Jurnalpantura.id, Kudus – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menginstruksikan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk ikut menyukseskan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di wilayah masing-masing.
Selain diwajibkan menjadi anggota, ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus juga diminta untuk melakukan aktivitas ekonomi atau belanja di Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih.
“ASN menjadi anggota wajib memajukan koperasi desa maupun kelurahan merah putih di wilayah masing-masing,” ujar Sam’ani usai seremonial peresmian koperasi desa merah putih oleh Presiden Prabowo Subianto secara virtual, di Desa Getaspejaten, Kecamatan Jati, Kudus, Sabtu, 16 Mei 2026.
Meskipun instruksi tersebut bersifat mengingat, Sam’ani menegaskan bahwa hal itu bukan berarti mematikan warung kelontong atau UMKM yang ada di sekitar koperasi. Namun, antara UMKM dan koperasi merah putih harusnya bisa berkolaborasi.
“KDMP ini merangkul semua pihak, kearifan lokal, sehingga terjadi kolaborasi bersama UMKM lokal, terjadi sinergi. Persaingan bukan berarti mematikan tapi saling menguatkan perekonomian di Kudus,” tuturnya.
Sam’ani menyebut bahwa saat ini sudah terbangun sebanyak 90 koperasi merah putih di Kabupaten Kudus. Di mana, 57 koperasi di antaranya telah beroperasi secara aktif.
Pihaknya pun berharap, setelah dilakukannya peresmian koperasi merah putih secara seremonial oleh Presiden Prabowo Subianto ini, dapat memberikan dampak positif terhadap penguatan perekonomian daerah.
“Dengan dimulainya peresmian ini, bukan berarti kita lembek tapi bagaimana tim bergerak, forkopimda, kepada desa, RT dan RW, untuk operasional koperasi merah putih agar bermanfaat bagi masyarakat,” harapnya.
Pihaknya juga menyebut bahwa nantinya, setiap koperasi merah putih akan mendapatkan bantuan kendaraan truk, pick uk, bentor, yang penyaluran nya langsung dikawal oleh pemerintah pusat.
Hingga kini, sebanyak 11 truk perlengkapan telah diterima guna menunjang kesiapan koperasi yang tengah dikembangkan di berbagai desa dan kelurahan.
Komandan Kodim 0722/Kudus, Yuusufa Allan Andriasie mengatakan, penguatan fasilitas operasional menjadi bagian penting agar koperasi nantinya dapat berjalan maksimal dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat desa.
“Sampai hari ini sudah ada 57 koperasi yang selesai. Selain itu kami juga menerima dukungan 11 truk perlengkapan untuk menunjang operasional,” katanya.
Tak hanya distribusi logistik, sejumlah fasilitas lain juga mulai dipasang di beberapa titik koperasi. Saat ini tercatat 20 koperasi telah dipasangi pendingin ruangan (AC), sementara 10 koperasi lainnya sudah mendapatkan rak penyimpanan. (J05/A01)










