Jurnalpantura.id, Kudus – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) yang tergabung dalam Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dan Organisasi Otonom (Ortom), menyalurkan ribuan liter air untuk warga Kabupaten Kudus yang terdampak kekeringan.
Bekerja sama dengan Kantor Layanan (KL) Lazismu UMKU serta Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kudus, mahasiswa UMKU menyalurkan air bersih untuk warga di wilayah Kecamatan Kaliwungu pada 15-18 Oktober 2026.
Aksi sosial itu dilaksanakan di 3 wilayah berbeda. Pada Kamis (15/10/2026) dropping air bersih untuk warga Desa Setrokalangan, pada Sabtu (17/10/2026) di Desa Papringan, dan pada Minggu (18/10/2026) air bersih untuk warga di Desa Mijen.
Koordinator kegiatan, Aji Yusman Saputro mengungkapkan, penyaluran air bersih itu dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial dan pengabdian UMKU kepada masyarakat, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan air bersih.
“Total bantuan air bersih yang sudah kami salurkan ada sekitar 24 ribu liter, masing-masing wilayah terdampak kekeringan mendapat 8 ribu liter,” ungkap Aji saat dimintai keterangan pada Selasa (20/10/2026).
Melalui aksi sosial ini ia berharap, bantuan yang diberikan bisa membantu dan meringankan kebutuhan masyarakat Kudus yang terdampak kekeringan di musim kemarau tahun ini
“Semoga hal yang kami lakukan ini makin memperkuat semangat kepedulian, solidaritas, dan gotong royong dalam membantu sesama,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat, hingga awal Oktober 2026, ada 7 desa di Kudus yang terdampak kekeringan.
Terdiri atas Desa Glagahwaru di Kecamatan Undaan, serta Dukuh Colo di Desa Colo, Kecamatan Dawe. Kemudian ada Desa Setrokalangan, Desa Kedungdowo, Desa Mijen, Desa Karangampel, dan Desa Kaliwungu di Kecamatan Kaliwungu.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, musim penghujan akan mulai mengguyur wilayah Jawa Tengah pada November 2026. (J05/A01)










