Jurnalpantura.id, Kudus — Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mulai menguji kesesuaian data para kandidat tenaga kesehatan (nakes) teladan tahun 2026 melalui tahapan verifikasi langsung di lapangan.
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari serangkaian proses seleksi ketat yang sebelumnya telah menyaring puluhan peserta dari berbagai kategori profesi medis.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Nuryanto, menjelaskan bahwa kunjungan lapangan ini bertujuan untuk mencocokkan dokumen administrasi serta materi paparan yang telah disampaikan peserta dengan fakta di tengah masyarakat.
Tim penilai khusus diterjunkan guna melihat secara objektif rekam jejak pengabdian para nakes di wilayah tugas masing-masing.
“Kemarin secara administrasi sudah lulus, kemudian paparan juga sudah lulus. Hari ini kita melakukan kunjungan penilaian telusur di lapangan, apakah yang dipaparkan itu benar dan sesuai atau tidak,” ujar Nuryanto, Selasa, 22/9/2026.
Dalam proses verifikasi ini, tim penilai tidak hanya menggali keterangan dari kandidat bersangkutan, melainkan juga melibatkan lintas sektoral di tingkat akar rumput.
Informasi penting turut dikumpulkan langsung dari kepala desa, unsur TNI seperti Babinsa, relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana), hingga warga sekitar tempat nakes tersebut bertugas.
Ketentuan penilaian dirancang seketat mungkin untuk memastikan sosok yang keluar sebagai pemenang benar-benar figur paripurna.
Aspek yang dinilai tidak hanya berfokus pada kecakapan teknis medis, tetapi juga menyangkut kemampuan sosial, etika profesi, serta keramahan dalam melayani masyarakat.
“Yang pertama dari administrasi, kemudian paparan, dan telusur. Dari telusur juga harus memenuhi syarat, misalnya bisa bekerja sama dengan masyarakat, kiprahnya diterima masyarakat, tidak ada permasalahan, termasuk etika dan keramahan di masyarakat,” jelasnya.
Ajang pencarian nakes teladan tahun ini mencakup lima kategori utama, yakni dokter, apoteker, bidan, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya seperti ahli gizi atau sarjana kesehatan masyarakat.
Dari total pendaftar yang lolos tahap awal, tercatat ada tiga kandidat dokter, dua apoteker, enam bidan, empat perawat, serta empat nakes bidang kesehatan lainnya.
Salah satu titik fokus peninjauan lapangan dilakukan pada kandidat bidan desa bernama Umi Umroh yang bertugas di Desa Payaman, Kecamatan Mejobo.
Bidan tersebut dikenal aktif memimpin penanganan tanggap darurat bencana, meliputi mitigasi sebelum bencana, penanganan darurat, hingga pemeliharaan kesehatan warga pascabencana secara berkala.
“Setelah bencana kami melakukan kunjungan rumah lagi terhadap ibu hamil, ibu menyusui dan lansia. Pusling tetap berjalan di daerah bencana seminggu sekali. Kami juga melakukan pemeriksaan air untuk menghindari wabah penyakit,” terang Umi Umroh.
Rangkaian seleksi tingkat kabupaten ini diproyeksikan rampung menjelang pengumuman resmi pemenang yang dirangkai bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) pada 12 November 2026 mendatang.
Dari masing-masing kategori, dewan juri nantinya hanya akan menetapkan satu orang nakes terbaik sebagai wakil resmi Kabupaten Kudus.
Para peraih predikat nakes teladan tingkat kabupaten selanjutnya dipersiapkan secara matang untuk melangkah ke ajang serupa di tingkat Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2027.
Langkah pembinaan ini sekaligus menjadi momentum kebangkitan program penghargaan nakes setelah sempat mengalami kevakuman operasional selama kurun waktu 2024 hingga 2025 akibat keterbatasan durasi dan respons teknis. (J05/A01)










