kunjungan pasien sejalan dengan naiknya angka kesakitan. Kasus yang ditangani cukup beragam, mulai dari penyakit jantung dan stroke hingga penyakit infeksi seperti bronkopneumonia, gangguan pernapasan, gastroenteritis dan tifus.

“Mulai awal September memang kasus kesakitannya tinggi, terutama kasus-kasus infeksius yang meningkat, seperti infeksi pernapasan dan infeksi pencernaan,” jelasnya.

Kepadatan pasien tidak hanya terjadi di IGD. Ruang rawat inap RSUD dr. Loekmono Hadi juga mengalami tingkat keterisian yang tinggi. Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit saat ini mencapai 84,4 persen dengan kondisi hampir seluruh unit perawatan terisi.

“Di semua unit rawat inap, baik alokasi anak maupun dewasa, termasuk ruangan untuk pasien, semuanya penuh,” kata Andini.

Baca Juga :  Jelang Idul Qurban, Forkopincam Blora Kompak Semprot Disinfektan ke Kandang Hewan Ternak

Untuk menghadapi tingginya jumlah pasien, rumah sakit mengoptimalkan seluruh fasilitas yang tersedia, termasuk tempat tidur dan stretcher. Proses pelayanan juga terus dipercepat, terutama bagi pasien yang kondisi medisnya sudah memungkinkan untuk menjalani perawatan di rumah.

“Yang memang sudah waktunya pulang bisa segera pulang, sehingga pasien yang membutuhkan bisa menempati ruangan tersebut,” terangnya.

Andini menyebut peningkatan kunjungan pasien pada September sebenarnya merupakan pola yang kerap terjadi setiap tahun.

Setelah mengalami penurunan pada Juni dan Juli, jumlah kunjungan biasanya mulai meningkat pada Agustus dan berlanjut hingga beberapa bulan berikutnya.

“Biasanya yang tinggi itu mulai September sampai Februari. September biasanya mulai naik, kemudian Oktober, November, Desember, Januari, dan biasanya Februari cukup tinggi,” ungkapnya.

Meski tingkat kunjungan dan keterisian ruang cukup tinggi, RSUD dr. Loekmono Hadi memastikan pelayanan terhadap pasien tetap dilakukan.

Pasien yang masih dapat ditangani akan diterima, sedangkan apabila kapasitas tidak memungkinkan, rumah sakit akan memberikan penjelasan dan mempertimbangkan rujukan.

Untuk pasien dalam kondisi sangat darurat dengan kebutuhan layanan yang tersedia di RSUD, penanganan tetap menjadi prioritas. Selain melayani warga Kudus, rumah sakit juga menerima pasien rujukan dari sejumlah daerah sekitar.

“Tapi untuk sejauh ini belum ada pasien yang kita tolak,” tukasnya. (J05/A01)

Berita Terkait

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Kudus Jadi Magnet Persalinan, Lebih dari 1.000 Ibu Datang dari Luar Daerah
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru