Gapit Buatan Warga Binaan Rutan Kudus Laris Manis Selama Ramadan

- Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga binaan Rutan Kelas IIB Kudus membuat jajanan Gapit saat Ramadan. (Foto: JP)

Warga binaan Rutan Kelas IIB Kudus membuat jajanan Gapit saat Ramadan. (Foto: JP)

Jurnalpantura.id, Kudus – Jajanan tradisional gapit buatan warga binaan di Rutan Kelas IIB Kudus, ramai diserbu pembeli selama momentum Ramadan.

Tingginya permintaan membuat produksi gapit bahkan telah habis terjual sebelum Hari Raya Lebaran tiba.

Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Kudus, Rifky Nabris, menyampaikan bahwa kegiatan produksi gapit ini merupakan program rutin tahunan yang dilaksanakan setiap bulan Ramadan.

Program ini melibatkan warga tahanan pendamping atau tamping yang telah memenuhi syarat tertentu.

Menurut Rifky, warga binaan yang dapat mengikuti program tamping adalah mereka yang telah menjalani sepertiga masa penahanan, sudah menjalani sidang, serta berkelakuan baik.

Mereka kemudian dilibatkan dalam kegiatan pembinaan sekaligus membantu operasional sehari-hari di dalam rutan.

“Jadi untuk yang ikut tamping itu yang sudah menjalani sepertiga penahanan, sudah sidang, dan berkelakuan baik. Kita latih beberapa keterampilan salah satunya membuat jajanan gapit ini,” ujarnya, Rabu, 18/3/2026.

Baca Juga :  Pengendara Mobil di Kudus Hilang Kendali hingga Lindas Kaki Orang dan Tabrak Kios

Dalam sehari, sekitar delapan orang tamping mampu memproduksi kurang lebih lima kilogram gapit. Seluruh proses dikerjakan secara mandiri oleh warga binaan, mulai dari pembuatan adonan, pencetakan, hingga pengemasan produk siap jual.

Untuk pemasaran, sebagian produk gapit dititipkan di stand pameran Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pati, sementara sisanya dipasarkan kepada pegawai internal Rutan Kudus.

“Pengunjung yang datang ke rutan juga tertarik dan langsung memesan setelah melihat proses pembuatannya,” tuturnya.

Selain gapit, warga binaan juga dibekali keterampilan membuat produk lain seperti kerupuk puli dan telur asin. Produk-produk tersebut juga mendapat respons positif dari masyarakat, terutama dari kalangan pegawai internal rutan.

Hasil penjualan digunakan untuk mendukung operasional rutan, namun yang lebih utama adalah memberikan bekal keterampilan agar warga binaan lebih siap dan mandiri saat kembali ke masyarakat. (J05/A01)

Berita Terkait

Lentog Tanjung Tetap Jadi Primadona Sarapan Khas Kudus, Istri Bupati Kenang Cita Rasa Legendaris
Pemilik Kongkow, Berharap Ada Tambahan Rambu Lalu Lintas di Kawasan Wisata Kedumulyo
Usung Konsep Food Truck, Kongkow Jadi Tempat Nongkrong Favorit di Kedumulyo
Nikmatnya Semur Kutuk Khas Hadipolo Kudus, Kuliner Lawas yang Terus Bertahan
BGN Hentikan Sementara Operasional 15 SPPG di Kudus karena Masalah IPAL
Inovasi SMKN 3 Kudus, Lentog Tanjung Dikemas Kaleng dan Tahan Setahun
Hampers Lebaran Banjir Permintaan, Dezato Kudus Siapkan Varian Kue Kering Best Seller
Klasik Tetap Eksis, Madu Mongso Khas Lebaran Diserbu Pesanan Jelang Lebaran
Berita ini 113 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:55 WIB

Lentog Tanjung Tetap Jadi Primadona Sarapan Khas Kudus, Istri Bupati Kenang Cita Rasa Legendaris

Senin, 22 Juni 2026 - 20:26 WIB

Pemilik Kongkow, Berharap Ada Tambahan Rambu Lalu Lintas di Kawasan Wisata Kedumulyo

Senin, 22 Juni 2026 - 19:53 WIB

Usung Konsep Food Truck, Kongkow Jadi Tempat Nongkrong Favorit di Kedumulyo

Sabtu, 6 Juni 2026 - 13:56 WIB

Nikmatnya Semur Kutuk Khas Hadipolo Kudus, Kuliner Lawas yang Terus Bertahan

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:43 WIB

BGN Hentikan Sementara Operasional 15 SPPG di Kudus karena Masalah IPAL

Berita Terbaru