Jurnalpantura.id, Kudus – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus baru mulai melaksanakan Rekapitulasi hasil Pemilihan Umum mulai hari ini, Kamis 29/02 – 01/03/2024.
Namun dari hasil rekapitulasi yang dilakukan ditingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) , beberapa nama berpotensi lolos dan duduk di kursi DPRD Kabupaten Kudus.
Tercatat, ada 13 nama baru caleg dari total 45 caleg di DPRD.
Diantara 13 caleg baru, salah satunya Muhamad Antono. Caleg PDI Perjuangan dari Dapil 3 Jekulo Dawe, dipastikan lolos ke DPRD dengan perolehan suara sekitar 6.615.
Sebagai penggiat wisata, saat duduk di Parlemen M Antono ingin memajukan potensi pariwisata di Kabupaten Kudus, khususnya di Desa-desa yang berada di lereng Gunung Muria.
Satu tradisi yang ingin kembali dihidupkan oleh Antono yakni tradisi Festival Sewu Kupat.
Menurut Antono yang juga warga asli Colo, tradisi Sewu Kupat sudah melekat bagi masyarakat Desa Colo.
Karena itu, tradisi budaya tersebut harus diadakan kembali dan dilestarikan setiap tahunnya.
“Keinginan saya pertama sebelum menjadi Anggota DPRD, festival Sewu Kupat di Colo bangkit lagi. Sudah lama tradisi budaya ini hilang karena tidak ada yang merawat, harus diadakan kembali,” kata M Antono, Kamis 29/02/2024.
Menurutnya, festival Sewu Kupat menjadi salah satu tradisi budaya khas di Kota Kretek yang digelar seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri.
Dimana ditempat lain, diberi nama tradisi Syawalan.
Ia pun mengaku sudah menjalin komunikasi dengan pemerintah Desa Colo, tokoh mayarakat dan tokoh agama setempat, untuk menyiapkan segala sesuatunya agar festival Sewu Kupat bisa hidup kembali.
Selain itu, lanjut dia, komunikasi juga bakal dilakukan dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus selaku leading sector pelaksanaan festival sewu kupat.
“Sudah ada komunikasi dengan desa dan perwakilan, mau kami adopsi dengan biaya sendiri. Selanjutnya komunikasi dengan Disbudpar untuk keberlangsungan kegiatan nantinya,” ujar dia.
Selain menghidupkan tradisi budaya, Muhamad Antono juga berkeinginan membangun desa wisata yang ada di Kota Kretek.
Misi tersebut bakal dibawa ke gedung parlemen untuk diperjuangkan supaya sektor wisata, potensi kesenian hingga kebudayaan di Kabupaten Kudus bisa berkembang lebih maju.
“Semua itu harus ada wadahnya, harus difasilitasi. Misalnya kesenian budaya harus diberikan wadah untuk masyarakat berekspresi, seperti pagelaran budaya dan kesenian,” terangnya.
Dia ingin mengabdikan dirinya sebagai wakil rakyat untuk memperjuangkan kemajuan wisata, budaya, dan kesenian di Kota Kretek. (J02/A01)










