Jurnalpantura.id, Kudus – Ada momen menarik di sela kunjungan Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha ke Kabupaten Kudus, Sabtu, 26/9/2026.
Di tengah agenda pemecahan rekor MURI Tari Lajur Caping Kalo, Giring terlihat mengabadikan penampilan sang istri, Chintya Reza, yang mengenakan pakaian adat Kudus.
Chintya tampil mengenakan kebaya Kudus bernuansa biru yang dipadukan dengan kain batik. Penampilannya semakin khas dengan caping kalo yang dikenakan sebagai aksesori kepala.
Busana tersebut menjadi perhatian karena kebaya dan caping kalo merupakan bagian dari kekayaan budaya Kudus yang terus didorong untuk dilestarikan. Bahkan, caping kalo tengah diajukan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).
Giring mengungkapkan, sang istri telah mempersiapkan penampilannya sejak pagi buta. Persiapan tersebut dilakukan agar Chintya dapat tampil maksimal sekaligus ikut memperkenalkan budaya Kudus melalui busana yang dikenakannya.
“Istri saya jam lima pagi, lima kurang sudah bangun. Saya juga sudah koordinasi sama tim. Tadi juga ada stylist-nya datang, terus yang memakai rambutnya datang,” cerita Giring saat ditemui di Kudus.
Girin mengaku bukan kali pertama dirinya melihat kebaya Kudus. Namun, keberadaan caping kalo justru membuatnya semakin tertarik setelah mengetahui bahwa aksesori tradisional tersebut menghadapi tantangan dalam hal regenerasi pengrajin.
“Dan ini kan keberapa kalinya saya melihat kebaya Kudus. Pertama kali saya lihat di Musim Nasional. Pertama kali saya lihat caping kalo itu di Musim Nasional. Saya lihat, oh ini kebaya Kudus, oh iya bagus ya. Blue, dry, blue, dry, biru gitu, oke-oke,” katanya.
Ketertarikan Giring terhadap caping kalo semakin besar setelah dirinya mendapat penjelasan dari para pelaku budaya mengenai kondisi para pengrajinnya. Menurut informasi yang diterimanya, jumlah maestro yang masih menguasai keterampilan membuat caping kalo semakin terbatas.
“Terus tiba-tiba para pelaku budaya ngomong, Pak ini caping kalo. Situasinya sudah hampir sulit untuk dilestarikan, karena maestronya tinggal sedikit,” tutur Giring.
Berangkat dari informasi tersebut, Giring kemudian ingin memanfaatkan momentum kunjungannya ke Kudus untuk ikut mengenalkan caping kalo. Ia juga telah berkomunikasi dengan sang istri agar turut mengenakan wastra dan pakaian adat Kudus selama berada di Kota Kretek.
“Nah dari situ datanglah Nojorono dan sudah menjadi cita-cita. Pokoknya saya sudah ngomong sama istri saya, pokoknya begitu kita datang ke sini Pak Bupati, pokoknya izin yang tolong bantu all out memakai wastra, memakai kebaya dari Kudus, memakai caping kalo,” ungkapnya.
Giring menyebut sang istri menyambut baik gagasan tersebut dan tampil maksimal dengan busana Nusantara. Ia berharap penampilan itu tidak sekadar menjadi dokumentasi kunjungan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Kudus kepada masyarakat yang lebih luas.
“Dan alhamdulillah istri saya memang suka. Suka, bisa teman-teman lihat di Instagram dia, dia tuh kalau udah pakai baju Nusantara pasti selalu all-out,” ujarnya. (J05/A01)










