Jurnalpantura.id, Kudus – Tim formatur yang dibentuk dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar telah menuntaskan tugasnya menyusun gerbong baru partai berlambang Pohon Beringin periode 2025–2030.
Hasilnya, Kholid Mawardi resmi ditunjuk untuk menduduki posisi strategis sebagai Sekretaris DPD, mendampingi sang nahkoda baru, Anis Hidayat, yang menjabat sebagai Ketua DPD terpilih.
Ada misi besar yang diusung oleh duet Anis-Kholid, yakni memperkuat basis suara di tingkat akar rumput.
Salah satu target ambisius yang dicanangkan adalah penambahan kursi legislatif di setiap Daerah Pemilihan (Dapil) di Kabupaten Kudus.
Langkah ini diambil agar Partai Golkar memiliki daya tawar yang lebih kuat dalam mengawal kebijakan pemerintah daerah ke depan. Strategi pemenangan pun mulai dirancang seiring dengan rampungnya penyusunan struktur organisasi.
Salah satu anggota tim formatur, Syaikhul Anwar, mengonfirmasi bahwa kesepakatan struktur inti ini dicapai dalam rapat yang digelar pada Senin, 6 April 2026 lalu.
“Alhamdulillah, rapat formatur sudah tuntas. Salah satu poin utamanya adalah penetapan Kholid Mawardi sebagai Sekretaris DPD,” ujar Syaikhul saat memberikan keterangan pada Kamis 09/04/2026.
Meski posisi kunci seperti Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) sudah disepakati, Syaikhul belum bersedia membeberkan daftar lengkap jajaran pengurus lainnya. Hal ini dilakukan demi menghormati proses administratif di internal partai.
Saat ini, bola panas berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Seluruh susunan pengurus hasil rapat formatur telah disetorkan ke pusat melalui DPD tingkat provinsi.
“Tugas formatur sudah selesai. Sekarang kami tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) resmi dari DPP melalui provinsi,” tambah Syaikhul.
Di sisi lain, Kholid Mawardi yang merupakan Ketua Fraksi Golkar DPRD Kudus, memilih untuk tetap rendah hati dan tidak gegabah memberikan pernyataan.
Senada dengan Kholid, Ketua terpilih Anis Hidayat juga menegaskan bahwa mereka masih dalam posisi menunggu legitimasi tertulis.
“Pengajuan SK sudah dilakukan, namun sampai saat ini kami masih menunggu (turun dari DPP),” ungkap Anis singkat.
Dengan selesainya rapat formatur ini, mesin partai Golkar di Kudus kini tinggal selangkah lagi menuju pengukuhan resmi untuk menghadapi dinamika politik lima tahun ke depan. (J02/A01)










