Jurnalpantura.id, Kudus – Kabupaten Kudus bersiap mencatatkan sejarah membanggakan dalam perayaan Hari Jadi ke-477.
Peringatan tahun ini dipastikan tidak hanya menjadi ajang seremonial bagi para pejabat, melainkan sebuah pesta rakyat kolosal yang melibatkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Kudus menghadirkan agenda utama yang paling dinantikan, yakni pementasan kolosal Tari Lajur Caping Kalo.
Agenda budaya ini diproyeksikan untuk memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) demi mengangkat warisan tradisi lokal ke kancah nasional.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus, Eko Djumartono, menyatakan bahwa seluruh rangkaian perayaan dirancang untuk memberikan hiburan maksimal bagi warga.
Sinergi yang kuat antara pemerintah dan pihak swasta turut memastikan kelancaran acara tanpa membebani anggaran daerah.
‘’Perayaan ini bukan hari jadinya para pejabat, tetapi hari jadinya seluruh warga Kabupaten Kudus,’’ tegas Eko.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Abdul Halil, menjelaskan bahwa kemeriahan ini diawali dengan kegiatan spiritual seperti Tahlil massal dan Khotmil Qur’an. Rangkaian acara kemudian berlanjut hingga hari puncak yang penuh warna.
Agenda paling ditunggu jatuh pada Sabtu, 26/9/2026. Mulai pagi hari, kawasan dari halaman Pendapa hingga depan Air Mancur Kantor Bupati Kudus akan bergemuruh oleh aksi artistik ratusan penari tradisional.
Sebanyak 680 penari yang terbagi dalam 136 grup siap menampilkan keindahan koreografi khas daerah.
‘’Pesertanya terdiri dari kalangan pelajar, umum, serta para pegawai yang sebelumnya telah mengikuti perlombaan,’’ ujar Halil.
Pencatatan Rekor MURI ini menjadi wujud nyata pelestarian identitas budaya Kudus, khususnya pelindung kepala tradisional Caping Kalo.
Aksi ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga di kalangan generasi muda terhadap kekayaan warisan leluhur mereka.
Sebagai penutup rangkaian perayaan akbar tersebut, masyarakat akan dihibur oleh konser musik rakyat di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus.
Panggung megah ini akan menghadirkan kolaborasi musisi nasional Charly & Band serta grup pop Jawa ternama, Guyon Waton.
Pemerintah daerah bersama pihak kepolisian juga telah mengantisipasi potensi kepadatan dengan menyiapkan rekayasa lalu lintas dan kantong parkir strategis.
Warga diimbau untuk mematuhi arahan petugas demi kelancaran pesta rakyat bersejarah ini. (J05/A01)










