Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat

- Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 11:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris. (Foto: J05)

Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus mematangkan rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sunan Muria. Proyek yang diproyeksikan membutuhkan investasi sekitar Rp250 miliar itu kini memasuki tahap penjajakan dengan sejumlah calon investor.

Bupati Kudus Samani Intakoris mengatakan, sejauh ini sudah ada dua investor yang menyatakan ketertarikannya untuk ikut merealisasikan pembangunan rumah sakit tersebut. Namun, kedua pihak masih dalam tahap pembahasan bersama pemerintah daerah.

”Dua yang berminat. Kalau nilai investasinya hampir Rp 250 miliar,” kata Samani.

Pemkab Kudus masih melakukan kajian terhadap bentuk kerja sama yang nantinya diterapkan. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah skema build operate transfer (BOT), selain kemungkinan pola kemitraan lain yang tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan.

Jika kerja sama dengan investor terealisasi, pembiayaan pembangunan rumah sakit akan berasal dari pihak swasta. Kendati demikian, pemerintah daerah masih membuka kemungkinan memperoleh dukungan anggaran maupun bantuan dari pemerintah pusat.

”Skema yang sesuai dengan regulasi, ada BOT, ada kerja sama dan sebagainya, masih dikaji. Kalau jadi ya berarti dari swasta. Siapa tahu nanti dari pemerintah pusat juga ada dukungan,” jelas Samani.

Kepala DPMPTSP Kudus Mohammad Fitriyanto menuturkan, dua calon investor tersebut telah melakukan audiensi dengan Pemkab Kudus. Akan tetapi, proses tersebut belum sampai pada tahap penetapan mitra karena masih sebatas penjajakan awal.

Baca Juga :  UMKU Berikan Penyuluhan Kesehatan Penyakit Kronis Tidak Menular di Desa Pasuruhan Lor

Menurut Fitriyanto, masing-masing calon investor masih menyusun rencana investasi yang akan diajukan kepada pemerintah daerah. Proposal itu nantinya menjadi dasar bagi Pemkab Kudus untuk menilai kelayakan rencana pembangunan dan menentukan bentuk kerja sama yang paling sesuai.

”Mereka masih mengkaji, kami juga masih mengkaji. Pada prinsipnya kami menunggu proposalnya dari investor, biar nanti kita bisa melakukan kajian-kajian,” ungkap Fitriyanto.

Kedua calon investor diketahui merupakan perusahaan dalam negeri. Dari sejumlah skema yang dibahas, BOT menjadi salah satu alternatif yang dinilai dapat mengakomodasi rencana pembangunan sekaligus pengelolaan rumah sakit oleh pihak swasta.

Dalam skema tersebut, investor akan membangun dan mengoperasikan rumah sakit selama periode kerja sama yang disepakati. Setelah masa kerja sama berakhir, pengelolaan maupun aset dapat dialihkan kepada pemerintah daerah sesuai dengan isi perjanjian dan regulasi yang berlaku.

”Kalau sejauh ini yang paling aman BOT. Karena kalau BOT itu jangka waktunya bisa sampai 30 tahun, cuma lima tahun harus pembaruan,” ujar Fitriyanto.

Pemkab Kudus juga memastikan nama RSUD Sunan Muria masih menjadi pilihan untuk rumah sakit tersebut. Sementara itu, keputusan mengenai calon investor, pola kerja sama, hingga teknis pembangunan dan pengelolaan masih menunggu proposal serta hasil kajian lebih lanjut.

”Investor itu intinya ingin membangunkan sekaligus pengelolaan. Artinya Pemda hanya menyiapkan lahannya,” pungkasnya. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Kudus Jadi Magnet Persalinan, Lebih dari 1.000 Ibu Datang dari Luar Daerah
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru