oleh

Selama 2020, 5 Kasus DBD Di Kabupaten Kudus 1 Meninggal Dunia

Jurnalpantura.id, Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus mengumumkan hingga pertengahan Maret 2020 ini. Terjadi lima kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) dan satu diantaranya meninggal.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Joko Dwi Putranto melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Nuryanto mengatakan dua kasus DBD terjadi pada bulan Januari lalu. Lalu di bulan Februari ada dua kasus DBD dan bulan Maret ini ada satu kasus.

“Kematian akibat DBD terjadi pada kasus di bulan Maret,” Ujarnya, Selasa 24/03/2020 siang.

Terlambatnya penanganan kesehatan yang diterima, membuat nyawa warga Desa Lau Kecamatan Dawe itu tidak dapat diselamatkan.

“Pasien di bawa ke rumah sakit dalam kondisi telah mengalami syok dan pendarahan. Sehingga sulit untuk disembuhkan,” ujar dia.

Menurutnya, selama ini kematian akibat DBD, 100 persen disebabkan karena keterlambatan penanganan. Untuk itu, pihaknya mengajak kepada masyarakat Kudus agar segera memeriksakan diri bila mengalami gejala-gejala DBD.

Seperti demam, ruam, nyeri otot dan sendi. Pada penderita yang sudah parah terjadi syok dan pendarahan. (J12/A01)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed