Jurnalpantura.id, Kudus – Kabupaten Kudus mulai mempersiapkan kontingen terbaik untuk menghadapi Musabaqah Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) tingkat SD Provinsi Jawa Tengah 2026.
Sebanyak 306 siswa dari sembilan kecamatan mengikuti MAPSI SD ke-27 tingkat Kabupaten Kudus yang digelar pada Rabu, 14/10/2026.
Melalui ajang ini, peserta terbaik akan diseleksi untuk mewakili Kudus dalam kompetisi tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung pada 12–14 November 2026 di Kabupaten Purworejo.
Kegiatan yang diselenggarakan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kabupaten Kudus tersebut dibuka di Gedung Multifungsi GOR Kudus.
Adapun pelaksanaan perlombaan berlangsung di SD 1 Wergu Wetan, SD 3 Wergu Wetan, dan aula Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus.
Para peserta berkompetisi dalam 13 cabang lomba yang menguji kemampuan akademik keagamaan, keterampilan beribadah, serta kreativitas dalam bidang seni Islami.
Ketua KKG PAI Kabupaten Kudus, Purwo H. Kusumo, menjelaskan bahwa MAPSI menjadi tahapan penting untuk menjaring siswa yang memiliki kemampuan dan kesiapan berkompetisi di tingkat provinsi.
Setiap kecamatan mengirimkan perwakilan terbaiknya untuk bersaing memperebutkan kesempatan menjadi bagian dari kontingen Kabupaten Kudus.
“Untuk tahun ini ada 306 peserta dengan 13 cabang lomba. Harapannya, melalui kompetisi ini bisa terpilih peserta terbaik yang nantinya mewakili Kabupaten Kudus di tingkat provinsi,” ujarnya seusai pembukaan kegiatan.
Sebanyak 13 cabang lomba yang dipertandingkan meliputi Tilawatil Qur’an, azan dan ikamah, Hifdzil Qur’an, cerita Islami, khitobah atau pidato Islami, praktik wudu dan salat, TIK Informatika Islami, pengetahuan PAI dan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ), seni kaligrafi Al-Qur’an, Khat Al-Qur’an, seni macapat Islami, duet lagu religi, serta musik rebana.
Untuk menghasilkan wakil yang kompetitif, panitia turut memperhatikan kualitas pelaksanaan dan objektivitas penilaian. Sejumlah juri profesional didatangkan dari luar Kabupaten Kudus, di antaranya dari Jepara, Demak, dan Pati.
Menurut Purwo, pelibatan juri dari berbagai daerah diharapkan dapat menjaga independensi penilaian sekaligus mengurangi potensi perbedaan persepsi selama perlombaan berlangsung.
Panitia juga memastikan seluruh proses penilaian berpedoman pada petunjuk teknis (juknis) masing-masing cabang lomba. Langkah ini dinilai penting karena terdapat kemungkinan perubahan ketentuan dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.
“Kami terus melakukan pemantauan. Jika ada perubahan ketentuan, informasi langsung disampaikan kepada peserta agar mereka bisa menyesuaikan dengan juknis yang berlaku,” jelas Purwo.
Dari sisi target, KKG PAI Kabupaten Kudus berharap prestasi yang diraih tahun ini dapat meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Pada MAPSI tahun lalu, Kudus berhasil meraih juara tiga pada cabang kaligrafi putri serta memperoleh prestasi pada cabang PAI. Tahun ini, panitia menargetkan sedikitnya lima prestasi di tingkat provinsi.
“Kami menargetkan minimal lima juara. Persaingan di tingkat provinsi memang cukup ketat, tetapi kami akan terus berupaya agar peserta yang terpilih bisa memberikan hasil maksimal dan mengharumkan nama Kabupaten Kudus,” ungkapnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, menyampaikan bahwa MAPSI tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana membangun karakter dan mengembangkan potensi siswa sejak dini.
Ia menilai pendidikan agama memiliki peran penting dalam membentuk budi pekerti anak, terutama di tengah perkembangan teknologi digital yang membawa beragam pengaruh bagi generasi muda.
“Di tengah perkembangan zaman dan semakin banyaknya pengaruh dunia digital, kami berharap anak-anak memiliki karakter yang baik. Pendidikan agama menjadi salah satu filter untuk membentuk budi pekerti,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus, Shony Wardana, berharap MAPSI dapat membentuk generasi yang berakhlakul karimah, menjunjung tinggi sportivitas, dan mampu menyebarluaskan nilai-nilai Islam melalui berbagai bidang perlombaan.
Ia juga mengingatkan para peserta agar menerima hasil kompetisi dengan lapang dada dan terus meningkatkan kemampuan.
“Bagi yang menjadi juara, persiapkan diri untuk berkompetisi di tingkat provinsi. Sementara yang belum berhasil, jangan berkecil hati karena masih ada kesempatan pada tahun berikutnya. Tetap semangat,” pesannya. (J05/A01)










