Jurnalpantura.id, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus mencari cara untuk meningkatkan daya tarik Museum Purbakala Patiayam di Desa Terban, Kecamatan Jekulo.
Langkah tersebut dilakukan lantaran jumlah kunjungan ke museum yang menyimpan ribuan koleksi sejarah itu dinilai masih belum sesuai harapan.
Kepala UPTD Museum dan Taman Budaya Kudus, Sudarman, mengatakan peningkatan kunjungan menjadi salah satu pekerjaan yang terus dikejar. Tidak hanya melalui promosi, pihaknya juga berupaya membenahi sejumlah fasilitas agar pengalaman pengunjung ketika datang ke museum semakin baik.
Salah satu langkah yang tengah dilakukan yakni mengupayakan dukungan anggaran dari Kementerian Kebudayaan. Bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk menambah sejumlah sarana pendukung, termasuk pembenahan akses menuju Museum Purbakala Patiayam yang kondisinya dinilai sudah kurang memadai.
“Tahun kemarin kita kiat sudah didukung oleh Kementerian Kebudayaan dengan pembangunan musala, dan kita masih berusaha lagi agar ikut membantu lagi untuk memberikan sarana-sarana baru agar menarik pengunjung,” ujar Sudarman, Jumat, 28/8/2026.
Di sisi lain, pembenahan juga diarahkan pada bagian dalam museum. Pengelola tengah mengevaluasi tata ruang dan menyusun konsep storyline baru agar informasi mengenai koleksi yang dipamerkan dapat disajikan secara lebih menarik dan mudah dipahami pengunjung.
Sudarman menilai perubahan tata pamer menjadi penting untuk membuat museum lebih atraktif. Apalagi, Museum Purbakala Patiayam memiliki lebih dari seribu koleksi yang menyimpan berbagai cerita mengenai kehidupan dan perkembangan sejarah masa lampau.
“Termasuk pengembangan gedungnya, semoga nanti ke depan ada dukungan-dukungan dari pemerintah pusat,” tambahnya.
Strategi lain yang dilakukan yakni memperluas jaringan promosi melalui biro perjalanan wisata. Pengelola berkoordinasi dengan sejumlah biro travel agar Museum Purbakala Patiayam dapat dimasukkan dalam daftar tujuan wisata ketika rombongan berkunjung ke Kudus.
Upaya menarik pengunjung juga dilakukan melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus serta berbagai komunitas. Pengelola mendorong museum menjadi salah satu lokasi kegiatan edukatif, termasuk kegiatan outing class bagi para pelajar.
“Pada Juli kemarin ada komunitas dari Green Muria bersama kami mengadakan kegiatan di Museum Patiayam dan kunjungan sangat membludak sampai 7.000, itu skalanya nasional. Kemudian, anak-anak sekolah juga kita minta agar mengadakan outing class di museum,” beber Sudarman.
Berbagai strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika ada kegiatan berskala besar.
Menurutnya, Museum Purbakala Patiayam tidak sekadar menjadi tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga memiliki peran penting sebagai ruang edukasi agar generasi muda semakin mengenal dan ikut menjaga warisan sejarah yang dimiliki Kabupaten Kudus. (J05/A01)










