Wabup Kudus Akan Safari Sekolah, Pantau Langsung Aksi Minum TTD untuk Pengentasan Anemia

- Jurnalis

Senin, 3 Maret 2025 - 14:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton. (Foto: JP)

Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton. (Foto: JP)

Jurnalpantura.id, Kudus – Anemia menjadi salah satu isu penting yang disorot oleh Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton, dalam acara Serah Terima Jabatan Bupati dan Ketua TP PKK di Pendapa Kabupaten Kudus, Senin, 3/2/2025.

Anemia merupakan kondisi di mana jumlah sel darah merah atau hemoglobin dalam tubuh lebih rendah dari normal, dapat mempengaruhi kesehatan tubuh secara signifikan dan juga berpotensi menjadi faktor penyebab stunting pada anak.

Bellinda menyatakan bahwa pengentasan stunting menjadi salah satu prioritas program pemerintah. Salah satu langkah preventif yang dianggap penting adalah memastikan calon ibu yang sehat, bebas dari anemia.

“Sesuai dengan program pemerintah yang sudah ada, pencegahan anemia kepada anak-anak remaja, khususnya putri, dapat dilakukan dengan meminum tablet tambah darah,” katanya.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Kudus telah mengimplementasikan program distribusi tablet tambah darah (TTD) bagi siswa, yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) melalui puskesmas di wilayah masing-masing.

TTD tersebut didistribusikan ke sekolah-sekolah dengan harapan para pelajar remaja, terutama yang berusia 12-18 tahun, dapat mengonsumsi tablet tersebut secara rutin setiap minggu.

Baca Juga :  Temui Hartomo, Perades Terpilih di Kudus Curhat Nasibnya ‘Terkatung-katung’

“Tapi pada kenyataannya, setelah dibagi tidak diminum, tapi bawa pulang oleh siswa-siswa itu,” ungkapnya.

Hal ini menjadi perhatian serius, karena tujuan utama pemberian TTD adalah untuk memastikan remaja mendapat asupan yang cukup guna mencegah anemia, yang berpotensi menyebabkan masalah kesehatan lebih lanjut.

Untuk memastikan keberhasilan program ini, Bellinda berencana untuk melakukan pemantauan langsung terhadap pelaksanaan program di sekolah-sekolah.

“Pekan ini atau habis lebaran akan muter, kita galakkan minum tablet tambah darah di sekolah. Kita koordinasi bersama Disdikpora untuk strategi agar tablet tambah darah diminum di sekolah, dan tidak dibawa pulang,” tandasnya.

Selain itu, Bellinda juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus dan DKK untuk melakukan safari sekolah sebagai langkah pemantauan pelaksanaan aksi minum TTD.

Upaya yang dilakukan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa dan orangtua mengenai pentingnya mengonsumsi TTD. Dengan begitu, diharapkan angka anemia di kalangan remaja dapat berkurang, yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap penurunan angka stunting di Kudus. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru