Perkuat Sinergi dan Ekosistem Bisnis Beras, BRI KC Demak Gelar Business Matching Komoditas Padi

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para peserta kegiatan Business Matching Komoditas Padi di Aula BRI KC Demak (Foto:Istimewa)

Para peserta kegiatan Business Matching Komoditas Padi di Aula BRI KC Demak (Foto:Istimewa)

Jurnalpantura.id, Demak – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Kantor Cabang (KC) Demak menyelenggarakan kegiatan Business Matching Komoditas Padi di Aula BRI KC Demak, Selasa 13/10/2026.

Kegiatan ini diikuti oleh 60 pedagang beras se-Kabupaten Demak dan dihadiri oleh Fajrul Haq selaku Pemimpin Cabang BRI Demak, dengan pemateri disampaikan oleh Agus Hariyanto selaku penyaji.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya BRI dalam memperkuat sinergi dengan pelaku usaha di sektor pertanian, khususnya komoditas padi dan perdagangan beras, sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem bisnis yang terintegrasi, produktif, dan berkelanjutan.

Pemimpin Cabang BRI Demak, Fajrul Haq, menekankan pentingnya kolaborasi dan kemitraan berkelanjutan untuk mengoptimalkan potensi sektor pertanian dan perdagangan beras di Kabupaten Demak.

“Kegiatan Business Matching diharapkan menjadi wadah bagi para pelaku usaha untuk memperluas jaringan bisnis, menjajaki peluang kerja sama, serta membangun hubungan kemitraan yang saling menguntungkan,” ujarnya.

Ia berharap,di forum ini, para pedagang beras dapat meningkatkan kapasitas usaha, memperluas peluang pasar, dan mengoptimalkan potensi bisnis yang dimiliki.

Sementara itu, Agus Hariyanto menyampaikan materi yang diharapkan dapat memberikan wawasan kepada peserta mengenai strategi peningkatan produktivitas pertanian, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), penerapan praktik budidaya yang baik, serta penanganan gabah untuk memenuhi standar kualitas dan kebutuhan pasar.

“Pemahaman terhadap aspek produksi dan kualitas menjadi faktor penting dalam membangun rantai pasok beras yang berdaya saing. Dengan kualitas hasil panen yang terjaga dan pengelolaan usaha yang semakin baik, peluang untuk memenuhi kebutuhan pasar secara konsisten diharapkan dapat meningkat,” terang Agus.

Baca Juga :  Rayndra Ajak Generasi Muda Jadi CEO Pertanian yang Keren, Mulai dari Mahasiswa UMK

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih erat antara petani, kelompok tani, penggilingan padi, pedagang beras, distributor, dan offtaker.

Kolaborasi antarpelaku rantai pasok tersebut diharapkan mampu menciptakan proses bisnis yang lebih efektif, menjaga kualitas komoditas, memperluas akses pasar, serta menghasilkan nilai tambah bagi seluruh pihak yang terlibat.

Sebagai mitra strategis pelaku usaha, BRI juga mendorong pemanfaatan layanan perbankan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis, termasuk untuk mendukung kelancaran transaksi dan pengembangan usaha.

Sinergi antara layanan perbankan dan aktivitas usaha di sektor pertanian diharapkan dapat membuka peluang pertumbuhan yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal.

Kegiatan Business Matching Komoditas Padi ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara BRI dan para pedagang beras di Kabupaten Demak sekaligus mendorong terciptanya ekosistem usaha pertanian yang semakin kuat, inklusif, dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi yang berkesinambungan, BRI KC Demak berharap dapat turut mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan daya saing pelaku usaha, serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani dan pelaku usaha komoditas beras di Kabupaten Demak. (J02/A01)

Berita Terkait

PKK Wergu Wetan Gelar Lomba Tanam Cabai Berhadiah Unik, Dorong Ketahanan Pangan Keluarga
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Perkuat Sinergi dan Ekosistem Bisnis Beras, BRI KC Demak Gelar Business Matching Komoditas Padi

Selasa, 11 November 2025 - 21:19 WIB

PKK Wergu Wetan Gelar Lomba Tanam Cabai Berhadiah Unik, Dorong Ketahanan Pangan Keluarga

Berita Terbaru

Petugas kepolisian menggandeng terduga para pelaku kasus bentrokan antara kelompok penagih utang dan warga di Desa Jepang, Kudus. Polisi masih mendalami peran masing-masing pihak dalam perkara tersebut. Foto: JP

Kriminalitas

Utang Rp 52 Juta Berujung Bentrokan, 24 Orang Diamankan di Kudus

Rabu, 14 Okt 2026 - 17:05 WIB