Jurnalpantura.id, Kudus — Menghadapi Pemilu 2029, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Kudus mulai memanaskan mesin organisasi. Penguatan kader serta pembenahan struktur partai hingga tingkat ranting menjadi perhatian utama dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I 2026 dan Musyawarah Cabang (Muscab) yang berlangsung Senin (10/8/2026).
Ketua DPD PAN Kudus, Endang Kursistiyani, menilai antusiasme kader dalam agenda konsolidasi tersebut menjadi modal positif untuk menghadapi pertarungan politik pada 2029 mendatang.
Menurutnya, semangat para kader menunjukkan adanya optimisme untuk membawa PAN Kudus menghadapi agenda politik berikutnya dengan persiapan yang lebih matang.
Endang meminta kader tidak hanya aktif di tingkat kepengurusan, tetapi juga memperkuat keberadaan partai di tengah masyarakat. Struktur hingga tingkat ranting dinilai memiliki peran penting karena menjadi ujung tombak PAN dalam menjalin komunikasi dengan warga.
Ia juga mengingatkan kader untuk terus menjaga hubungan baik dengan seluruh anggota partai. Kader yang sebelumnya kurang aktif diharapkan kembali dirangkul, sementara masyarakat yang belum menjadi bagian dari PAN dapat diajak bersama-sama memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Bina komunikasi yang baik dengan para kader. Yang lama-lama kita rangkul kembali, kita ingatkan kembali, kita ajak berjuang,” ujar Endang.
Endang menegaskan, semangat PAN melalui slogan “Bantu Rakyat” harus diterjemahkan dalam kegiatan yang memberikan manfaat secara langsung. Ia mendorong setiap kader untuk berkontribusi kepada masyarakat sesuai dengan kemampuan dan lingkungan masing-masing.
“Jangan pernah sakiti rakyat. Berbuat apa pun, sedikit apa pun yang bermanfaat untuk rakyat di tempat saudara berada,” tegasnya.
Saat ini, PAN Kudus memiliki sembilan cabang yang tersebar di empat daerah pemilihan (dapil). Namun, keterwakilan struktur PAN di tingkat dapil masih belum merata karena baru terdapat kader yang mengisi tiga dari empat dapil tersebut.
Kondisi itu menjadi salah satu pekerjaan yang harus dibenahi PAN Kudus sebelum memasuki Pemilu 2029. Konsolidasi melalui Muscab dan Musyawarah Ranting (Musran) diharapkan mampu memperkuat organisasi sekaligus memperluas basis kader di tingkat bawah.
Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris yang turut menghadiri kegiatan tersebut memberikan apresiasi terhadap langkah konsolidasi yang dilakukan PAN Kudus. Ia melihat PAN memiliki peluang untuk berkembang menjadi salah satu kekuatan politik yang diperhitungkan di Kabupaten Kudus.
Sam’ani juga menyinggung hasil Pilkada Kudus yang dimenanginya bersama Wakil Bupati Bellinda Birton sebagai salah satu pengalaman politik yang dapat menjadi bahan evaluasi bagi kader PAN dalam menyusun strategi ke depan.
“ Kabupaten Kudus itu ada sembilan kecamatan, tetapi delapan kecamatan kita kuasai. Itu pun di Mejobo tipis sekali,” kata Sam’ani.
Ia mengajak kader PAN untuk memperluas komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, partai harus mampu membuka ruang bagi masyarakat dari beragam latar belakang dan tidak membatasi diri pada kelompok tertentu.
Selain memperkuat organisasi, Sam’ani meminta kader PAN ikut mengawal berbagai program Pemerintah Kabupaten Kudus. Salah satunya program pemberian tunjangan kesejahteraan bagi guru swasta sebesar Rp1 juta per bulan yang saat ini menyasar sekitar 9.000 guru.
Dukungan pemerintah daerah juga diwujudkan melalui pemberian bantuan token listrik untuk masjid dan musala serta perlindungan gratis bagi sekitar 32.000 pekerja rentan.
“PAN tidak hanya harapan, tetapi juga memberi kenyataan. Kenyataan untuk berbakti kepada masyarakat, bagaimana memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya. (J02/A01)










