Dukung Sport Tourism, D’tjolo Eco Park Bakal Sapa Wisatawan di Liburan Akhir Tahun

- Jurnalis

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

D'tjolo Eco Park Ditarget buka sebelum libur akhir tahun 2026.(Foto: J05)

D'tjolo Eco Park Ditarget buka sebelum libur akhir tahun 2026.(Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Pengembangan D’tjolo Eco Park di kawasan Lereng Muria, Kabupaten Kudus, tidak hanya diarahkan sebagai destinasi wisata alam dan edukasi.

Kawasan yang merupakan wajah baru Taman Ria Colo tersebut juga dipersiapkan untuk mendukung perkembangan sport tourism di Kabupaten Kudus.

Konsep sport tourism menjadi salah satu bagian yang diusung dalam pengembangan D’tjolo Eco Park. Perpaduan antara kondisi alam Lereng Muria dengan aktivitas olahraga diharapkan dapat memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang datang ke kawasan tersebut.

Manajer Operasional D’tjolo Eco Park, Pujiharto, mengatakan proses pembangunan dan penataan kawasan terus dilakukan. Saat ini, progres pengembangan D’tjolo Eco Park telah mencapai sekitar 20 persen dan sejumlah fasilitas mulai dipersiapkan untuk menunjang berbagai kegiatan.

“Minggu kemarin kebetulan kami ada event besar, UTMM (Ultra Trail Mount Muria). Gerbang entrance Alhamdulillah sudah bisa menyapa para peserta,” ujar Pujiharto, Rabu, 7/10/2026.

Menurutnya, pelaksanaan Ultra Trail Mount Muria (UTMM) menjadi salah satu gambaran bahwa kawasan Lereng Muria memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai lokasi kegiatan olahraga sekaligus wisata.

Keberadaan D’tjolo Eco Park nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu bagian dari ekosistem sport tourism di kawasan tersebut.

D’tjolo Eco Park juga menawarkan konsep wisata yang memadukan aktivitas rekreasi dengan panorama alam. Salah satu fasilitas yang tengah disiapkan yakni balon udara yang memungkinkan pengunjung menikmati pemandangan Pegunungan Muria, kawasan makam Sunan Muria hingga city light Kudus dari ketinggian.

Baca Juga :  Kunjungan di Meseum Kretek Kudus Meningkat setelah Debut di Serial Gadis Kretek

“D’tjolo sendiri akan menjadi destinasi baru yang cukup menjanjikan untuk layak dikunjungi. Kami mengadopsi beberapa yang sudah ada, di antaranya nanti ada balon udara yang fokusnya lebih melihat view Pegunungan Muria, makam Muria, dan city light,” jelasnya.

Selain mendukung aktivitas olahraga, kawasan tersebut juga akan dilengkapi berbagai wahana rekreasi seperti rainbow slide dan permainan anak.

Pengelola turut mempertahankan area perkemahan yang sudah ada sehingga dapat menjadi ruang bagi wisatawan maupun komunitas untuk melakukan aktivitas luar ruang di kawasan Lereng Muria.

Dari sisi edukasi dan konservasi, D’tjolo Eco Park juga akan memperkenalkan flora dan fauna khas Muria. Pengelola berencana mempertahankan tanaman endemik serta mengupayakan keberadaan rusa dan aneka burung sebagai bagian dari konsep wisata berbasis alam.

“Kalau flora dan fauna, untuk tanaman kami mempertahankan tanaman endemik khas Muria. Untuk hewan, kalau bisa kami upayakan rusa endemik Muria, serta aneka burung yang kita lestarikan,” kata Pujiharto.

Untuk mendukung kenyamanan peserta kegiatan olahraga maupun wisatawan, pengelola juga menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung, seperti gazebo, kamar mandi, musala, kafe dan restoran.

D’tjolo Eco Park juga akan dikembangkan dalam paket wisata bersama Pijar Park, termasuk perjalanan menggunakan jip dari Pijar Park menuju D’tjolo Eco Park.

Pengelola menargetkan soft opening pada Desember 2026, sehingga kawasan tersebut dapat mulai menjadi salah satu pilihan destinasi sport tourism dan wisata alam saat momentum libur akhir tahun. (J05/A01)

Berita Terkait

Revitalisasi Museum Kretek dan Patiayam, Kunjungan Ditutup hingga Akhir Desember 2026
Konservasi Trip di Waduk Logung, Wisatawan Diajak Petualangan Sambil Tebar Benih Ikan
Investor Siapkan Wajah Baru Museum Kretek Garden Kudus, Ada Bumper Car hingga City Tour
Dua Museum di Kudus Dapat Anggaran Rp 5 Miliar untuk Revitalisasi, Fokus pada Narasi Sejarah
Bukan Wisata Syariah, Kudus Mantapkan Konsep “Muslim Friendly” Sambut Pariwisata 2027
Dinilai Tak Terurus, Disbudpar Kudus Berencana Pulangkan Joglo Pencu dari Maerokoco
Investor Siap Kelola Sebagian Kawasan Museum Kretek Kudus, PKL Akan Ditata
Pemkab Kudus Kaji Ulang Sewa Museum Kretek, Hanya Sejumlah Wahana Dibuka untuk Investor
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Revitalisasi Museum Kretek dan Patiayam, Kunjungan Ditutup hingga Akhir Desember 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Dukung Sport Tourism, D’tjolo Eco Park Bakal Sapa Wisatawan di Liburan Akhir Tahun

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Konservasi Trip di Waduk Logung, Wisatawan Diajak Petualangan Sambil Tebar Benih Ikan

Selasa, 29 September 2026 - 18:06 WIB

Investor Siapkan Wajah Baru Museum Kretek Garden Kudus, Ada Bumper Car hingga City Tour

Senin, 28 September 2026 - 13:51 WIB

Dua Museum di Kudus Dapat Anggaran Rp 5 Miliar untuk Revitalisasi, Fokus pada Narasi Sejarah

Berita Terbaru