Jurnalpantura.id, Kudus – Menjelang Lebaran Ketupat 2026, penjualan janur di depan Pasar Bitingan, Kudus, laris manis diburu para pembeli.
Momen ini menjadi rutinitas tahunan yang selalu dinantikan para pedagang janur untuk meraup keuntungan di hari-hari khusus tersebut.
Para penjual janur yang hadir di Pasar Bitingan tidak hanya berasal dari Kudus, melainkan juga datang dari luar daerah, termasuk warga Jepara.
Kehadiran pedagang luar kota ini menunjukkan bahwa peluang bisnis janur menjelang Lebaran Ketupat cukup menguntungkan.
Salah satu pedagang yang merasakan cuan besar adalah Muhammad Reza Rohmad, warga Pecangaan, Jepara. Pria berusia 25 tahun ini mengaku mampu menghasilkan jutaan rupiah dari penjualan janur setiap harinya.
“Seperti kemarin bisa menjual hingga 6.000 janur, sementara hari ini baru terjual sekitar 5.000 janur. Harga janur berbeda, ada dua jenis warna yaitu hijau dan kuning. Janur hijau Rp 2 ribu sampai Rp 3 ribu per ikat berisi 10 biji, sedangkan janur kuning Rp 4 ribu sampai Rp 6 ribu per ikat,” ungkap Reza saat ditemui di lokasi, Kamis, 26/3/2026.
Meski penjualan cukup lumayan, Reza mengaku tahun ini tidak seramai tahun lalu. Pada puncak Lebaran Ketupat sebelumnya, ia mampu menjual hingga 10.000 janur dalam sehari.
Reza menuturkan, dirinya baru dua tahun terakhir mulai berjualan janur di Kudus. Namun, menurutnya, harga jual di Kudus lebih tinggi dibandingkan di Jepara, sehingga keuntungan yang didapat lebih besar.
“Selisih harga bisa sampai seribu sampai Rp 3 ribu per ikat, sehingga sangat menguntungkan,” jelasnya.
Hal serupa juga diungkapkan pedagang lainnya, Rohmad, yang hari ini mampu menjual hingga 4.000 biji janur.
Ia menambahkan bahwa meskipun penjualan agak sepi dibandingkan tahun sebelumnya, hasil dari penjualan janur cukup untuk menambah penghasilan keluarga dan bahkan untuk liburan bersama anak dan istri. (J05/A01)










