Jurnalpantura.id, Kudus – Kebakaran melanda tumpukan limbah kapuk kering di halaman rumah warga Desa Bakalankrapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Rabu (14/10/2026) siang. Api yang sulit dikendalikan baru berhasil dipadamkan sepenuhnya setelah petugas pemadam kebakaran berjibaku selama sekitar 3,5 jam.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB tersebut juga mengakibatkan empat ban belakang truk Fuso bernomor polisi H 1573 NE hangus terbakar. Akibat kejadian itu, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp20 juta.
Kapolsek Kaliwungu, AKP Deni Dwi Noviandi, membenarkan kejadian kebakaran tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, api membakar tumpukan limbah kapuk di lahan kosong milik Zaeni Johanto, 38, warga setempat.
Kebakaran diketahui ketika seorang saksi sedang memperbaiki mesin las di area belakang truk Fuso yang terparkir di lokasi. Saat beraktivitas, saksi mendadak melihat kobaran api membesar dari sisi barat belakang kendaraan.
Mengetahui kejadian itu, saksi langsung berteriak meminta pertolongan. Warga di sekitar lokasi kemudian berupaya memadamkan api secara mandiri.
Namun, kondisi limbah kapuk yang kering membuat api cepat menjalar. Kobaran tersebut akhirnya merembet hingga membakar empat ban belakang truk Fuso yang berada tidak jauh dari tumpukan material tersebut.
Karena api semakin membesar, proses pemadaman melibatkan tim gabungan dari BPBD Kabupaten Kudus, Satpol PP Kudus, serta petugas pemadam kebakaran dari PT Djarum dan PT Pura.
Lokasi kebakaran yang terbuka dan mudah dijangkau kendaraan pemadam turut membantu petugas melakukan penanganan. Setelah bekerja selama kurang lebih 3,5 jam, api akhirnya berhasil dipadamkan secara total pada pukul 17.30 WIB.
Cuaca kemarau panjang yang menyebabkan material di sekitar lokasi mengering diduga menjadi salah satu faktor yang membuat api mudah menyebar. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan berdasarkan hasil pemeriksaan lebih lanjut.
AKP Deni Dwi Noviandi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kendati demikian, kebakaran mengakibatkan kerusakan pada empat ban belakang truk Fuso dengan nilai kerugian ditaksir mencapai Rp20 juta.
“Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun empat unit ban belakang truk Fuso dipastikan hangus terbakar. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp20 juta,” ungkapnya.
Sementara itu, Komandan Regu Damkar Satpol PP Kudus, Dedik Wijayanto, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama ketika beraktivitas di sekitar bahan yang mudah terbakar.
Ia mengimbau warga untuk tidak membakar sampah sembarangan maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar tanpa pengawasan. Langkah tersebut penting untuk mencegah api menjalar dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
“Api kecil yang dibiarkan tanpa pengawasan bisa dengan cepat membesar, terlebih jika berada di dekat material yang mudah terbakar maupun kawasan permukiman,” pungkasnya. (J02/A01)










