Jurnalpantura.id, Kudus – Kisah inspiratif datang dari Dukuh Mbareng Cempling, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.
Sebanyak 117 warga di dukuh tersebut sukses mewujudkan cita-cita mulia mereka, yakni berangkat bersama-sama ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah umrah.
Hal ini terwujud berkat kekompakan mereka menabung secara rutin selama tiga tahun terakhir.
Awal mula semangat untuk beribadah ke Makkah tumbuh dari kebiasaan warga yang rutin berziarah ke makam Wali Songo.
Kebiasaan tersebut kemudian berkembang menjadi komunitas bernama Tour Religi Masjid Baitul Mukminin Hadipolo, yang terdiri dari warga lintas profesi seperti petani, buruh, wirausaha, hingga pegawai negeri.
Komunitas ini lahir dari semangat gotong royong warga saat merenovasi Masjid Jami’ Baitul Mukminin hingga berdiri megah dan estetik.
Setelah renovasi masjid selesai, semangat kebersamaan warga tidak padam. Mereka sepakat untuk terus menjaga semangat keagamaan melalui kegiatan tour religi.
Komunitas ini rutin mengadakan ziarah ke makam para wali dan ulama di Jawa Tengah, biasanya dilakukan setiap minggu menggunakan sepeda motor.
Dari rutinitas tersebut, muncullah cita-cita yang lebih besar, yakni menunaikan ibadah umrah dan berziarah ke makam Rasulullah di Madinah.
Gagasan ini disambut positif oleh seluruh anggota komunitas. Akhirnya, sejak tiga tahun lalu mereka mulai menabung dengan nominal yang disesuaikan kemampuan, mulai dari Rp100 ribu hingga Rp500 ribu per minggu.
Koordinator komunitas, Ahmad Rif’an, mengatakan bahwa perjalanan ini bukan hanya soal finansial, tetapi juga tentang perjuangan dan kebersamaan.
“Kami semua punya motivasi yang sama. Dari touring religi, ziarah ke wali dan kyai, hingga muncul keinginan untuk ziarah ke makam Rasulillah. Alhamdulillah, kami berjuang bersama,” ungkapnya.
Pada 1 Juli 2025, impian itu menjadi kenyataan. Sebanyak 117 jamaah resmi diberangkatkan umrah dari Masjid Jami’ Baitul Mukminin Hadipolo.
Suasana haru menyelimuti prosesi pemberangkatan yang diiringi doa dan tangis haru dari keluarga masing-masing.
“Kami ke Tanah Suci, ingin meraih syafaat Rasulullah SAW.
Ia pun berharap, kisah komunitas ini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.
“Kami ingin ini jadi contoh bahwa impian itu bisa dicapai kalau ada semangat dan kekompakan. Menabung tiga tahun bukan hal mudah, tapi bukan mustahil. Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut dan menginspirasi warga lain,” pungkasnya. (J05/A01)










