Jurnalpantura.id, Kudus – Museum Kretek dan Museum Situs Purbakala Patiayam di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, ditutup sementara mulai Jumat, 23/10/2026.
Penutupan dilakukan untuk mendukung proses revitalisasi yang meliputi pembenahan fasilitas umum, perbaikan bangunan, serta penataan ulang interior dan koleksi museum.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Abdul Halil, mengatakan, proses revitalisasi tersebut didukung anggaran dari pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.
Selama pengerjaan berlangsung, masyarakat belum dapat mengunjungi kedua museum tersebut.
“Ada pembenahan-pembenahan terkait dengan fasilitas umum yang ada di sana. Mungkin mohon maaf, kiranya masyarakat yang mau ke Museum Kretek maupun Patiayam ini tidak bisa berkunjung,” ujarnya, Jumat, 23/10/2026.
Kepala UPTD Museum dan Taman Budaya, Sudarman, menjelaskan, revitalisasi kedua museum tersebut mendapatkan dukungan melalui program Kementerian Kebudayaan dengan alokasi anggaran sekitar Rp 4 miliar.
Anggaran itu dibagi untuk masing-masing museum sebesar Rp 2 miliar, setelah sebelumnya diajukan usulan senilai Rp 5 miliar untuk keduanya.
“Kemarin usulannya kan Rp 5 miliar untuk dua museum, tapi jadinya masing-masing museum dialokasikan Rp 2 miliar,” kata Sudarman.
Di Museum Kretek, pembenahan meliputi perbaikan akses jalan masuk dan penataan sejumlah bagian interior. Selain itu, tata pamer koleksi akan diperbarui, termasuk penyusunan ulang alur cerita atau storyline serta jalur kunjungan agar lebih menarik dan mudah dipahami pengunjung.
Pengerjaan jalan masuk menggunakan paving juga direncanakan untuk meningkatkan kenyamanan akses menuju museum.
Sementara itu, revitalisasi Museum Situs Purbakala Patiayam mencakup pembenahan interior, fasilitas pendukung, dan perubahan tampilan depan bangunan. Penataan fasad tersebut dirancang untuk memperkuat karakter visual museum sekaligus menonjolkan identitas lokal Kudus.
“Kalau kita lihat, wajah bangunan ini seperti bangunan kolonial. Nanti mungkin diberi terakota, sebagai identitas Kudus,” jelas Sudarman.l
Selain menggunakan anggaran revitalisasi dari pemerintah pusat, Pemkab Kudus turut mengalokasikan dana melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sekitar Rp 360 juta untuk pengerjaan jalan paving menuju Museum Patiayam. Anggaran serupa juga disiapkan untuk perbaikan akses jalan di Museum Kretek.
“Anggaran untuk paving di Museum Kretek juga sekitar Rp 360 juta,” tuturnya.
Penataan kedua museum tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga pada peningkatan kualitas penyajian informasi sejarah dan koleksi.
Pembaruan alur kunjungan serta penyusunan cerita koleksi diharapkan dapat membantu pengunjung memahami materi pameran secara lebih terstruktur, sekaligus menjadikan museum sebagai sarana edukasi yang lebih menarik dan informatif.
Proses revitalisasi Museum Kretek dan Museum Situs Purbakala Patiayam dijadwalkan berlangsung hingga 25 Desember 2026. Selama pekerjaan konstruksi, koleksi museum akan diamankan agar terhindar dari risiko kerusakan.
Setelah revitalisasi rampung, kedua museum diharapkan kembali dibuka untuk masyarakat dengan fasilitas yang lebih baik, tampilan yang diperbarui, serta pengalaman kunjungan yang lebih nyaman. (J05/A01)










