Hari Gizi Nasional 2025, RS Sarkies Aisyiyah Gelar Penyuluhan Makanan Bergizi di Kecamatan Dawe

- Jurnalis

Sabtu, 25 Januari 2025 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyerahan paket bergizi kepada orangtua di Puskesmas Dawe. (Foto: J05)

Penyerahan paket bergizi kepada orangtua di Puskesmas Dawe. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – RS Sarkies Aisyiyah, bekerja sama dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persadi) Kabupaten Kudus dan Puskesmas Dawe, mengadakan penyuluhan mengenai makanan bergizi untuk keluarga sehat di wilayah Kecamatan Dawe.

Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu, 25/1/2025, di Puskesmas Dawe, dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional 2025. Tujuan utama dari acara ini adalah untuk meningkatkan tumbuh kembang serta kecerdasan anak secara optimal.

Board of Director RS Sarkies Aisyiyah, dr. Hilal Ariyadi, menjelaskan bahwa penyuluhan ini ditujukan kepada orangtua di Kecamatan Dawe agar lebih peka terhadap masalah kesehatan gizi anak, khususnya terkait dengan stunting.

“Kami juga memberikan paket gizi untuk 20 anak stunting di lingkungan Puskesmas Dawe,” ungkap dr. Hilal.

Penyuluhan ini juga difokuskan pada wilayah Kecamatan Dawe, mengingat angka stunting yang cukup tinggi di daerah tersebut. Sehingga langkah-langkah preventif perlu dilakukan untuk memastikan bahwa anak-anak dapat tumbuh sehat dan optimal.

“Kami tidak hanya berfokus pada penanganan masalah kesehatan secara kuratif, tetapi juga pada promosi kesehatan dan pencegahan agar masyarakat Kudus tetap sehat,” jelasnya.

Ketua Persadi Kabupaten Kudus, Nur Sahal, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani masalah gizi, terutama stunting. Tidak hanya dari tenaga kesehatan, melainkan juga dukungan dari masyarakat.

Baca Juga :  Tekan COVID-19, Petugas Gabungan di Batang Tingkatkan Operasi Yustisi dan Bagi Masker

“Kami berharap sinergi ini bisa terus berlanjut agar angka stunting di daerah ini dapat turun signifikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Dawe, Sugeng Riyadi, mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh RS Sarkies Aisyiyah dan Persadi terhadap anak-anak stunting di wilayahnya.
Menurutnya, masalah stunting di wilayah Kecamatan Dawe disebabkan oleh kurangnya pengetahuan orangtua dalam menyiapkan makanan bergizi untuk anak balita.

“Kami berharap dengan adanya penyuluhan ini, orangtua dapat lebih memahami cara memberi asupan makanan bergizi untuk anak mereka, serta bagaimana memantau tumbuh kembang anak dengan baik,” kata Sugeng.

Sugeng juga menambahkan bahwa usia balita, khususnya di bawah dua tahun, merupakan masa krusial bagi perkembangan otak dan tubuh anak.

“Apa yang diberikan pada masa ini akan memengaruhi perkembangan anak, baik dalam aspek kecerdasan maupun fisik, termasuk tinggi badan dan berat badan,” jelasnya.

Oleh karena itu, penyuluhan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih dalam mengenai pentingnya pemberian gizi yang tepat bagi anak-anak di usia emas mereka. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 102 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru