Gas Air Mata Tembus ke Rumah Warga Hingga Tempat Ibadah, Ini Penjelasan Kapolres Kudus

- Jurnalis

Selasa, 26 Agustus 2025 - 17:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi aparat kepolisian membubarkan aksi massa dalam Latkampuan PAM di Alun-alun Kudus (foto:Jp)

Aksi aparat kepolisian membubarkan aksi massa dalam Latkampuan PAM di Alun-alun Kudus (foto:Jp)

JurnalPantura.id, Kudus – Kepulan asap gas air mata yang masuk ke rumah warga bahkan hingga ke masjid kerap menjadi sorotan publik dalam setiap penanganan unjuk rasa di sejumlah daerah. Fenomena itu seringkali viral di berbagai media sosial, menimbulkan keresahan masyarakat, dan menuntut aparat lebih hati-hati dalam bersikap menghadapi warga sipil.

Dari banyaknya kejadian tersebut, Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo menegaskan bahwa pihak kepolisian, khususnya Polres Kudus selalu mengedepankan langkah humanis dan terukur dalam menghadapi aksi massa.

“Dengan digelarnya Latkampuan PAM (Latihan Kemampuan Pengamanan Masyarakat) di alun-alun ini, menjadi langkah nyata untuk memastikan kesiapan aparat dalam mengawal penyampaian pendapat di muka umum,” ujarnya.

“Salah satu tujuan latihan ini, juga agar dapat mengukur strategi pembubaran massa tidak menimbulkan ekses negatif bagi masyarakat yang tidak terlibat aksi,” tegasnya.

Pihaknya menilai, kegiatan ini bertujuan untuk melatih sekaligus meningkatkan keterampilan seluruh personel dalam penanganan unjuk rasa.

“Dengan latihan ini, ke depan apabila terjadi aksi penyampaian pendapat di muka umum, kami sudah siap untuk mengamankan dengan baik,” paparnya.

Menurut Kapolres Kudus, dalam simulasi penanganan unjuk rasa, aparat dilatih untuk membaca situasi lapangan secara utuh. Salah satunya adalah menentukan arah massa yang didorong atau dibubarkan, agar tidak merugikan warga sekitar.

“Kalau di sebelah kiri ada masjid, tentu kita tidak akan mendorong massa ke arah sana. Begitu juga jika ada perkampungan padat. Massa kita arahkan ke titik yang lebih aman. Ini supaya masyarakat yang sedang beribadah, beristirahat, atau beraktivitas tidak ikut terdampak pembubaran aksi massa,” jelasnya.

Baca Juga :  Bakti TNI Pada Petani, Serap Harga Gabah Sesuai HPP

Ia menambahkan, penggunaan gas air mata tetap menjadi salah satu opsi pengendalian ketika situasi massa berubah anarkis. Namun penggunaannya harus memenuhi ketentuan, baik dari sisi jumlah maupun sasaran tembak.

Dalam latihan yang digelar di jantung kota Kudus tersebut, sekitar 400 personel Polres Kudus diterjunkan, lengkap dengan dukungan TNI dan Satpol PP. Hampir semua unit di Polres dilibatkan untuk menggambarkan situasi riil jika terjadi unjuk rasa besar.

Aksi massa yang diperankan puluhan personel menyalakan api di tong, melempar batu, hingga memprovokasi barisan polisi. Aparat pun merespons dengan formasi bertameng, semprotan air, hingga penembakan gas air mata. Meski dramatis, seluruh rangkaian hanya simulasi untuk menguji kesiapan lapangan.

Ia menegaskan, Polres Kudus tidak memposisikan diri sebagai lawan masyarakat dalam unjuk rasa. Sebaliknya, aparat adalah pengawal demokrasi agar penyampaian pendapat berlangsung aman dan damai.

“Kami ingin menegaskan, Polri bukan objek demo. Kami justru siap mengawal rekan-rekan yang menyampaikan pendapat secara damai. Polres Kudus adalah sahabat demokrasi,” tegasnya.

Dengan latihan ini, Kapolres berharap anggota kepolisian di Kabupaten Kudus semakin sigap menghadapi berbagai potensi kericuhan. Yang lebih penting, aparat bisa menekan dampak buruk bagi masyarakat sekitar, sehingga unjuk rasa tetap berada dalam koridor damai tanpa merusak ruang publik apalagi rumah ibadah. (J07/A01)

Berita Terkait

KKN 155 UIN Sunan Kudus Edukasi Anti-Bullying, Siswa SDN 1 Jatiurip Diajak Saling Menghargai
Dukung Mahasiswa Berprestasi, Pemkab Kudus Siapkan 15 Kuota Beasiswa
Insinerator Sederhana Karya Mahasiswa KKN UMKU Diresmikan Bupati Kudus, Solusi Pengelolaan Sampah Praktis Ramah Lingkungan
TMMD Sengkuyung III Kodim 0718/Pati Tuntaskan Berbagai Pembangunan Fisik dan Non-Fisik
Bukti Simbol Toleransi, Barongsai dan Tari Kretek Tampil Bersama Dalam Pembukaan TMMD
TMMD ke-125 Diresmikan, Beri Manfaat Langsung Bagi Masyarakat
Belum Dimulai, Car Free Night di Kudus Sudah Dimanfaatkan Oknum Makelar untuk Jual Lapak
Tekan Kemiskinan Secara Terstruktur, PKB Dorong Percepatan Pemberdayaan Lewat BPeK
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:09 WIB

KKN 155 UIN Sunan Kudus Edukasi Anti-Bullying, Siswa SDN 1 Jatiurip Diajak Saling Menghargai

Rabu, 15 April 2026 - 15:01 WIB

Dukung Mahasiswa Berprestasi, Pemkab Kudus Siapkan 15 Kuota Beasiswa

Selasa, 30 Desember 2025 - 06:05 WIB

Insinerator Sederhana Karya Mahasiswa KKN UMKU Diresmikan Bupati Kudus, Solusi Pengelolaan Sampah Praktis Ramah Lingkungan

Selasa, 26 Agustus 2025 - 17:18 WIB

Gas Air Mata Tembus ke Rumah Warga Hingga Tempat Ibadah, Ini Penjelasan Kapolres Kudus

Kamis, 21 Agustus 2025 - 14:51 WIB

TMMD Sengkuyung III Kodim 0718/Pati Tuntaskan Berbagai Pembangunan Fisik dan Non-Fisik

Berita Terbaru