Penjualan Janur di Depan Pasar Bitingan Kudus Jelang Lebaran Ketupat Laris Manis

- Jurnalis

Kamis, 26 Maret 2026 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjualan janur di depan Pasar Bitingan, Kabupaten Kudus. (Foto: J05)

Penjualan janur di depan Pasar Bitingan, Kabupaten Kudus. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Menjelang Lebaran Ketupat 2026, penjualan janur di depan Pasar Bitingan, Kudus, laris manis diburu para pembeli.

Momen ini menjadi rutinitas tahunan yang selalu dinantikan para pedagang janur untuk meraup keuntungan di hari-hari khusus tersebut.

Para penjual janur yang hadir di Pasar Bitingan tidak hanya berasal dari Kudus, melainkan juga datang dari luar daerah, termasuk warga Jepara.

Kehadiran pedagang luar kota ini menunjukkan bahwa peluang bisnis janur menjelang Lebaran Ketupat cukup menguntungkan.

Salah satu pedagang yang merasakan cuan besar adalah Muhammad Reza Rohmad, warga Pecangaan, Jepara. Pria berusia 25 tahun ini mengaku mampu menghasilkan jutaan rupiah dari penjualan janur setiap harinya.

“Seperti kemarin bisa menjual hingga 6.000 janur, sementara hari ini baru terjual sekitar 5.000 janur. Harga janur berbeda, ada dua jenis warna yaitu hijau dan kuning. Janur hijau Rp 2 ribu sampai Rp 3 ribu per ikat berisi 10 biji, sedangkan janur kuning Rp 4 ribu sampai Rp 6 ribu per ikat,” ungkap Reza saat ditemui di lokasi, Kamis, 26/3/2026.

Baca Juga :  Penuhi Nazar, Puluhan Janda dan Lansia Desa Cendono Sowan ke Pendopo Kudus Bawa Hasil Bumi

Meski penjualan cukup lumayan, Reza mengaku tahun ini tidak seramai tahun lalu. Pada puncak Lebaran Ketupat sebelumnya, ia mampu menjual hingga 10.000 janur dalam sehari.

Reza menuturkan, dirinya baru dua tahun terakhir mulai berjualan janur di Kudus. Namun, menurutnya, harga jual di Kudus lebih tinggi dibandingkan di Jepara, sehingga keuntungan yang didapat lebih besar.

“Selisih harga bisa sampai seribu sampai Rp 3 ribu per ikat, sehingga sangat menguntungkan,” jelasnya.

Hal serupa juga diungkapkan pedagang lainnya, Rohmad, yang hari ini mampu menjual hingga 4.000 biji janur.

Ia menambahkan bahwa meskipun penjualan agak sepi dibandingkan tahun sebelumnya, hasil dari penjualan janur cukup untuk menambah penghasilan keluarga dan bahkan untuk liburan bersama anak dan istri. (J05/A01)

Berita Terkait

Selembar Kertas, Segudang Imajinasi: Cara Anak Muda Kudus Meredakan Penat
Delapan Bayi Lahir di Hari Kemerdekaan, Jadi Kado Istimewa HUT ke-81 RI di Kudus
Animasi Sai dan Uti Jadi Media Edukasi Sejarah, Wabup Bellinda Isi Suara Karakter Uti
Benang Lama Cerita Baru, Warga Kudus Diajak Sulap Kain Perca Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Pelaku UMKM di Kudus Buktikan Sampah Bisa Menjadi Sumber Penghasilan
Kelas Kreatif di Perpusda Kudus, Kawat Bulu Disulap Jadi Bunga Lily
Kudus Satu-satunya di Eks Karesiden Pati yang Aktifkan Komunitas Perempuan Berkebaya, Pesan Endhah Endhayani di Hari Kartini
Antusias Tukar Uang Baru Jelang Lebaran, 500 Nasabah Dilayani di Bank Jateng Kudus
Berita ini 80 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 10:31 WIB

Selembar Kertas, Segudang Imajinasi: Cara Anak Muda Kudus Meredakan Penat

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:57 WIB

Delapan Bayi Lahir di Hari Kemerdekaan, Jadi Kado Istimewa HUT ke-81 RI di Kudus

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:02 WIB

Animasi Sai dan Uti Jadi Media Edukasi Sejarah, Wabup Bellinda Isi Suara Karakter Uti

Senin, 22 Juni 2026 - 11:13 WIB

Benang Lama Cerita Baru, Warga Kudus Diajak Sulap Kain Perca Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:35 WIB

Pelaku UMKM di Kudus Buktikan Sampah Bisa Menjadi Sumber Penghasilan

Berita Terbaru