Jurnalpantura.id, Semarang – Gelaran Jateng Fair 2025 menjadi momentum emas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kabupaten Kudus untuk mempromosikan produk unggulan mereka ke pasar yang lebih luas.
Selama 10 hari pelaksanaan pameran, para pelaku UMKM binaan Dinas Perdagangan dan Dekranasda Kudus menampilkan beragam produk kreatif yang berhasil mencuri perhatian pengunjung.
Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Andi Imam Santosa, menyampaikan bahwa keikutsertaan Kudus di ajang ini bukan sekadar partisipasi, tetapi juga bentuk keseriusan untuk mengangkat potensi lokal ke level yang lebih tinggi.
Ia menyebutkan, dukungan dari Dekranasda sangat besar, dengan banyaknya UMKM binaan yang dilibatkan.
“Tahun ini, kita tampilkan berbagai produk unggulan. Untuk makanan ada jenang, kopi, dan teh dari kulit nanas. Sementara dari sektor kerajinan, ada batik dari UKM Tere, pisau logam, biola bambu, hingga sepatu dan kain ecoprint dari teman-teman UMKM Dekranasda,” jelasnya saat ditemui di lokasi pameran.
Ia menambahkan, antusiasme pengunjung terhadap stand Kudus tahun ini jauh meningkat dibandingkan sebelumnya. Terlebih, stand Kudus mendapat perhatian khusus dari Bupati Kudus dan Gubernur Jawa Tengah yang secara langsung mengunjungi dan mengapresiasi karya-karya UMKM setempat.
“Ini menjadi suntikan semangat luar biasa bagi para pelaku UMKM untuk terus berinovasi. Harapan kami, efeknya tidak hanya pada transaksi selama pameran, tetapi juga berlanjut dalam bentuk kerja sama dan pemesanan jangka panjang,” tambahnya.
Pameran Jateng Fair 2025 berlangsung sejak 27 Juni hingga 6 Juli 2025, dan menjadi ajang promosi terbesar di Jawa Tengah yang mempertemukan produsen dan konsumen dari berbagai daerah.
Salah satu pengunjung, Sita Afril, warga Pati yang kini bertugas di Semarang, mengaku terpikat dengan produk sepatu ecoprint dari Kudus yang ia temui sejak hari pertama pameran.
“Warnanya menarik, ukurannya pas, dan desainnya eksklusif. Produk ecoprint seperti ini menurut saya sangat unik karena tidak ada corak yang sama. Harganya juga cukup terjangkau untuk produk handmade,” ungkap Sita.
Kekaguman juga datang dari Anton, perwakilan Pemda Brebes, yang menyebut karya-karya dari pelaku UMKM Kudus sangat kreatif dan berbeda dari daerah lain.
“Saya baru tahu ada biola dari bambu, dan gitar dari bahan tak biasa. Produk-produk Kudus ini memang beda dan inovatif,” ujarnya.
Keikutsertaan dalam Jateng Fair 2025 diharapkan bisa membuka lebih banyak peluang bagi UMKM Kudus untuk memperluas jaringan, meningkatkan kapasitas produksi, dan menembus pasar yang lebih luas baik regional maupun nasional. (J02/A01)










