Bukan Wisata Syariah, Kudus Mantapkan Konsep “Muslim Friendly” Sambut Pariwisata 2027

- Jurnalis

Rabu, 23 September 2026 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Abdul Halil. (Foto: J05)

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Abdul Halil. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Guna menyongsong agenda besar pariwisata nasional pada tahun 2027, Pemerintah Kabupaten Kudus mengambil langkah proaktif dengan mulai mempersiapkan tata kelola destinasi serta fasilitas pendukung berkonsep pariwisata ramah muslim di berbagai sektor.

Dalam merintis program strategis ini, sejumlah pelaku usaha kuliner, destinasi rekreasi populer, hingga sektor perhotelan dan akomodasi di wilayah Kudus telah dipilih secara khusus untuk menjadi garda terdepan sebagai proyek percontohan (pilot project).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Abdul Halil, meluruskan pemahaman publik agar tidak salah mengartikan kebijakan tersebut.

Ia menegaskan bahwa konsep pariwisata ramah muslim tidak bertujuan mengubah total seluruh destinasi wisata yang ada menjadi kawasan wisata syariah.

“Wisata ramah muslim itu bukan terus seperti wisata syariah. Tetapi menyediakan fasilitas yang muslim friendly,” ujarnya, Rabu, 23/9/2026.

Abdul Halil merinci lebih lanjut bahwa fasilitas penunjang yang disiapkan meliputi penyediaan petunjuk arah kiblat beserta kitab suci di dalam kamar penginapan, penyediaan sarana tempat wudu yang representatif, hingga penataan fasilitas tertentu guna menjaga privasi pengunjung.

Sementara itu, Subkoordinator Promosi Wisata Disbudpar Kabupaten Kudus, Esti Aristiana Sukmawati, menjelaskan bahwa pihaknya telah menetapkan sejumlah titik strategis lintas sektor untuk mengawali langkah percontohan ini secara konkret.

Baca Juga :  Pecahkan Rekor Muri, IAIN Kudus Bentangkan Tulisan Shalawatan Asnawiyah Sepanjang 1,25 Km

Pada sektor kuliner, rumah makan Soto Djatmi dan GASASA dipercaya untuk ikut serta. Adapun dari sektor destinasi wisata, penunjukan jatuh pada Museum Jenang dan Kretek Waterpark, sementara sektor akomodasi diwakili oleh Hotel Sapphire dan Hotel Salimna.

“Lima itu yang kita jadikan pilot project. Nanti mudah-mudahan yang lain bisa mengikuti juga,” kata Esti.

Selain infrastruktur fisik dan akomodasi, jangkauan program ini juga menyentuh produk-produk lokal dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pemerintah memastikan adanya penguatan jaminan kehalalan produk guna memberikan rasa aman yang optimal bagi wisatawan.

Sebagai penyempurna ekosistem, Disbudpar Kudus turut memaksimalkan layanan informasi digital melalui pembaruan Tourism Information Center (TIC) online agar wisatawan dapat mengakses data lokasi, fasilitas, hingga rute peta secara lengkap dan mudah.

“Kita memperbarui informasi yang disampaikan di sana. Harapannya akan lebih komprehensif ketika diakses wisatawan, termasuk ada petunjuk dan maps sehingga wisatawan lebih mudah menuju destinasi,” harap Esti. (J05/A01)

Berita Terkait

Konservasi Trip di Waduk Logung, Wisatawan Diajak Petualangan Sambil Tebar Benih Ikan
Investor Siapkan Wajah Baru Museum Kretek Garden Kudus, Ada Bumper Car hingga City Tour
Dua Museum di Kudus Dapat Anggaran Rp 5 Miliar untuk Revitalisasi, Fokus pada Narasi Sejarah
Dinilai Tak Terurus, Disbudpar Kudus Berencana Pulangkan Joglo Pencu dari Maerokoco
Investor Siap Kelola Sebagian Kawasan Museum Kretek Kudus, PKL Akan Ditata
Pemkab Kudus Kaji Ulang Sewa Museum Kretek, Hanya Sejumlah Wahana Dibuka untuk Investor
Gantikan Taman Ria Colo, D’tjolo Eco Park Padukan Taman Bunga, Wahana, dan Area Camping
Museum Patiayam Pernah Diserbu 7.000 Orang, Pemkab Kudus Ingin Tren Kunjungan Berlanjut
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Konservasi Trip di Waduk Logung, Wisatawan Diajak Petualangan Sambil Tebar Benih Ikan

Selasa, 29 September 2026 - 18:06 WIB

Investor Siapkan Wajah Baru Museum Kretek Garden Kudus, Ada Bumper Car hingga City Tour

Senin, 28 September 2026 - 13:51 WIB

Dua Museum di Kudus Dapat Anggaran Rp 5 Miliar untuk Revitalisasi, Fokus pada Narasi Sejarah

Rabu, 23 September 2026 - 14:39 WIB

Bukan Wisata Syariah, Kudus Mantapkan Konsep “Muslim Friendly” Sambut Pariwisata 2027

Rabu, 23 September 2026 - 14:22 WIB

Dinilai Tak Terurus, Disbudpar Kudus Berencana Pulangkan Joglo Pencu dari Maerokoco

Berita Terbaru