Angka Kasus Stunting di Kudus Turun pada Tahun 2023

- Jurnalis

Selasa, 12 Maret 2024 - 15:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Pengukuran lingkar kepala anak. (Foto:J05)

Ilustrasi. Pengukuran lingkar kepala anak. (Foto:J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Angka kasus stunting di Kabupaten Kudus mengalami penurunan pada tahun 2023. Angka kasus turun, baik itu berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) maupun Aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM).

Kabid Kesehatan Masyarakat pada DKK Kudus, Nuryanto menyampaikan, berdasarkan data SSGI, capaian angka stunting di tahun 2022 tercatat sekira 19 persen, kemudian mengalami penurunan di tahun 2023 menjadi 16,8 persen.

Sedangkan, trend di e-PPGBM yang dilakukan melalui penimbangan serentak di Kabupaten Kudus, mencatat adanya penurunan jumlah kasus stunting, dari tahun 2022 di angka 5 persen menjadi 4,05 persen di tahun 2023.

“Kalau untuk angkanya di e-PPBGM itu tahun 2022 ada sekitar 2.900-an anak stunting dan di 2023 ada sekitar 2.500-an, jadi mengalami penurunan,” katanya.

Nuryanto menyampaikan bahwa upaya spesifik untuk penanganan kasus stunting sudah dilakukan mulai dari hulu sampai hilir. Baik itu, melalui penguatan calon pengantin (catin), ibu hamil, maupun bayi yang dilahirkan.

Baca Juga :  Petugas Gabungan OKC 2021 Gelar Operasi Yustisi Tes Antigen di Demak

“Kita advokasi pula untuk ASI (air susu ibu) eksklusif untuk bayi usia 0-6 bulan agar diberikan oleh sang ibu. Apalagi, di Kudus kebanyakan kan karyawan pabrik, jadi kita kerjasama dengan perusahaan agar menyediakan kelonggaran bai ibu untuk memberikan ASI eksklusif,” terangnya.

Selain itu, DKK Kudus juga menguatkan program Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang akan menangani masalah kesehatan di seluruh siklus kehidupan. Mulai dari bayi lahir, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia.

Nuryanto berharap, angka stunting di Kabupaten Kudus bisa terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Dimana, untuk tahun 2024, pihaknya menargetkan angka stunting berdasarkan SSGI bisa dibawah standar nasional yakni 14 persen.

“Yang tahun 2023 masih 16,8 persen, harapan kami di 2024 memang dibawah 14 persen angka stuntingnya,” terangnya.

Sedangkan untuk kasus stunting berdasarkan e-PPGBM, pihaknya menargetkan bisa turun di bawah 4 persen untuk tahun 2024 ini. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 178 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru