Khusus Desil 1-4, Lebih dari 1.000 Keluarga di Kudus Berpeluang Dapat Bantuan Modal Usaha Rp 5 Juta

- Jurnalis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus, Putut Winarno. (Foto: J05)

Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus, Putut Winarno. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus memperoleh kuota lebih dari 1.000 keluarga untuk program bantuan Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Melalui program ini, setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan uang tunai sebesar Rp 5 juta yang diperuntukkan sebagai modal usaha guna meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan keluarga.

Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus, Putut Winarno, menjelaskan bahwa program PPSE menyasar masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Kelompok tersebut menjadi sasaran prioritas karena membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kondisi sosial ekonomi melalui kegiatan usaha produktif.

“Bantuan Rp 5 juta ini dari pusat untuk modal usaha, untuk masyarakat yang perlu pemberdayaan. Kudus dapat kuota lebih dari seribu untuk keluarga desil 1 sampai 4,” kata Putut, Kamis, 15/10/2026.

Putut menyebutkan, hingga saat ini sekitar 200 keluarga di Kudus telah mencairkan bantuan modal usaha tersebut. Para penerima memanfaatkan bantuan sesuai dengan jenis usaha yang dirintis, mulai dari angkringan, jasa, hingga berbagai kegiatan ekonomi lainnya.

Pemerintah berharap bantuan ini dapat menjadi langkah awal bagi keluarga kurang mampu untuk mengembangkan usaha dan memperoleh penghasilan secara mandiri.

Menurutnya, bantuan PPSE tidak sekadar memberikan dukungan finansial, tetapi juga bertujuan mendorong penerima manfaat agar memiliki pekerjaan dan usaha yang berkelanjutan.

Dengan adanya modal tambahan, usaha yang sebelumnya berjalan dalam skala kecil diharapkan dapat berkembang sehingga mampu menopang kebutuhan ekonomi keluarga.

“Dengan bantuan modal usaha seperti ini diharapkan mereka itu bisa berdaya, sehingga punya pekerjaan yang bisa dikembangkan,” tuturnya.

Baca Juga :  876 KK Terdampak Banjir di Dua Desa Terima Bantuan

Dalam pelaksanaannya, pengusulan calon penerima bantuan dapat dilakukan melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di masing-masing desa. Selain memenuhi kriteria desil 1 hingga 4, calon penerima diwajibkan telah memiliki rintisan usaha yang dijalankan.

Persyaratan tersebut dimaksudkan agar bantuan benar-benar digunakan untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif, bukan sekadar diberikan tanpa perencanaan usaha yang jelas.

Sebelum diajukan kepada pemerintah pusat, calon penerima akan melalui proses asesmen yang mencakup pemeriksaan persyaratan administrasi serta penilaian terhadap usaha yang dimiliki.

Tahapan ini menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan diberikan kepada keluarga yang memenuhi kriteria dan mempunyai potensi mengembangkan usahanya.

Setelah dinyatakan memenuhi persyaratan, penerima manfaat juga akan memperoleh pendampingan agar pemanfaatan bantuan sesuai dengan rencana yang telah diajukan.

Putut menegaskan, pendampingan tetap dilakukan setelah bantuan disetujui dan dicairkan. Penggunaan dana harus disesuaikan dengan proposal usaha masing-masing penerima agar bantuan memberikan manfaat nyata bagi perkembangan usaha.

“Kalau sudah ACC dan cair, akan didampingi sesuai dengan proposal yang diajukan. Kalau jualan angkringan, bantuan modal usaha itu ditujukan untuk pengembangan angkringannya, seperti itu,” tambahnya.

Selain menyasar keluarga kurang mampu secara umum, Dinas Sosial P3AP2KB Kudus juga berupaya mengusulkan bantuan PPSE bagi warga yang tinggal di kawasan yang dikenal sebagai “kampung sosial” di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo.

Sebagian warga di kawasan tersebut diketahui bekerja sebagai pengamen dan pengemis. Melalui program pemberdayaan ekonomi, pemerintah berharap mereka memiliki alternatif mata pencaharian yang lebih berkelanjutan dan dapat meningkatkan taraf hidup keluarga. (J05/A01)

Berita Terkait

Ada 1.321 Agen Perlinsos di Kudus, Warga Bisa Minta Bantuan Daftar Bansos Gratis
Pendataan Bansos di Kudus Terus Berjalan, 6.218 Warga Sudah Masuk Perlinsos
Polres Kudus Usulkan 548 Jiwa Jadi Peserta BPJS Kesehatan Lewat Program Agen Perlinsos
Saat Penghasilan Menurun, Lindu Aji Kudus Bantu Juru Parkir hingga Pedagang Kecil
Kudus Mulai Terapkan Sistem Bansos Berbasis AI, Data Penerima Disisir Lebih Akurat
Bantu Warga di Tengah Ekonomi Sulit, Lindu Aji Kudus Bagikan 300 Paket Sembako
Kodim 0722 Kudus Kirim 5.000 Liter Air Bersih untuk 1.091 Warga Glagahwaru
Jaleca Sancaya Sediakan 500 Paket Sembako Murah, Warga Cukup Tebus Rp 47.700
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Khusus Desil 1-4, Lebih dari 1.000 Keluarga di Kudus Berpeluang Dapat Bantuan Modal Usaha Rp 5 Juta

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Ada 1.321 Agen Perlinsos di Kudus, Warga Bisa Minta Bantuan Daftar Bansos Gratis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Pendataan Bansos di Kudus Terus Berjalan, 6.218 Warga Sudah Masuk Perlinsos

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Polres Kudus Usulkan 548 Jiwa Jadi Peserta BPJS Kesehatan Lewat Program Agen Perlinsos

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Saat Penghasilan Menurun, Lindu Aji Kudus Bantu Juru Parkir hingga Pedagang Kecil

Berita Terbaru