Jurnalpantura.id, Kudus – Pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kudus tahun ini menghadirkan sistem baru dalam proses penjaringan calon ketua.
Salah satu poin pentingnya adalah dibukanya ruang bagi Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) untuk mengusulkan kandidat tambahan dalam forum musyawarah.
Ketua DPC PKB Kudus, Mukhasiron, menjelaskan bahwa mekanisme pemilihan kali ini berbeda dibandingkan periode sebelumnya. Proses penjaringan tidak lagi dilakukan secara sederhana, melainkan melalui tahapan berjenjang yang melibatkan struktur partai dari tingkat wilayah hingga pusat.
Ia menyebut, tahapan awal dimulai dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Tengah yang melakukan pemetaan terhadap sejumlah figur potensial. Proses tersebut dilakukan dengan turun langsung ke daerah serta menyerap aspirasi dari berbagai pihak.
Dari hasil pemetaan tersebut, lanjutnya, muncul sejumlah nama yang dinilai layak untuk maju sebagai calon ketua. Nama-nama itu kemudian diajukan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB untuk mendapatkan persetujuan awal sebelum dibawa ke forum Muscab.
“Setelah itu, forum Muscab menjadi ruang untuk mengesahkan sekaligus membuka peluang adanya tambahan kandidat,” jelasnya, Kamis (16/4/2026).
Mukhasiron menegaskan, DPAC memiliki peran strategis dalam forum tersebut. Jika ada nama yang belum terakomodasi dalam daftar awal, DPAC diperbolehkan mengajukan usulan tambahan.
Menurutnya, mekanisme ini membuat proses penjaringan menjadi lebih terbuka dan dinamis. Jumlah kandidat pun bisa bertambah, bahkan berpotensi meningkat dari lima menjadi sepuluh nama.
Adapun sejumlah nama yang muncul dalam forum Muscab di antaranya:
- Dr. Ars. H. Sama’ani Intakoris, ST., MT
- Mukhasiron, S.Ag
- Dr. H. Noor Hadi, SH., MH
- H. Sutejo, S.Pd.I
- Hj. Noor Hidayah, A.MA
- H. Suparno, S.HI., MH
- Hj. Khoirul Fatkhah
- H. Rifa’an Hamim
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa seluruh kandidat yang telah terjaring akan mengikuti tahapan uji kelayakan dan kepatutan (UKK) secara berjenjang.
Di tingkat provinsi, proses UKK direncanakan menggandeng perguruan tinggi, seperti Universitas Diponegoro. Sementara itu, di tingkat pusat, DPP PKB akan melibatkan Universitas Indonesia untuk melakukan penilaian lanjutan.
Hasil dari seluruh tahapan tersebut nantinya akan menjadi bahan pertimbangan DPP dalam menentukan ketua terpilih.
Mukhasiron juga menyinggung soal isu yang berkembang terkait masuknya nama Bupati Kudus dalam bursa calon. Namun, ia mengaku belum dapat memastikan hal tersebut karena daftar resmi masih bersifat tertutup.
“Belum tahu, karena itu masih disegel dan belum diinformasikan,” tegasnya.
Ia menambahkan, tidak ada persyaratan khusus bagi calon ketua selain memiliki kemauan dan kemampuan untuk memimpin organisasi.
“Yang penting punya niat dan kapasitas. Berani membawa partai ke arah yang lebih baik,” pungkasnya. (J02/A01)










