Jurnalpantura.id, Kudus – Munculnya nama Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, dalam bursa calon Ketua DPC PKB Kudus mendapat tanggapan langsung dari yang bersangkutan.
Ia menyatakan kesiapan apabila diberi kepercayaan untuk memimpin partai tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Sam’ani di tengah menghangatnya dinamika Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Kudus, yang kini tengah memasuki tahapan penjaringan kandidat secara berjenjang.
Menurut Sam’ani, dirinya tidak menutup kemungkinan untuk maju jika memang mendapatkan amanah dari kader. Ia menegaskan bahwa komitmennya adalah untuk memperkuat partai sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kalau diberi amanah, saya siap. Yang penting bagaimana kita bisa membawa PKB Kudus menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai, kepemimpinan dalam partai politik harus dilandasi semangat pengabdian serta keberanian dalam mengambil langkah strategis. Selain itu, soliditas internal menjadi kunci utama untuk memenangkan kontestasi politik ke depan.
Sam’ani juga menekankan pentingnya penguatan basis hingga tingkat bawah. Menurutnya, kader di desa memiliki peran vital sebagai ujung tombak dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Di sisi lain, mekanisme pemilihan ketua PKB Kudus tahun ini mengalami perubahan. Proses penjaringan dilakukan secara berlapis, dimulai dari pemetaan oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Tengah, kemudian dilanjutkan dengan persetujuan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Ketua DPC PKB Kudus, Mukhasiron, menjelaskan bahwa nama-nama kandidat yang telah dipetakan oleh DPW akan dibawa ke forum Muscab untuk mendapatkan persetujuan.
Namun demikian, peluang munculnya kandidat baru tetap terbuka. Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) diberikan ruang untuk mengusulkan nama tambahan dalam forum tersebut.
“Kalau dalam forum ada yang dianggap belum sesuai, DPAC bisa mengusulkan nama lain. Semua akan ditampung,” kata Mukhasiron.
Ia menambahkan, jumlah kandidat bisa bertambah dari beberapa nama awal menjadi lebih banyak, bahkan berpotensi mencapai sepuluh kandidat.
Selanjutnya, seluruh calon akan mengikuti tahapan uji kelayakan dan kepatutan (UKK) secara berjenjang. Proses ini akan melibatkan perguruan tinggi di tingkat provinsi maupun nasional sebagai bagian dari penilaian objektif.
Hasil dari rangkaian seleksi tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi DPP PKB dalam menentukan ketua terpilih.
Dengan mekanisme yang lebih terbuka dan kompetitif ini, persaingan dalam Muscab PKB Kudus dipastikan akan berlangsung dinamis dan menarik untuk diikuti. (J02/A01)










