Pemulihan Rumput Alun-alun Simpang 7 Kudus Dimulai, Pemupukan dan Penyiraman Digenjot

- Jurnalis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas menyiram rumput di Alun-alun Simpang 7 Kudus sebagai upaya pemulihan kondisi vegetasi yang rusak akibat cuaca ekstrem dan tingginya intensitas kegiatan, Kamis (15/10/2026). Foto: JP

Petugas menyiram rumput di Alun-alun Simpang 7 Kudus sebagai upaya pemulihan kondisi vegetasi yang rusak akibat cuaca ekstrem dan tingginya intensitas kegiatan, Kamis (15/10/2026). Foto: JP

Jurnalpantura.id, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mulai mengintensifkan pemulihan rumput di Alun-alun Simpang 7 dengan meningkatkan penyiraman dan pemupukan. Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan kondisi ruang terbuka hijau yang mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem dan tingginya aktivitas di lapangan.

Perawatan tersebut dilaksanakan oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus. Selain faktor cuaca, penggunaan lapangan untuk berbagai kegiatan yang disertai pemasangan banyak tenda turut memengaruhi kondisi rumput di ikon Kota Kretek tersebut.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Ruang Terbuka Hijau (PPRTH) Dinas PKPLH Kudus, Mukhlisin, mengatakan penyiraman menjadi salah satu upaya utama dalam proses pemulihan. Petugas menjadwalkan penyiraman secara rutin pada pagi dan sore hari agar kebutuhan air rumput tetap terpenuhi.

“Tujuannya untuk mengembalikan kondisi rumput di alun-alun agar kembali hijau. Salah satu langkah yang kami lakukan adalah penyiraman pada pagi dan sore hari,” kata Mukhlisin, Kamis (15/10/2026).

Untuk mendukung upaya tersebut, Dinas PKPLH mengoperasikan tiga unit mobil tangki air. Selain itu, satu mobil tangki milik Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus juga diperbantukan untuk menyiram area rumput secara berkala.

Perawatan tidak hanya dilakukan dengan memasok air, tetapi juga melalui pemberian nutrisi tambahan. Petugas menggunakan kombinasi pupuk urea dan kompos organik untuk membantu merangsang pertumbuhan rumput sekaligus memperbaiki kondisi tanah.

Pemupukan juga diharapkan dapat mendukung perbaikan permukaan tanah yang mengalami perubahan akibat tekanan beban dan injakan pengunjung selama lapangan digunakan untuk berbagai kegiatan.

Mukhlisin menyebutkan, perawatan intensif yang dimulai sejak awal pekan mulai menunjukkan perkembangan positif. Sejumlah bagian lapangan telah memperlihatkan pertumbuhan tunas rumput baru.

Baca Juga :  Galakkan Jumat Bersih, Masyarakat Dan Muspika Kecamatan Bersihkan Lingkungan

Meski demikian, petugas masih terus memantau kondisi setiap area untuk menentukan penanganan selanjutnya. Apabila ditemukan bagian rumput yang akarnya telah mati dan tidak dapat tumbuh kembali, penyulaman akan dilakukan.

“Kalau ada bagian yang sulit tumbuh, akan kami sulami. Namun sekarang kami masih fokus pada penyiraman dan pemupukan sambil memantau perkembangannya,” terangnya.

Di Alun-alun Simpang 7 Kudus, terdapat tiga jenis rumput yang menjadi bagian dari penataan vegetasi. Rumput manila atau lamuran digunakan pada area utama karena relatif tahan terhadap injakan. Sementara itu, rumput jepang berada di sisi utara, dekat tiang bendera, dan rumput gajah mini ditanam di area taman bagian selatan.

Untuk memberi kesempatan rumput tumbuh dan pulih, aktivitas masyarakat di lapangan juga diatur kembali. Pada pagi hingga siang hari, area dalam lapangan dikosongkan dari aktivitas pedagang kaki lima (PKL). Meski begitu, masyarakat masih diperbolehkan memanfaatkan kawasan tersebut untuk berjemur.

Adapun kegiatan olahraga ringan, bersantai, dan rekreasi keluarga dapat dilakukan pada sore hingga malam hari. Pengaturan ini diharapkan bisa mengurangi tekanan pada rumput selama proses pemulihan berlangsung.

Ke depan, Pemkab Kudus juga berencana meningkatkan efisiensi perawatan melalui penerapan sistem irigasi otomatis sebagai pengganti penyiraman manual. Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ruang terbuka hijau di Alun-alun Simpang 7.

Selain pemeliharaan vegetasi, pembenahan fasilitas ruang publik juga masuk dalam rencana pengembangan kawasan. Penataan tersebut diarahkan agar Alun-alun Simpang 7 semakin nyaman digunakan masyarakat, memiliki fasilitas yang lebih modern, serta ramah bagi penyandang disabilitas. (J02/A01)

Berita Terkait

Polisi dan Relawan RRM Bersama Warga Bersihkan Masjid Al Ihsan Getaspejaten
Kudus ASIK Hadir di UTMM 2026, Sampah Peserta Dipilah dan Ditukar Merchandise
Kresek.id Edukasi Siswa SMP 1 Jati Kudus tentang Pilah Sampah dan Daur Ulang
Tekan Emisi Karbon, RS Mardi Rahayu Kudus Mulai Operasikan PLTS Atap 416 kWp
60 Personel Dikerahkan, Pemkab Kudus Kawal Kebersihan Pasca Konser Guyon Waton
Kudus Gencarkan Penghijauan, Target Tanam 50 Pohon Setiap Jumat
Bupati Kudus Respons Kritik Penanaman Pohon di Jalan, Siap Evaluasi
Uji Labkesda Tak Buktikan Sumur Warga Trengguli Tercemar Limbah IPAL SPPG
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Pemulihan Rumput Alun-alun Simpang 7 Kudus Dimulai, Pemupukan dan Penyiraman Digenjot

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Polisi dan Relawan RRM Bersama Warga Bersihkan Masjid Al Ihsan Getaspejaten

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Kudus ASIK Hadir di UTMM 2026, Sampah Peserta Dipilah dan Ditukar Merchandise

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Kresek.id Edukasi Siswa SMP 1 Jati Kudus tentang Pilah Sampah dan Daur Ulang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Tekan Emisi Karbon, RS Mardi Rahayu Kudus Mulai Operasikan PLTS Atap 416 kWp

Berita Terbaru