Jurnalpantura.id, Kudus – Sekitar 13 unit truk dijadwalkan tiba di Markas Kodim 0722/Kudus pada Senin, 29/6/2026, melengkapi 57 unit yang sebelumnya telah didistribusikan untuk desa-desa setempat.
Total ada sebanyak 70 unit truk operasional untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang telah tersalurkan ke desa-desa di Kabupaten Kudus.
Penyaluran tahap kedua ini diberikan kepada sejumlah desa, di antaranya Desa Jekulo, Desa Kedungdowo, Desa Temulus, Desa Loram Kulon, Desa Rendeng, Desa Piji, Desa Tanjungkarang, Desa Purworejo, Desa Panjang, dan Desa Undaan Tengah.
Bantuan kendaraan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah untuk memperkuat operasional Koperasi Desa Merah Putih.
Kepala Desa Purworejo, Nur Chamid, mengatakan desanya menjadi salah satu penerima bantuan pada tahap kedua. Sebelum menerima truk, desa setempat lebih dulu memperoleh dua unit kendaraan roda tiga atau bentor sebagai sarana operasional koperasi.
“Ini adalah dari Koperasi Desa Merah Putih Desa Purworejo. Kami menerima bantuan berupa truk KDMP dan ini termasuk tahap kedua. Kemarin kami sudah menerima bantuan bentor dua unit, sekarang truk, dan terakhir nanti akan ada kendaraan pikap,” ujar Nur Chamid.
Ia mengapresiasi pemerintah pusat yang telah menyalurkan bantuan secara bertahap. Menurutnya, seluruh kendaraan yang diterima akan menjadi penunjang kegiatan usaha koperasi desa, terutama dalam distribusi barang kepada masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah melaksanakan program ini. Dari tahap ke tahap sudah kita laksanakan dan kita terima,” katanya.
Nur Chamid menjelaskan, pembangunan fasilitas Koperasi Desa Merah Putih di Desa Purworejo semestinya masuk dalam tahap pertama.
Namun penyelesaiannya mengalami keterlambatan karena pelaksana proyek menangani banyak lokasi pembangunan secara bersamaan.
“Sebenarnya pembangunan masuk tahap pertama, tetapi baru selesai kemarin karena ada kendala. Mungkin pelaksana menerima banyak titik pekerjaan sehingga progres mengalami keterlambatan. Akhirnya kami menerima bantuan ini belakangan,” jelasnya.
Menurutnya, truk tersebut akan digunakan untuk mengangkut barang dalam jumlah besar, sedangkan bentor dimanfaatkan untuk distribusi dengan kapasitas kecil dan tujuan yang berdekatan.
Sementara itu, kendaraan operasional saat ini masih diparkir di halaman Balai Desa Purworejo karena gerai maupun gudang koperasi belum memiliki petugas keamanan.
“Kalau jumlah sedikit dan dekat memakai bentor. Kalau truk digunakan untuk kapasitas yang lebih besar, termasuk mengangkut dan mengirim barang dagangan. Untuk saat ini kita belum tahu bagaimana teknis pelaksanaan KDMP itu, belum ada instruksi. Desa hanya diminta untuk menyediakan lahan dan membentuk pengurus,” pungkasnya. (J05/A01)










