Investor Siap Kelola Sebagian Kawasan Museum Kretek Kudus, PKL Akan Ditata

- Jurnalis

Jumat, 18 September 2026 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PKL depan Museum Kretek, Foto: JP

PKL depan Museum Kretek, Foto: JP

Jurnalpantura.id, Kudus —  Sebagian kawasan Museum Kretek Kudus disiapkan untuk dikelola pihak investor. Seiring rencana kerja sama tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus juga akan melakukan penataan terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di sekitar depan museum.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Abdul Halil mengatakan, rencana kerja sama dengan pihak ketiga tersebut kini masih dalam tahap penyusunan draf kesepakatan.

Investor yang akan terlibat merupakan pihak swasta asal Kudus. Proses kerja sama telah memasuki tahap persiapan menuju penandatanganan kesepakatan, meski hingga saat ini nota kesepahaman atau MoU belum ditandatangani.

“Betul, Museum Kretek sudah ada investor (pihak ketiga), sudah akan melakukan penandatanganan kesepakatan,” kata Halil, Kamis (17/9/2026).

Menurut Halil, kerja sama tersebut tidak mencakup seluruh kawasan Museum Kretek. Sejumlah fasilitas utama tetap berada dalam pengelolaan Disbudpar Kudus, di antaranya bangunan Museum Kretek, rumah adat, serta area di sebelahnya.

Adapun bagian kawasan yang akan disewakan kepada investor berada di sisi timur museum. Area tersebut meliputi waterboom hingga halaman timur yang nantinya juga dimanfaatkan sebagai tempat parkir.

“Yang disewa investor itu waterboom ke timur termasuk halaman bagian timur,” ujarnya.

Besaran nilai sewa kawasan tersebut telah ditentukan berdasarkan hasil kajian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Berdasarkan kajian tersebut, nilai sewanya diperkirakan mencapai sekitar Rp353 juta per tahun.

Rencana kerja sama dengan investor turut berkaitan dengan keberadaan PKL yang selama ini berjualan di depan Museum Kretek. Pemkab Kudus menyatakan keberadaan para pedagang tetap menjadi perhatian dalam proses penataan kawasan.

Baca Juga :  Bupati Dan Wakil Bupati Blora Kenakan Kostum Wayang Orang

Halil menegaskan, penataan PKL tidak dimaksudkan untuk menghilangkan mata pencaharian pedagang. Pemerintah akan mengatur keberadaan PKL yang sudah beraktivitas di kawasan tersebut.

“Yang perlu digarisbawahi, kita tidak mengusir PKL tapi mengelola dan menata dari PKL yang sudah ada,” tegasnya.

Ia menambahkan, kegiatan perdagangan masyarakat masih dimungkinkan tetap berjalan. Namun, pola serta mekanisme penataannya belum ditetapkan dan masih akan dibahas bersama pihak-pihak terkait.

Pembahasan nantinya melibatkan pemerintah desa, Dinas Perdagangan (Disdag) Kudus, perwakilan PKL, Disbudpar Kudus, serta investor. Pemerintah ingin agar pola penataan kawasan dapat dirumuskan secara bersama.

“Sekali lagi kita tidak mengusir, tapi penataan dengan berbagai pihak. Seperti desa, Disdag, termasuk perwakilan PKL Museum juga investor merumuskan bareng-bareng,” jelasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdag Kudus Mohammad Fitriyanto mengakui adanya kekhawatiran dari kalangan PKL Museum Kretek terkait rencana penataan tersebut.

Menurutnya, para pedagang selama ini sudah merasa nyaman menjalankan aktivitas jual beli di lokasi tersebut sehingga muncul kekhawatiran ketika pemerintah mulai membahas penataan kawasan.

”Pada prinsipnya ada kekhawatiran dari teman-teman PKL di Museum Kretek, karena mereka merasa sudah nyaman di sana kemudian ada wacana penataan,” katanya.

Fitriyanto menegaskan, pembahasan yang dilakukan pemerintah masih sebatas penataan dan bukan penggusuran. Pemkab Kudus juga belum mengambil keputusan akhir karena rencana tersebut masih berada dalam tahap kajian awal. (J02/A01)

Berita Terkait

Konservasi Trip di Waduk Logung, Wisatawan Diajak Petualangan Sambil Tebar Benih Ikan
Investor Siapkan Wajah Baru Museum Kretek Garden Kudus, Ada Bumper Car hingga City Tour
Dua Museum di Kudus Dapat Anggaran Rp 5 Miliar untuk Revitalisasi, Fokus pada Narasi Sejarah
Bukan Wisata Syariah, Kudus Mantapkan Konsep “Muslim Friendly” Sambut Pariwisata 2027
Dinilai Tak Terurus, Disbudpar Kudus Berencana Pulangkan Joglo Pencu dari Maerokoco
Pemkab Kudus Kaji Ulang Sewa Museum Kretek, Hanya Sejumlah Wahana Dibuka untuk Investor
Gantikan Taman Ria Colo, D’tjolo Eco Park Padukan Taman Bunga, Wahana, dan Area Camping
Museum Patiayam Pernah Diserbu 7.000 Orang, Pemkab Kudus Ingin Tren Kunjungan Berlanjut
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Konservasi Trip di Waduk Logung, Wisatawan Diajak Petualangan Sambil Tebar Benih Ikan

Selasa, 29 September 2026 - 18:06 WIB

Investor Siapkan Wajah Baru Museum Kretek Garden Kudus, Ada Bumper Car hingga City Tour

Senin, 28 September 2026 - 13:51 WIB

Dua Museum di Kudus Dapat Anggaran Rp 5 Miliar untuk Revitalisasi, Fokus pada Narasi Sejarah

Rabu, 23 September 2026 - 14:39 WIB

Bukan Wisata Syariah, Kudus Mantapkan Konsep “Muslim Friendly” Sambut Pariwisata 2027

Rabu, 23 September 2026 - 14:22 WIB

Dinilai Tak Terurus, Disbudpar Kudus Berencana Pulangkan Joglo Pencu dari Maerokoco

Berita Terbaru