Jurnalpantura.id, Kudus – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, menyiapkan layanan cash on delivery (COD) untuk memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Konsep tersebut didukung fasilitas kendaraan operasional yang nantinya digunakan untuk mengantarkan pesanan langsung ke rumah warga.
Kepala Desa Ternadi, Arik Wahono, mengatakan layanan antar menjadi salah satu upaya menyesuaikan pelayanan koperasi dengan kondisi masyarakat di wilayahnya. Warga nantinya tidak perlu selalu datang ke lokasi koperasi ketika membutuhkan barang tertentu.
Menurut Arik, kendaraan roda tiga bantuan pemerintah pusat serta mobil operasional akan dimanfaatkan untuk mendukung layanan tersebut. Sistem itu diharapkan dapat membuat keberadaan KDKMP lebih mudah dijangkau masyarakat, meski lokasi koperasi berada di kawasan yang tidak berada tepat di tengah permukiman.
“Kalau di kota-kota kan Grab, kalau di sini COD. Memanfaatkan kendaraan roda tiga dan mobil untuk mengantar,” ujar Arik, Kamis (13/8/2026).
Ia menjelaskan, lokasi pembangunan KDKMP dipilih karena aset desa yang tersedia memang terbatas. Lahan yang memenuhi kebutuhan pembangunan koperasi berada di kawasan tersebut sehingga pemerintah desa memanfaatkannya untuk mendukung program nasional KDKMP.
Kendati demikian, Arik memastikan lokasi koperasi sebenarnya masih cukup dekat dengan permukiman warga. Jika ditempuh melalui jalan kampung, jaraknya hanya sekitar 100 meter.
Area tersebut juga memiliki nilai historis bagi masyarakat karena sebelumnya kerap digunakan sebagai lapangan untuk berbagai kegiatan.
“Bondo desa maupun aset desa cuma adanya di sini, karena keterbatasan tempat. Ini program nasional, harus dibikin dan harus ada tempatnya. Sebetulnya ini ramai. Dulu ini lapangan bola. Ada voli, ketoprak, kesenian, orkes juga,” jelasnya.
Ke depan, KDKMP Ternadi tidak akan hanya berperan sebagai tempat pemenuhan kebutuhan pokok. Pemerintah desa berencana mengembangkan lini usaha koperasi sesuai potensi dan kebutuhan masyarakat, termasuk menjadi tempat pengumpulan hasil pertanian warga.
Salah satu komoditas yang berpotensi masuk dalam pengembangan usaha tersebut adalah kopi. Warga nantinya dapat menyetorkan hasil panen kopi melalui koperasi. Selain itu, KDKMP juga diproyeksikan menyediakan jasa angkut untuk membantu distribusi hasil pertanian masyarakat.
“Warga bisa setorkan kopi di sini. Bisa juga jasa angkut hasil pertanian,” kata Arik.
Pengembangan kawasan KDKMP juga akan dilakukan secara bertahap. Pemerintah Desa Ternadi berencana mengusulkan pembangunan taman kanak-kanak (TK) di sekitar lokasi sekaligus mengembalikan fungsi kawasan sebagai ruang aktivitas masyarakat dengan menyediakan kembali fasilitas olahraga.
Dari sisi infrastruktur, pemerintah desa menyiapkan rencana pembangunan akses jalan dan talut melalui anggaran desa pada 2027. Penerangan kawasan juga tengah dipertimbangkan menggunakan lampu tenaga surya.
Dengan berbagai rencana tersebut, Arik berharap KDKMP Ternadi dapat berkembang menjadi pusat pelayanan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Ia ingin koperasi mampu menyesuaikan sistem pelayanan dengan karakteristik dan kebutuhan warga di wilayah pedesaan. (J05/A01)










