Jurnalpantura.id, Kudus – Pembangunan gedung operasional Koperasi Merah Putih di Kabupaten Kudus hingga kini masih menghadapi sejumlah hambatan.
Sedikitnya 42 desa dan kelurahan belum dapat memulai pembangunan lantaran persoalan status tanah dan keterbatasan lahan yang tersedia.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Fiza Akbar, menjelaskan bahwa sebagian wilayah masih harus menyelesaikan proses administrasi dan penentuan lokasi lahan sebelum pembangunan dapat dilakukan.
Ia menyebutkan, saat ini sebanyak 57 desa telah berhasil membangun gedung operasional Koperasi Merah Putih. Selain itu, terdapat 33 desa lainnya yang sedang menjalani tahap pembangunan.
Sementara itu, puluhan desa dan kelurahan yang belum memulai pembangunan masih berupaya mencari dan menyiapkan lahan yang memenuhi syarat.
Kendala tersebut dinilai cukup beragam, mulai dari luas lahan yang terbatas hingga status kepemilikan tanah yang belum tuntas.
“Untuk pembentukan pengurus koperasi sebenarnya sudah selesai di seluruh 132 desa dan kelurahan di Kabupaten Kudus,” ujar Fiza pada Selasa, 26 Mei 2026.
Fiza mengungkapkan, ada 18 desa yang mengalami keterbatasan lahan, termasuk sembilan kelurahan dengan kondisi wilayah yang sempit.
Selain itu, terdapat 13 desa yang lahannya masuk kategori Lahan Sawah Dilindungi (LSD), sehingga tidak bisa digunakan untuk pembangunan gedung.
“Beberapa desa juga masih menghadapi persoalan legalitas tanah. Ada lahan yang masih tercatat sebagai aset pemerintah kabupaten, milik Perhutani, hingga lahan di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS),” terangnya.
Pemerintah daerah pun mulai mempertimbangkan kemungkinan penerapan konsep koperasi bersama bagi desa atau kelurahan yang benar-benar tidak memiliki lahan. Namun hingga kini, rencana tersebut masih sebatas wacana dan belum dipastikan penerapannya.
Di sisi lain, dukungan sarana untuk operasional Koperasi Merah Putih di Kudus terus berjalan. Hingga saat ini telah disalurkan 11 unit truk operasional, pemasangan AC di 20 titik koperasi, serta pemasangan rak di 10 lokasi.
Dalam waktu dekat, koperasi juga dijadwalkan menerima tambahan fasilitas seperti kendaraan pick-up, motor operasional, perlengkapan apotek, dan fasilitas kesehatan lainnya. (J05/A01)










