Jurnalpantura.id, Kudus – Suasana Sabtu di salah satu sudut Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Kudus tampak semarak dengan canda tawa para ibu yang berkumpul sambil memegang kawat bulu berwarna-warni.
Aktivitas tersebut menghadirkan nuansa hangat yang berbeda dari biasanya, menjadikan perpustakaan tak sekadar tempat membaca.
Keriuhan itu tidak berlangsung lama. Dalam hitungan menit, suasana berubah menjadi tenang ketika sekitar delapan peserta mulai fokus pada aktivitas merangkai kawat bulu atau yang populer disebut pipe cleaner.
Konsentrasi mereka terlihat dari gerakan tangan yang teliti dan penuh kehati-hatian.
Para peserta diketahui tengah mengikuti pelatihan kerajinan pipe cleaner yang dipandu oleh seorang perajin bernama Nana.
Pada pertemuan Sabtu, 25/4/2026 tersebut, mereka sepakat membuat buket sederhana berupa satu tangkai bunga lily sebagai hasil karya.
Dengan arahan Nana, peserta mulai membagi kawat bulu menjadi beberapa bagian kecil. Warna yang digunakan pun bervariasi sesuai selera masing-masing, lalu disusun perlahan hingga membentuk kelopak bunga yang menyerupai lily.
Selain kawat bulu, bahan yang digunakan tergolong sederhana dan mudah ditemukan, seperti lem tembak, floral tip, tangkai, serta kertas pembungkus.
Meski bahan-bahannya ekonomis, hasil akhirnya mampu menjadi kerajinan bernilai estetika dan berpotensi dijual.
Bagi pemula, membentuk kawat bulu menjadi karya yang rapi tentu bukan hal mudah. Meski begitu, para ibu yang mengikuti pelatihan tampak cekatan, seakan sudah berpengalaman.
Padahal, sebagian besar dari mereka baru pertama kali mencoba kerajinan ini.
Penata Operasional Perpusda Kudus, Novianti Safitri, menjelaskan bahwa kelas pipe cleaner telah berjalan sekitar dua tahun dan rutin digelar setiap dua minggu sekali.
Program ini merupakan respon atas tingginya minat masyarakat terhadap pelatihan keterampilan, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjadikan perpustakaan sebagai ruang publik yang aktif, kreatif, dan terbuka bagi berbagai kegiatan masyarakat.
“Jadi kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pelibatan masyarakat sudah menjadi agenda rutin, silahkan kalau mau ikut karena ini untuk masyarakat umum,” tambahnya.
Selain kelas pipe cleaner, lanjut Fitri, Dinas Arpusda Kudus juga menjadwalkan untuk kelas pelatihan lain. Seperti kelas mental health, rajut, menulis fiksi, bahasa inggris, tari, digital marketing dan lainnya. (J05/A01)










