IBI Kudus Prioritaskan Percepatan Penurunan Stunting Lewat Pendampingan Ibu Hamil dan Balita

- Jurnalis

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kudus menempatkan percepatan penurunan angka stunting sebagai salah satu program prioritas dalam program kerja. (Foto: J05)

Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kudus menempatkan percepatan penurunan angka stunting sebagai salah satu program prioritas dalam program kerja. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kudus  menempatkan percepatan penurunan angka stunting sebagai salah satu program prioritas dalam program kerja organisasi.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan pendampingan bagi ibu hamil dan balita secara berkelanjutan.

Pendampingan dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari fasilitas pelayanan kesehatan, puskesmas, Tim Penggerak PKK, hingga pemerintah desa dan kecamatan.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat langkah pencegahan stunting di Kabupaten Kudus.

Ketua IBI Kabupaten Kudus, Darini, mengatakan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan.

Menurutnya, bidan memiliki peran strategis dalam memastikan kondisi kesehatan ibu tetap optimal sehingga bayi dapat lahir sehat dan memiliki tumbuh kembang yang baik.

“Ibu hamil kita kawal agar tidak terjadi stunting. Pencegahan dilakukan sejak terjadinya konsepsi hingga anak berusia dua tahun atau pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan,” ujarnya, Rabu, 22/7/2026.

Ia menjelaskan, kesehatan ibu selama kehamilan menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi risiko stunting pada anak.

Oleh sebab itu, pemeriksaan kehamilan dilakukan secara rutin untuk mendeteksi berbagai faktor risiko sedini mungkin sehingga penanganan dapat segera diberikan.

Darini menyebutkan, salah satu indikator yang diperhatikan adalah ukuran lingkar lengan atas ibu hamil. Apabila ukurannya kurang dari 23,5 sentimeter, ibu memiliki risiko lebih tinggi mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) yang dapat berdampak pada kondisi janin.

Baca Juga :  Operasi Bersinar, Polres Demak Tes Urine Anggota

Selain itu, anemia pada ibu hamil juga menjadi perhatian karena berkontribusi terhadap risiko terjadinya stunting.

Tidak hanya itu, kenaikan berat badan selama kehamilan turut dipantau. Menurutnya, ibu hamil idealnya mengalami peningkatan berat badan sekitar 12 kilogram.

Jika kenaikan berat badan tidak mencapai angka tersebut, diperlukan pendampingan dan pemantauan lebih intensif agar kondisi ibu maupun janin tetap terjaga.

Pendampingan juga berlanjut setelah bayi lahir. IBI bersama tenaga kesehatan terus memonitor pertumbuhan dan perkembangan balita melalui layanan Posyandu.

Pemeriksaan dilakukan secara berkala dengan mengukur berat badan, tinggi badan, serta mencocokkannya dengan grafik pertumbuhan sesuai usia anak.

“Anak dinyatakan lepas dari stunting ketika grafik pertumbuhan dan perkembangannya sesuai dengan usianya. Itu bisa dipantau melalui Posyandu dengan melihat berat badan dan indikator pertumbuhan lainnya. Cara ini menjadi langkah paling efektif untuk mengetahui apakah anak mengalami stunting atau tidak,” pungkasnya.

Melalui pendampingan sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia dua tahun, IBI Kabupaten Kudus optimistis target zero stunting dapat diwujudkan melalui edukasi keluarga, pemantauan kesehatan ibu, dan pengawasan tumbuh kembang balita secara berkesinambungan. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru