Jurnalpantura.id, Kudus – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus untuk terus memberdayakan Unit Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan cara membuka pelatihan yang berkelanjutkan,
“UMKM memiliki peranan penting dalam penopang sebuah ekonomi daerah, untuk itu Pemkab Kudus kami dorong untuk terus membuka pelatihan kerja yang adaptif sesuai keadaan (situasi) saat ini,” kata Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Kudus, Sayyid Yunanta kepada media ini belum lama ini.
Pelaku UMKM, lanjutnya, saat ini dituntut bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memanfaatkan digital marketing. Maka, peran pemerintah harus banyak. Bukan sekedar mengadakan pelatihan lalu selesai. Hal itu dikarenakan situasi dimana bisnis online akan lebih merajalela dan dominan di tahun-tahun mendatang.
Lebih lanjut, Sayid menceritakan, bagaimana masyarakat dan pelaku UMKM merasakan dampak luar biasa dari perkembangan teknologi dan pasar bebas saat ini,
“Karena saat ini pelaku usaha utamanya di pasar sebagian ada yang menjerit, Pasar-pasar konvensional yang diluar kebutuhan makanan. Seperti usaha baju dan produk hasil konveksi, karena kalah dengan transaksi online yang harganya agak miring. Maka bagaimana pelaku usaha kita bisa mengikuti tren itu dengan didorong untuk digitalisasi, contohnya tetap jualan di pasar namun diimbangi dengan transaksi jual beli online di market place atau lainnya,” tukasnya.
Mengingat, banyak pelaku pasar seharinya laku 3-5 potong, itu sangat bagus. Dulu gak seperti ini, maka itulah peran pemerintah. Bagaimana pemerintah harus bisa membuat pondasi kepada pelaku UMKM.
“Tujuannya agar mereka bisa beradaptasi dengan tuntutan bisnis. Anggaran juga harus dikawal dibina kesana. Kalau menyiapkan sarana fisik gampang. Tetapi bagaimana bisa membuat mereka itu secara SDM mampu menghadapi zaman,” pungkasnya. (J06/A01)










