Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

- Jurnalis

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Uji kesesuaian data para kandidat tenaga kesehatan (nakes) teladan tahun 2026 melalui tahapan verifikasi langsung di lapangan. (Foto: JP)

Uji kesesuaian data para kandidat tenaga kesehatan (nakes) teladan tahun 2026 melalui tahapan verifikasi langsung di lapangan. (Foto: JP)

Jurnalpantura.id, Kudus — Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mulai menguji kesesuaian data para kandidat tenaga kesehatan (nakes) teladan tahun 2026 melalui tahapan verifikasi langsung di lapangan.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari serangkaian proses seleksi ketat yang sebelumnya telah menyaring puluhan peserta dari berbagai kategori profesi medis.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Nuryanto, menjelaskan bahwa kunjungan lapangan ini bertujuan untuk mencocokkan dokumen administrasi serta materi paparan yang telah disampaikan peserta dengan fakta di tengah masyarakat.

Tim penilai khusus diterjunkan guna melihat secara objektif rekam jejak pengabdian para nakes di wilayah tugas masing-masing.

“Kemarin secara administrasi sudah lulus, kemudian paparan juga sudah lulus. Hari ini kita melakukan kunjungan penilaian telusur di lapangan, apakah yang dipaparkan itu benar dan sesuai atau tidak,” ujar Nuryanto, Selasa, 22/9/2026.

Dalam proses verifikasi ini, tim penilai tidak hanya menggali keterangan dari kandidat bersangkutan, melainkan juga melibatkan lintas sektoral di tingkat akar rumput.

Informasi penting turut dikumpulkan langsung dari kepala desa, unsur TNI seperti Babinsa, relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana), hingga warga sekitar tempat nakes tersebut bertugas.

Ketentuan penilaian dirancang seketat mungkin untuk memastikan sosok yang keluar sebagai pemenang benar-benar figur paripurna.

Aspek yang dinilai tidak hanya berfokus pada kecakapan teknis medis, tetapi juga menyangkut kemampuan sosial, etika profesi, serta keramahan dalam melayani masyarakat.

“Yang pertama dari administrasi, kemudian paparan, dan telusur. Dari telusur juga harus memenuhi syarat, misalnya bisa bekerja sama dengan masyarakat, kiprahnya diterima masyarakat, tidak ada permasalahan, termasuk etika dan keramahan di masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :  Angin Kencang Terjang Undaan Kudus, 6 Rumah di Desa Medini Rusak

Ajang pencarian nakes teladan tahun ini mencakup lima kategori utama, yakni dokter, apoteker, bidan, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya seperti ahli gizi atau sarjana kesehatan masyarakat.

Dari total pendaftar yang lolos tahap awal, tercatat ada tiga kandidat dokter, dua apoteker, enam bidan, empat perawat, serta empat nakes bidang kesehatan lainnya.

Salah satu titik fokus peninjauan lapangan dilakukan pada kandidat bidan desa bernama Umi Umroh yang bertugas di Desa Payaman, Kecamatan Mejobo.

Bidan tersebut dikenal aktif memimpin penanganan tanggap darurat bencana, meliputi mitigasi sebelum bencana, penanganan darurat, hingga pemeliharaan kesehatan warga pascabencana secara berkala.

“Setelah bencana kami melakukan kunjungan rumah lagi terhadap ibu hamil, ibu menyusui dan lansia. Pusling tetap berjalan di daerah bencana seminggu sekali. Kami juga melakukan pemeriksaan air untuk menghindari wabah penyakit,” terang Umi Umroh.

Rangkaian seleksi tingkat kabupaten ini diproyeksikan rampung menjelang pengumuman resmi pemenang yang dirangkai bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) pada 12 November 2026 mendatang.

Dari masing-masing kategori, dewan juri nantinya hanya akan menetapkan satu orang nakes terbaik sebagai wakil resmi Kabupaten Kudus.

Para peraih predikat nakes teladan tingkat kabupaten selanjutnya dipersiapkan secara matang untuk melangkah ke ajang serupa di tingkat Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2027.

Langkah pembinaan ini sekaligus menjadi momentum kebangkitan program penghargaan nakes setelah sempat mengalami kevakuman operasional selama kurun waktu 2024 hingga 2025 akibat keterbatasan durasi dan respons teknis. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Kudus Jadi Magnet Persalinan, Lebih dari 1.000 Ibu Datang dari Luar Daerah
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru