Jurnalpantura.id, Kudus — Kawasan Museum Kretek di Kabupaten Kudus akan dikembangkan dengan konsep baru oleh investor yang kini resmi mengelola sebagian area wisata tersebut.
Penataan ditargetkan mulai dilakukan pada 1 Oktober 2026 dan diarahkan untuk menjadikan kawasan itu sebagai salah satu pusat wisata unggulan di Kudus.
Area yang masuk dalam pengelolaan investor nantinya akan mengusung nama Museum Kretek Garden. Penataan akan dipusatkan pada sejumlah fasilitas, terutama kawasan kolam renang atau waterpark hingga area parkir yang dinilai perlu mendapat pembenahan.
Meski demikian, tidak seluruh kawasan Museum Kretek akan mengalami perubahan. Ruang Pamer Museum Kretek, Bioskop, Techno Park, serta Rumah Adat Joglo Pencu tetap dipertahankan dan masih berada di bawah pengelolaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus.
Manajer Museum Kretek Garden, Pujiharto, mengatakan tahap awal pengembangan akan diarahkan untuk memperbaiki sejumlah fasilitas yang membutuhkan penataan. Waterpark menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian utama dalam tahap awal tersebut.
“Untuk progres awal, penataan kami akan lebih fokus di waterpark. Ada beberapa fasilitas yang memang harus segera kami tata ulang,” ujar Pujiharto, Selasa, 29/9/2026.
Selain membenahi wahana permainan air, pengelola juga menyiapkan pemanfaatan ruang terbuka di kawasan tersebut untuk berbagai kegiatan. Salah satu konsep yang tengah disiapkan yakni penyelenggaraan wedding party dengan memanfaatkan area terbuka di sekitar waterpark.
Pengembangan juga akan dilakukan di kawasan Museum Kretek Garden yang memiliki luas sekitar 2,5 hektare. Manajemen bahkan tengah menjajaki rencana menghadirkan layanan City Tour dengan menggandeng komunitas otomotif Volkswagen (VW) untuk memperluas pengalaman wisatawan selama berada di Kudus.
“Kami sedang melakukan proses lobi agar Kota Kudus segera memiliki City Tour sendiri,” kata Pujiharto.
Konsep tersebut nantinya tidak hanya mengajak wisatawan berkeliling Museum Kretek Garden, tetapi juga mengenalkan sejumlah destinasi ikonik di Kabupaten Kudus.
Salah satu lokasi yang masuk dalam rencana perjalanan City Tour yakni kawasan Menara Kudus dan Kauman.
“Kudus kan kaya. Salah satu City Tour yang kami rencanakan ada ikon Menara Kudus. Nanti akan kami komunikasikan agar turis bisa menikmati dan tahu tentang Menara Masjid dan budaya Kanjeng Sunan Kudus dengan peradaban di sekitarnya,” jelasnya.
Untuk meningkatkan daya tarik kunjungan, pengelola juga menyiapkan agenda rutin setiap akhir pekan. Kegiatan yang direncanakan meliputi kontes burung berkicau, pertunjukan musik, serta berbagai pagelaran seni dan budaya lokal.
Selain itu, sejumlah wahana baru seperti komidi putar dan boom boom car atau bumper car juga dipersiapkan untuk menambah pilihan hiburan bagi pengunjung.
“Kami berusaha melengkapi kawasan ini dengan permainan baru yang menarik konsumen. Langkah awal ini akan kami kebut sampai akhir tahun,” ungkap Pujiharto.
Dalam skema pengelolaan yang disiapkan, pengunjung nantinya tidak dikenakan tiket masuk kawasan secara umum.
“Jadi nanti tiket masuk Portal itu kami gratiskan, untuk tiket nanti per vendor-vendor atau per wahana,” terangnya. (J05/A01)










