Nusantara Bermunajat , Ajak Bangsa Indonesia Hentikan Penistaan Etnis dan Tolak Pembelokan Sejarah

- Jurnalis

Minggu, 19 Januari 2020 - 13:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan Muslim dari penjuru Nusantara memadati serambi Masjid Agung Demak untuk mengikuti Nusantara Bermunajat yang digelar Padepokan Sunan Kalijaga (Foto:J19)

Ratusan Muslim dari penjuru Nusantara memadati serambi Masjid Agung Demak untuk mengikuti Nusantara Bermunajat yang digelar Padepokan Sunan Kalijaga (Foto:J19)

Jurnalpantura.id, Demak – Ratusan umat Islam dari berbagai penjuru tanah air memadati serambi Masjid Agung Demak , Ahad 19/01/2020.

Mereka mengikuti acara Nusantara Bermunajat, yang digelar oleh Padepokan Sunan Kalijaga (Padasuka) Sunan Kalijaga.

Doa bersama ala padepokan yang bermarkas di Kota Tangerang Selatan, Banten tersebut dimotori oleh KHR Syarif Rahmat yang mengisi ceramah keagamaan di puncak acara.

KHR Syarif Rahmat dalam tausiyahnya menyampaikan keprihatinan atas fenomena saling mencaci yang tengah dialami bangsa Indonesia.

“Harusnya sudah tidak ada lagi saling menghina antara satu etnis dengan yang lainnya. Semua yang ikhlas menjadi bangsa Indonesia seperti apapun bentuk fisiknya hendaknya saling menghargai,”katanya.

KHR Syarif mengajak jamaah agar tidak tinggal diam saja jika di negeri ini muncul kembali penistaan kebencian terhadap etnis tertentu.

“Hentikan itu.Jangan ada satu etnis menghina etnis yang lain di negeri ini. Kita tidak boleh menista orang, etnis, suku apapun selagi mereka menerima Indonesia sebagai negaranya,” tandasnya.

Baca Juga :  Sambut Hari Jadi Kabupaten Pati, Sederet Kegiatan Digelar Satu Bulan Penuh

KHR Syarif Rahmat juga menyoroti ada usaha pembelokan sejarah penyebaran Islam di Indonesia, ditandai dengan adanya penggantian identitas di makam para pendakwah yang tersebar di berbagai penjuru nusantara.

“Di Kalimantan, ada utusan Sultan Fatah yang berasal dari Demak. Beliau mengislamkan warga Kalimantan dan makamnya ada di sana. Nah, beberapa tahun belakangan ada usaha pembelokan sejarah dengan cara mengganti asal usulnya. Padahal beliau asli Demak,” tuturnya.

Sang Kiai juga berpesan, suatu bangsa akan musnah jika sejarahnya hilang. Maka dihimbau kepada bangsa Indonesia apapun sukunya, apapun agamanya, apapun etnisnya agar bersatu. Saling menghormati, tidak saling menghujat.

Intinya, bangsa Indonesia diajak kembali kepada identitas diri dan bangga pada budaya leluhur. Jangan latah mengadopsi budaya negara lain dan seratus persen menghilangkan identitas negeri sendiri.

” Melalui Nusantara Bermunajat ini, mari kita sama sama berdoa agar bangsa dan negara aman sentosa,” tutupnya. (J19/A01)

Berita Terkait

Enam Peserta Kudus Ukir Prestasi di MTQ Nasional 2026, Jateng Catat Sejarah Juara Umum II
Lukisan Garam Terbesar di Dunia Bakal Dibuat di Dasun Rembang, Libatkan 20 Seniman
Kodim Kudus Gelar Event Endurance Rayakan HUT TNI, Puluhan Tim Pelajar dan Jurnalis Adu Ketangguhan
Konser Guyon Waton di Simpang 7 Kudus, Satlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Giring Ganesha Jadi Fotografer Dadakan, Abadikan Penampilan Istri Kenakan Kebaya Kudus dan Caping Kalo
Caping Kalo Nyaris Punah, Kementerian Kebudayaan Siap Kawal Jadi WBTB
670 Penari Lajur Caping Kalo Ukir Rekor MURI Dunia, Budaya Kudus Makin Dikenal
680 Penari Lajur Caping Kalo Siap Ukir Sejarah Lewat Rekor MURI di HUT ke-477
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Enam Peserta Kudus Ukir Prestasi di MTQ Nasional 2026, Jateng Catat Sejarah Juara Umum II

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Lukisan Garam Terbesar di Dunia Bakal Dibuat di Dasun Rembang, Libatkan 20 Seniman

Minggu, 27 September 2026 - 11:39 WIB

Kodim Kudus Gelar Event Endurance Rayakan HUT TNI, Puluhan Tim Pelajar dan Jurnalis Adu Ketangguhan

Sabtu, 26 September 2026 - 14:58 WIB

Konser Guyon Waton di Simpang 7 Kudus, Satlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Sabtu, 26 September 2026 - 12:29 WIB

Giring Ganesha Jadi Fotografer Dadakan, Abadikan Penampilan Istri Kenakan Kebaya Kudus dan Caping Kalo

Berita Terbaru